WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002

Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Menabur Benih Kebajikan

(oleh YM Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira , Koordinator Sangha Walubi)

Terlahir sebagai manusia sungguh sukar diperoleh, mendapatkan fisik dan mental sehat lebih sulit lagi.Sungguh beruntung terlahir di jaman perdamaian tertibnya hukum sehingga segala kebutuhan terpenuhi.Dalam kehidupan bisa berjodoh dan memiliki keyakinan kepada Sang Triratna adalah berkah tiada ternilai.Tetapi masih banyak orang tidak menyadari, mensyukuri dan berterima kasih atas segala keberun tungannya.Malah banyak manusia awam senang berkhayal dan pelihara tiga racun akibatnya hidup jadi susah dan derita.Karena didominasi oleh pikiran jungkir balik dan kemelekatannya sehingga belum terbebas dari tumimbal lahir.Orang bodoh senang melakukan berbagai karma buruk akan menyebabkan kemalangan bagi dirinya sendiri.Orang bijak senang melakukan ragam kebajikan luhur sehingga berkah kemakmuran selalu menyertainya.Segala bentuk aktivitas ada konsekuensi yang harus diterima dalam kehidupan sekarang maupun akan datang.Hyang Buddha bersabda: setiap makhluk mempunyai hakikat Tathagata benih keBuddhaan yang belum disadari.Setiap insan pada dasarnya memiliki potensi kebajikan dan kebijaksanaan unggul yang belum dipergunakan. Setiap makhluk memiliki jiwa Buddha, berpotensi jadi Buddha dan kelak bakal jadi Buddha bila teguh berlatih.Bagai sebuah ladang apabila tidak ditanami tanaman bermanfaat maka rumput ilalang akan tumbuh subur.Begitupula bila hati manusia tidak disibukkan pada perbuatan bajik maka cenderung suka dengan kejahatan.Memiliki segala bibit unggul tetapi bila tidak ditanami di ladang subur maka bibit tersebut akan membusuk.Satu butir padi yang ditabur dan ditanami akan menghasilkan satu tangkai padi yang buah padinya banyak.Kelahiran sebagai manusia bila tidak menabur kebajikan maka tandus dan gersanglah ladang kebahagiaan.Kehidupan manusia bila tidak melaksanakan kebajikan maka sia-sialah kelahirannya untuk memperbaiki nasib.Satu kebajikan bila dilakukan dengan tulus tanpa pamrih maka jasa pahalanya sungguh besar dan mulia.Apalagi bila kebajikan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan maka jasa pahalanya tidaklah terbatas.Berbahagialah orang yang memiliki bekal kebajikan berlimpah dapat hidup makmur dan bahagia disemua alam.Adakah dan bagaimana kah cara menabur benih kebajikan di ladang subur dalam perspektif ajaran Buddha?. Dimulai dari melenyapkan kejahatan yang masih dilakukan dan kejahatan belum dilakukan jangan dilakukan.Kembangkan kebajikan yang masih terus dilakukan dan laksanakan kebajikan apabila belum pernah dilakukan.Dengan berpedoman kepada Buddhadharma rajinlah mempraktikan Dasa Kusala dalam kehidupan sehari-hari.

Kebajikan pertama tidak membunuh melainkan menyelamatkan semua makhluk dari siksaan dan pembunuhan.Kebajikan kedua tidak mencuri melainkan senang berdana memberikan sumbangsih kepada orang yang butuh.Kebajikan ketiga tidak berzina melainkan hidup penuh moral etika tidak melakukan hubungan badan yang sesat.Kebajikan keempat tidak berdusta melainkan berbicara baik dan benar berdasarkan kenyataan dan bermanfaat.Kebajikan kelima tidak berbicara kasar melainkan berbicara santun, lembut, dengan tata krama penuh hormat.Kebajikan keenam tidak memfitnah melainkan berbicara jujur dan seperlunya bernuansa damai menyejukkan. Kebajikan ketujuh tidak berbicara gossip melainkan rajin melafalkan mantra, sutra dan gatha ajaran Buddha.Kebajikan tidak serakah melainkan senang melakukan pelepasan berdana dengan batin ikhlas tanpa pamrih.Kebajikan tidak membenci melainkan menyayangi semua makhluk tanpa perbedaan dan tidak pilih kasih.Kebajikan tidak bodoh melainkan senang belajar banyak bertanya sering diskusi untuk mencerahkan pikiran.Setelah Dasa Kusala ini dilakukan secara baik dan benar dilanjutkan pada tingkatan praktik yang lebih luhur. Laksanakan ikrar agung Samantha Badra Bodhisattva yang memiliki sepuluh tekad untuk meraih kesempurnaan.Pertama menghormat Buddha, hormati Buddha masa lalu, sekarang dan para makhluk kelak bakal jadi Buddha.Kedua memujikan Tathagata, pujikanlah segala kebaikan semua makhluk yang mempunyai benih kebajikkan.Ketiga kembang kan kedermawanan, berikanlah dana pertolongan kepada semua makhluk yang mem butuhkan.Keempat bertobatlah atas karma buruk, kenal salah mengakui kesalahan dan bertekad memperbaiki kesalahan.Kelima gembira berbuat jasa pahala, hati riang dan ringan tangan membantu mengatasi kesulitan makhluk lain.Keenam memutar roda Dharma, mengundang para pakar untuk dharmadesana guna jelaskan ajaran Tripitaka.Ketujuh mengundang Buddha menetap di dunia, kunjungi dan undanglah para pakar Dharma untuk pencerahan.Kedelapan senang mempraktikkan Dharma, hidup sesuai dengan kebenaran akan membawa keberuntungan.Kesembilan menyelaraskan keinginan makhluk, jadikanlah semua makhluk sebagai mandalanya Bodhisattva.Kesepuluh pelimpahan jasa, segala kebajikan yang pernah diperbuat jangan dilekatkan melainkan dilimpahkan.Apabila seseorang mempraktikkan ajaran mulia ini niscaya ia akan sadar diri, sadar Dharma dan sadar bodhi. Memperingati Trisuci Waisak untuk menghormati keagungan dan keteladanan Buddha yang mewarisi Tripitaka.Walaupun Hyang Buddha sudah Maha Parinirvana tapi kasih dan ajaranMu masih membimbing kita semua.Kondisi bumi mulai rusak disebabkan moral etika manusia sudah merosot butuh pedoman dan perlindunganMu.

Kacaunya mentalitas karena kurangnya penyebaran dan pembabaran Buddhadharma disegala penjuru dunia.Disaat Waisak adalah moment yang paling tepat untuk introspeksi diri dan mengevaluasikan sikap perilaku.Segala hal yang jelek dan merusak dilenyapkan sebaliknya segala hal yang baik penuh manfaat ditingkatkan. Selamat merayakan hari Trisuci Waisak semoga berkah anugerah Hyang Buddha menerangi alam semesta.Teriring doa dan harapan semoga semua makhluk melaksanakan kehidupan yang bijak penuh kebajikan, Svaha.

 



Bagikan

 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.