Makna Api
Makna Air
Makna Prosesi
Makna Waisak
_______________

• Waisak 2009

• Waisak 2008

• Waisak 2007

• Waisak 2006

• Waisak 2005

• Waisak 2004

• Waisak 2003

• Waisak 2002

• Waisak 2001




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Pesan Waisak  2553 BE


PESAN WAISAK 2553/2009
Dalam Perayaan Waisak Nasional 2553 BE/2009

Tema:
”Pencerahan Waisak, membawa berkah kebahagiaan”
Oleh : Maha Bhiksu Dutavira Sthavira


Namo Omitofo,
Dengan berkah kebahagiaan Hyang Tathagatha, Tuhan Yang Maha Esa, sumber kesucian para Buddha dan Boddhisatva. Semoga semua makhluk hidup menyatu dalam pencerahan dan Waisak membawa berkah kebahagiaan.
Tanggal 09 Mei 2009, umat Buddha merayakan hari suci Waisak 2553 BE/2009, hari memperingati tiga peristiwa yaitu:

1. Memperingati kelahiran Maha Bodhisatva dari Surga Tursita 623 SM, dikeluarga Suku Sakya di Kerajaan Kapilavastu dengan Ayahanda Raja Sudhodana dan Ibunda Dewi Maha Maya, menjadi JURU SELAMAT dan memberi solusi agar manusia bisa selalu bahagia keluar dari kondisi dualisme antara senang dan dukkha. Beliau memberi suri tauladan dan membuktikan dengan nyata bahwa manusia bisa menaklukkan penderitaan (Samsara)

2. Memperingati pencapaian sempurna menjadi seorang Buddha (Anuttara Sanyaksamboddhi), melalui proses pengorbanan dengan melepaskan diri dari ikatan nafsu kesenangan duniawi.

3. Memperingati Maha Parinirwana Hyang Buddha; Beliau telah menjadikan dirinya sebagai suri tauladan dengan mengajarkan manusia untuk bisa melihat sunyata dan terbebas dari roda samsara terlahir di Tanah Suci Surga Sukhavati/Nirwana.
Peristiwa tersebut merupakan sumber renungan yang tiada habisnya bagi umat Buddha (pencari hakiki kebahagiaan). Waisak menjanjikan manusia bahwa kita semua bisa mengatasi roda tumimbal lahir untuk meraih sebuah kebahagian tertinggi, kehidupan manusia ada senang dan ada susah semua itu bersumber dari perbuatan sendiri. Manusia bisa mengatasi keinginan tidak tercapai, berkumpul dengan yang tidak disukai, berpisah dengan yang dicintai, terikat oleh kebutuhan jasmani dan rohani dengan pencerahan batin. Ini membuktikan bahwa manusia pada hakekatnya bisa mengalahkan 8 kesukaran dan 3 kondisi keadaan. 8 kesukaran: kelahiran, usia tua, sakit, kematian, keinginan tidak tercapai, berkumpul dengan yang tidak dsukai, berpisah dengan yang dicintai, serta terikat oleh kebutuhan jasmani dan rohani. Sedangkan 3 kondisi adalah kodisi kejiwaannya, kondisi perbuatannya dan kondisi nasib (alam).
Waisak mengajarkan bahwa jika kita ingin mencapai kebahagian tertinggi, kita harus memulai dari pencerahan Bodhicitta (batin). Kita harus membuat batin kita menjadi kaya, Batin yang mau memberi dan menerima (karuna-prajna) menyatu dalam Pencerahan Waisak. Sebagai manusia, kita menghadapi 5 kegemaran duniawi yaitu:

1. Harta/uang. Untuk mendapatkan harta/uang yang berlimpah, tanpa disadari, sadar atau tidak sadar, orang memaksakan diri dengan terus bekerja keras, sehingga menjadi akhirnya mudah sakit. Ada pepatah mengatakan: Masa Muda memaksakan diri untuk mencari harta, saat usia tua menggunakan harta untuk mempertahankan nyawa. Ada orang dalam mencapai harta duniawi, suka memaksakan kemampuannya, melupakan keluarga, teman dan persaudaraan. sehingga bisa dengan tega menjadi penghianat bahkan menjual negara pun akan ia lakukan. Tapi pada akhirnya saat meninggal dunia harta itu tidak akan dibawa. Memang harta di duniawi ini diperlukan, tetapi sekedar untuk dipakai, bukan untuk ditimbun. Alangkah beruntungnya jika kita bisa memiliki harta dengan mendayagunakan harta itu untuk melakukan perbuatan bajik. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya amal dan ibadah kitalah yang akan dibawa menuju kehidupan yang selanjutnya bukan harta benda.

2. Emosi/kemauan. Setiap manusia hidup pasti mempunyai emosi/kemauan (kekuatan dalam jiwa). Alangkah beruntungnya kekuatan itu menjadi pencerahan dalam jiwanya; bisa membedakan nafsu keinginan yang baik dan tidak baik. Tentu yang dikatakan baik adalah memberi dan menerima, sebaliknya tentu tidak baik. Bisa dibayangkan jika kita selalu ingin dapat, pasti suatu saat akan menghadapi kenyataan keinginan tidak tercapai. Bila terpengaruh oleh hawa nafsu ingin dapat, emosi dapat menjadi gelap mata. Maka nafsu keinginan ini mudah memancing kita menjadi iri hati, kecewa, marah bahkan menjadi dendam dan destruktif, hal itu akan menjadi perbuatan yang sangat mengganggu orang lain dan menghasilkan buah karma buruk.

3. Kehormatan, kedudukan dan kekuasaan; mudah menyebabkan orang menjadi lupa diri. Bila mempunyai pencerahan dalam batin, telah mencapai pencerahan. Kita akan tahu kekuasaan dan kedudukan adalah sarana untuk memudahkan perbuatan baik, jika ini bisa dilakukan maka berarti kita tidak terbawa oleh nafsu di dalam kedudukan, tahta dan kita akan mencapai kebahagiaan tertinggi dalam duniawi (dermawan).

4. Makanan yang enak. Sebagai manusia, tentu kita membutuhkan makanan sehingga wajar jika kita ingin memilih makanan yang menyenangkan. Tetapi bila kita tidak mau melatih diri mensyukuri apa yang ada, menerima apa yang ada, baik rasa pahit, pedas, manis, tawar dan asin. Kita bisa belajar mengendalikan lidah kita. Kita juga bisa melatih lidah untuk berbicara hal-hal yang sangat berguna saja
5. Kemalasan/mau enak sendiri. Sebagai manusia tentu kita mendambakan suatu kemudahan, apakah kita sudah merenung kemudahan datang dari mana? Kemudahan adalah hasil dari buah karma baik kita. Apakah kita sudah merenung bahwa hari demi hari berjalan dengan pasti, bila kita bermalas-malasan tidak mau menggunakan waktu dengan tepat dan berguna pasti akan menderita.
Manusia harus mau berjuang dengan mengembangkan 4 Daya Kemampuan: kemauan, semangat, pikiran dan kesadaran. Dengan 2 cara yaitu keluar, dengan banyak melakukan perbuatan baik. Kemauan baik yang belum ada, segera diwujudkan, perbuatan dan kebiasaan jelek dikurangi dan dihentikan. Cara kedalam, yaitu dengan cara intropeksi, merenung didalam 4 perhatian benar dalam jiwa yaitu:

1. Kita harus selalu merenung, intropeksi bahwa pada hakekatnya benda materi adalah bukan segala-galanya. Pada hakekatnya keindahan jasmani suatu saat akan lapuk dan hancur. (mematahkan nafsu dan kerinduan/Tanha dan Trisna)

2. Kita harus merenung, menerima adalah sumber penderitaan, dengan demikian kita bisa mengalahkan kegemaran nafsu yang ingin menerima saja (DAPAT). Kita bisa terbebas dari nafsu yang suka memaksakan kehendak untuk DAPAT.

3. Kita harus merenung: semua kondisi adalah tanpa inti, sifatnya selalu berubah, sumbernya berasal dari perbuatan diri sendiri. Bila inti yang dilakukan adalah yang baik maka berkah kebahagiaan diperoleh. Bila perbuatan jelek yang dilakukan maka akan menderita

4. Kita harus merenung batin tidak terbentuk, tidak terwujud. Tetapi ada didalam wujud perasaan dan pikiran yang selalu berubah-ubah, menjadi sumber penderitaan. Maka batin harus dilatih dengan tekad yang kuat. ”aku bertekad menjadi Buddha”, untuk itu melatih batin Maitri-Karuna-Prajna, tekad telah ditanamkan dalam batin harus diperkuat oleh perbuatan nyata dengan menjalankan Sad Paramita (Dana, Sila, Ksanti, Virya, Samadhi, Prajna)

Saat ini bangsa indonesia sedang merayakan Pesta Demokrasi 5 tahun sekali memilih pemimpin bangsa. Semoga kita bisa menggunakan pencerahan jiwa dalam memilih pemimpin yang dapat berkesinambungan membawa bangsa menjadi bangsa yang besar, demokrasi, adil, menghargai hak asasi manusia, menjadi bangsa yang bermoral dan bermartabat tinggi, anti memaksakan kehendak, anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta dapat menjalankan supremasi hukum dengan benar. sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan membawa kemakmuran bagi seluruh anak bangsa.
Akhir kata, Selamat Hari Raya Waisak 2553 BE/2009. Semoga kita bisa menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara. Omitofo.

Jakarta, 9 Mei 2009
Panitia Waisak 2553/2009
Perwakilan Umat Buddha Indonesia

YA.Maha Bhiksu Dutavira Sthavira
Pembina

 

 
 

Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.