Manfaatkan Vihara ini dengan baik dan rawatlah dengan sungguh sungguh, agar lebih bermanfaat bagi kwalitas kehidupan umat Niciren Sosyu Indonesia (NSI) di masa yang akan datang. Demikian disampaikan Drs Budi Setiawan MSc Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, dalam rangka Peresmian Gedung Vihara Vimala Kirti, Syukuran 46 NSI sekaligus Pembukaan Pasamuan Agung Nasional VI PBD NSI. Tangerang,Teluk Naga=Banten. Kamis,(28/10/10).
Di Vihara ini umat NSI menata hatinya, mengendalikan pikirannya, agar setiap saat sadar, bahwa hidup ini adalah kompetisi.”Siapa yang hidupnya selalu bermanfaat bagi sesamanya, dia adalah pemenangnya” kata Budi.
Dra.S.Hartati Murdaya Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia(DPP WALUBI), mengatakan sebagai umat Buddha kita menyadari bahwa hidup manusia adalah tidak kekal. Seperti harta, takta kekuasaan tidak dibawa mati dan hanya proses batin yang hening dapat melindungi diri untuk bertahan didalam kebahagiaan sejati. Maka dari itu pengalaman dan riwayat hidup di dunia ini adalah peluang terbaik untuk melakukan pertapaan.
“Kaya, miskin, yang Kuat dan yang lemah tidak ada bedanya, sama sama menderita, sama sama menghadapi ujian dan cobaan setimpal”kata Ketum Walubi.
Hartati Murdaya juga bertanya usai membuka selubung papan nama, mengapa manusia selalu senang didalam belenggu kebodohan, bahkan bangga melakukan dosa dosa, lalu Hartati Murdaya memohon kepada umat Buddha NSI, agar rajin- rajinlah belajar meniti jalan Bodhisatva, dengan harapan memperoleh pencerahan batin,tidak terlahir dikolam lumpur yang kotor lagi.
Suhadi Sendjaja Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Sosyu Indonesia(PBD NSI), mengatakan Vihara ini umat beradaptasi mendapat ajaran Buddha, dari situ kita memperoleh pencerahan, karena itu kita bisa merubah sikap dan prilaku, bila semua dapat diatasi baik sifat dan prilaku.”tentu sebab akibatnya berubah dari yang buruk menjadi yang baik itu namanya disebut rejeki”, ucapnya.
Suhadi menuturkan bahwa gedung Vihara yang baru diresmikan itu menelan biaya hingga 1 milyar atas swadaya umat, dengan luas bangunan dua lantai 16x12 M2 diatas lahan 2000 M2, rencana selanjutnya akan dibangun sekolah TK dan SD untuk umum.
AM Romly Kakanwil Agama Provinsi Banten juga menyebutkan bahwa telah terdaftar tempat ibadah sebanyak 95 Vihara diwilayahnya, 95 orang penyuluh mendapat biaya APBN dan 85 orang guru Agama Buddha ikut proses sertivikasi.
Peresmian Gedung Vihara Vimalakirti, Syukuran NSI ke 46, dan Pembukaan Pasamuan Agung Nasional VI PBD NSI diikuti perwakilan dari, Medan, Jambi, Palembang, Lampung, Babel,Bali, Jateng, Jatim, Jabar, DKI-Jakarta dan Pontianak. Selanjutnya perwakilan DPD menuju vihara Saddharma-Ciapus, untuk mengikuti Pasamuan Agung Nasional VI yang di gelar pada tanggal 29-30 Oktober 2010 dan berlanjut tanggal 30-31 Oktober 2010 dilaksanakan Penataran Keagamaan (Kensyu).
Hadir : Soedjito Kusumo Ketua DPP WALUBI, Sutanta Ateng FKUB Banten, T.Hermanto FKUB Tangerang, Wira Wijaya Lim (Ketua Walubi DKI jakarta), Winarni Harsono Ketum Zhen Fo Zong Kasogatan dll.toto

Keterangan foto :
Foto 2 : Pengguntingan pita oleh Dra S,Hartati Murdaya dan Budi Setiawan disaksikan Suhadi serta AM Romly.
Foto 3 : Hartati Murdaya, Suhadi dan Ny, Taswin & ny, Winarni, Wira Wijaya berfoto bersama,
Latar belakang Vihara yang baru diresmikan Pihak Kementrerian Agama RI.
Foto 4 : Pembukaan selubung papan nama Vihara oleh Ketum Walubi dan Dirjen Bimas Buddha.
Foto 5 : Penandatanganan Prasasti Oleh Budi Setiawan dan Suhadi Sanjaja disaksikan AM Romly dan Hartati Murdaya.
|