Perwakilan Umat Buddha Indonesia mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman kepada Yayasan Dian Mandiri, acara yang di selenggarakan dalam rangka rapat tahunan di hotel Braja Mustika Bogor sejak tanggal 9 sampai dengan 12 Januari 2011. Acara di hadiri sebanyak 40 peserta dari 18 cabang yang meliputi wilayah Jabodetabek, Aceh dan Jogjakarta.
Sharing pengalaman ini di paparkan oleh Hendra Haryadi (dari pihak WALUBI), dengan menyampaikan misi dan visi Walubi, menjelaskan sekilas tentang majelis yang tergabung di walubi dan berbagai bentuk kegiatan sosial khususnya dalam bidang kesehatan. Usai menjelaskan kegiatan sosial dalam bentuk presentasi, berbagai pertanyaan di ajukan peserta.
Seperti halnya pertanyaan tentang pendidikan, “selama ini Walubi secara khusus belum berkecimpung dalam hal pendidikan, akan tetapi dari beberapa majelis yang tergabung di Walubi sudah mulai membangun dan mengelola sekolahan yang berorientasi Buddhis” ujar Hendra.
Dalam hal pembagian sembako, “Walubi sudah mulai meniadakan kegiatan pembagian sembako, hal ini sesuai dengan program pemerintah, kita jangan memiskinkan rakyat dengan cara memberi sembako gratis, berilah kailnya, agar masyarakat yang tidak mampu bisa berkarya untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Pembagian sembako gratis ini terkadang digantikan dengan melakukan program pasar murah, yaitu menjual sembako dengan harga modal”. Menyinggung pertanyaan yang diajukan peserta tentang sumber dana, “bahwa Walubi mendapatkan dana untuk kegiatan sosial adalah dari majelis yang tergabung di Walubi, dari umat serta simpatisan Walubi”, unggap Hendra Haryadi.
Mengakhiri sharing kegiatan sosial ini, Frank Sindoro Purnomo Hadi sebagai board of management menanyakan tentang kesan dari kegiatan yang telah di lakukan oleh Dian Mandiri dan di jawah oleh Hendra, bahwa kegaiatan yang dilakukan cukup bagus akan tetapi perlu di kembangkan sehingga ke depan akan mendapatkan hasil yang terbaik.

Share |
|