|
Hyang Buddha Guru Agung Yang Dipuja Semua Alam
(Oleh:YM Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira, Koordinator Dewan Sangha Walubi)

Melalui banyak kelahiran seorang Bodhisattva berjuang menyempurnakan segala paramita. Sementara Ia bermukim di Surga Tusita mengajarkan kebenaran untuk para dewa dan naga. Mempertimbangkan waktu, tempat dan keluarga yang sesuai untuk dilahirkan ke dunia. Di saat Waisak di bulan Purnama Siddhi aneka bunga bermekaran alam bersuka cita. Bumi bergetar, gerimis hujan yang ditaburi aneka bunga harum juga terdengar musik surgawi. Menyambut kelahiran Maha Bodhisattva menjadi seorang Pangeran Sakya di Jambhudvipa.
Memiliki tiga puluh dua ciri keagungan dan delapan puluh tanda keluhuran tambahan. Kemunculan Mu sungguh mempersona, menakjubkan dan berkumandang ke seluruh negeri. Walaupun hidup bergelimang harta dan kasih namun tidak menemukan kebahagiaan hakiki. Menyaksikan empat peristiwa realita kehidupan manusia telah membukakan mata hatinya. Bangkitkan tekad dan berjuang mencari jalan pembebasan untuk mengatasi penderitaan dunia. Di sungai Neranjana Beliau memotong rambutnya mengawali kehidupan menjadi pertapa. Berlatih menyiksa diri selama enam tahun di bawah pohon Bodhi dalam pencarian kebenaran.
Petapa Siddharta berhasil tuntas melenyapkan hawa napsu, ketidaktahuan dan kebencian. Pada akhirnya mencapai kesadaran Agung secara sempurna menjadi Samyaksambuddha. Kemunculan Tathagata yang memiliki sepuluh gelar disambut dan dihormati oleh semua alam. Hyang Buddha memahami semua makhluk pada hakikatnya mempunyai benih ke-Buddhaan. Intinya memiliki sifat dasar dari segala kebenaran, tercerahkan dengan batin yang murni. Dikarenakan pikiran khayal, jungkil balik dan kemelekatan tidak menampakan kesejatian diri. Dengan hati damai dan bijak Hyang Buddha meredakan setiap pergolakan angkara murka.
Cinta kasih dan welas asih Buddha membawa suka cita bagi kebahagiaan semua makhluk. Kemampuan dan kekuatan spiritual Hyang Buddha tiada tara sangat gaib penuh kharismatik. Oleh karenanya mendapat predikat Buddha Raja Kebenaran yang teragung di surga dan di bumi. Mentransmisikan ajaran agung yang dipahami oleh siswa yang memiliki batin tercerahkan. Dengan berbagai metode dan upaya menyadarkan para makhluk untuk membebaskan belenggu. Citra kesahajaan-Nya sungguh menjadi panutan dalam usaha menjabarkan misteri alam semesta. Memanifestasikan diri-Nya menjadi Guru dewa manusia dan Bapak dari empat jenis kelahiran.
Mengingatkan bahwa kebodohan sumber kejahatan telah menciptakan penderitaan bagi makhluk. Terjerat dalam lingkaran tumimbal lahir mengalami kelahiran, usia tua, sakit dan kematian berulang. Karena terjebak oleh egosentris diri khayal mengakibatkan terbakar oleh nafsu dan rindu. Dharma ajaran mulia-Nya menyejukkan bagaikan curahan air dingin untuk pelepas dahaga. AjaranNya luas bagaikan angkasa raya yang dikenal unik, dalam dan tidak terjebak dualitas. Kebijaksanaan dan keteladanan Hyang Buddha sungguh sulit terkatakan dan tidak terpikirkan. Sempurna dan lengkap dalam segala hal dan aspek kiranya tiada duanya di jagat raya ini.
Bagaikan gunung Semeru yang kokoh, tertinggi di antara gunung-gunung besar lainnya. Layaknya seluas samudra yang menjadi muara dari sungai-sungai berasal dari segenap penjuru. Sehingga Hyang Buddha dikenang, selalu dipuja dan dipujikan di semua alam sepanjang masa. Semua makhluk membutuhkan ajaran, perlindungan dan bimbingan spiritual dari Hyang Buddha. Untuk memperoleh kesadaran dan manfaat untuk menemukan kesejatian diri yang fundamental. Bagi yang tekun dan telaten mengamalkan ajaran Buddha telah bebas dari bodoh dan derita. Selama empat puluh lima tahun lebih berjuang meluruskan pandangan salah dan ketahayulan.
Sungguh mulia pengabdian-Mu dalam membabarkan kebenaran mewariskan Maha Tripitaka. Disebabkan segala wujud dan fenomena yang berkondisi timbul dan lenyap tidaklah kekal. Akhirnya di bawah dua pohon sala kembar Hyang Buddha memasuki Maha Parinirvana. Setelah Parinirvana Buddha maka Dharmalah sebagai pembimbing menjadi guru pengganti. Waktu cepat berlalu, kondisi terus berubah, tetapi wujud kemuliaan Mu tetap tidak pudar. Saat Waisak kembali teringat, terinspirasi dan termotivasikan mengikuti jejak Guru Buddha. Kami bersimpuh, terharu dan bangga karena berjodoh dan berkesempatan memuja Mu. Limpahkan berkah karunia keselamatan dan bimbinglah spiritualitas kepada semua makhluk. Semoga Sinar Buddha memancar tanpa akhir dan Roda Dharma selalu berputar selamanya.
|