Agama Buddha Niciren Syosyu(NSI) menempatkan perempuan secara baik, karena peran perempuan itu terdapat dalam kitab saddharma pundarika sutra.
Disampaikan Suhadi Sendjaja Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (PBD NSI)dalam rangka perayaan hari Kartini ke 113 di Vihara Sadharma Kel.Taman Sari-Ciapus, Bogor-Jawa Barat.pada Sabtu,(24/4)siang
“Berbicara tentang emansipasi berkaitan dengan hari Kartini, dalam saddharma pundarika sutra, itu sudah dibicarakan sejak 3000 tahun lalu, yakni tidak adanya perbedaan antara laki laki dan perempuan. Dengan keunggulannya bisa mencapai kesadaran Buddha”,ungkap Suhadi
Menurut Suhadi, umat Buddha NSI terutama bagian kaum ibu memaknai hari Kartini, apa yang bisa kita perbuat dalam membangun bangsa ini, sesuai dengan tema MARILAH KITA MEMPERKOKOH BENTENG KELUARGA DENGAN HATI KEPERCAYAAN YANG TULUS DAN KESEHATAN YANG PRIMA. Karena bangsa yang besar terdiri dari keluarga yang kokoh, sedangkan keluarga yang kokoh itu dapat dibangun dengan kekuatan yang penuh dengan kesadaran.
Senada Tristine mewakili tokoh wanita, NSI mengajak umatnya di hari Kartini untuk memperoleh pembekalan, karena semua memiliki kesadaran Buddha. ”sebagai kaum perempuan tidak ingin menjadikan dirinya sebagai istri ke 1,2, 3 danseterusnya”,cetusnya.
Sekitar 800 umat NSI dari 16 Provinsi hadir bersama. Hingga akhir acara.Kegiatan kesenian dimulai dengan kolintang anak anak Bogor, Tarian rebana dari anak anak Banten, puisi, paduan suara ibu -bapak dan angklung. Sesi kedua diisi dengan seminar tentang pengetahuan sexual reproduksi wanita-pria dibawakan oleh Dr.RM Denny Dhanardono SpOg dan Bunda Rini Sriyanti yang dihadiri tokoh wanita al : Tristine, Irawati dan S.Anggraini. sesi penutup diisi Kensyu,dan membacakan daimoku.(toto)


Suhadi menjelaskan Kartini kepada 800 umatnya di dampingi moderator,Dr.Deni, Bunda, Edy Kurniawan, Irawati, Anggraini.
Suhadi dan Tristine berfoto bersama umat NSI (chorus) di Vihara Sadharma
Kesenian Jaipong dari kaum Perempuan.
Bagikan
|