|
SAMBUTAN MENTERI AGAMA R. I.
PADA PERINGATAN WAISAK 2553
TAHUN 2009


Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Namo Buddhaya,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Mahaesa atas rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat hadir di sini dalam rangka peringatan Waisak 2553. Semoga berkah Waisak membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi bangsa Indonesia menuju cita-cita nasionalnya yaitu masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.
Hari suci Waisak ini diperingati dan dirayakan karena menurut keyakinan umat Buddha, hari Waisak mengandung nilai-nilai luhur keagamaan dan pedoman hidup. Bagi umat Buddha merayakan Waisak berarti mengenang kembali tiga peristiwa agung yang terkandung di dalam bulan Waisak, yaitu: Pangeran Sidharta lahir, Pertapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna, dan Buddha Gotama Parinibbana. Dengan mengingat ketiga peristiwa agung itu, saudara-saudara umat Buddha dapat memahami kembali makna perjuangan Pangeran Sidharta dalam mencapai kesempurnaan hidup untuk kebahagiaan semua makhluk.
Buddha mengajarkan kepada umatnya bahwa hidup ini pada hakekatnya diliputi oleh penderitaan. Sumber penderitaan itu adalah keterikatan dengan hawa nafsu. Oleh karena itu orang yang bahagia adalah mereka yang sanggup menguasai hawa nafsunya. Ajaran Buddha adalah untuk mencapai kedamaian dengan cara menghapus penderitaan. Ajaran itu hingga kini tidak lapuk oleh perjalanan zaman, karena setiap manusia pasti tidak ingin dirinya hidup menderita. Berbagai upaya dilakukan untuk mengakhiri penderitaan itu, namun tetap saja penderitaan tidak dapat lebur dan dikubur begitu saja oleh manusia. Buddha menyatakan bahwa siapa saja yang mampu menyatu dalam perenungan Dhamma, maka akan dapat meraih kehidupan yang damai dan harmonis.
Melalui peringatan Waisak 2553 di tahun 2009 ini, diharapkan Umat Buddha dapat menjadi warga negara yang arif dan bijaksana, hidupnya selalu patuh dengan aturan hukum agama yang telah menuntun perjalanan hidupnya. Demikian pula sangat diharapkan bahwa Umat Buddha juga mampu membangun jati dirinya sebagai manusia Indonesia yang utuh, sehat jasmani dan sehat rohaninya, memiliki akhlak yang mulia, terhormat dan berbudi pekerti luhur, sehingga mampu menghindarkan diri dari segala perbuatan yang tercela.
Dari sinilah saudara-saudara harus selalu dapat menata hati untuk menjalani kehidupan yang fana ini dengan selalu mengembangkan hal-hal yang benar, baik melalui pikiran, ucapan dan perbuatan, sehingga dapat memberikan pencerahan dan kedamaian bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.
Hadirin yang saya muliakan,
Dalam proses penyelenggaraan kenegaraan dan pembangunan kebangsaan ini, kita semua telah melalui masa pemilihan legislatif dan selanjutnya akan segera kita masuki proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Sementara kita sadar bahwa dalam proses demokrasi semacam itu memerlukan ongkos politik yang tidak sedikit, yang kadang-kadang dapat mengancam sendi-sendi kehidupan keagamaan kita. Oleh karena itu saya berharap agar para pemuka agama dapat meningkatkan kebersamaan dan kekompakan dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya ekses-ekses negatif, yang dapat mengganggu keharmonisan kehidupan beragama. Dalam hubungan itu saya mengajak kepada saudara-saudara untuk kembali merenungkan nilai-nilai spiritual yang diajarkan oleh Buddha Gotama, untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan nyata.
Perayaan Waisak tahun ini dapat menjadi titik tolak untuk lebih meningkatkan kesadaran sosial dan kesadaran nasional umat Buddha di negeri tercinta ini. Bangunlah kualitas diri agar hidupnya selalu bermanfaat bagi orang lain, bangunlah kualitas diri agar hidupnya bisa dipercaya oleh orang lain, kembangkanlah rasa toleransi sebesar-besarnya agar keharmonisan diantara kita sebagai bangsa yang majemuk akan selalu terpelihara dengan baik.
Akhirnya kepada segenap umat Buddha, sekali lagi saya mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2553 Tahun 2009. Semoga Tuhan Yang Mahaesa akan senantiasa memberikan berkah terluhur bagi kita semua. Dan marilah kita berdoa agar bangsa Indonesia mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi, menuju terwujudnya kehidupan masyarakat yang demokratis, harmonis, dan sejahtera sepanjang masa.
Sekian dan terima kasih.
Wassalamu'alaikum, Wr. Wb. |