Pembukaan
DPP Walubi
DPD Walubi
Perwakilan
Program Umum
Lambang
Ikrar
Hymne



WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002



Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

SEMINAR NASIONAL PERINGATI SATU TAHUN WAFATNYA PRESIDEN KE IV
Bhiksu Dutavira : Menang tidak ke sorga dan kalahpun tidak ke neraka

Tokoh nasional yang juga Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Machfud MD membuka seminar nasional bertajuk ‘Melestarikan Semangat (Spirit) Presiden ke IV Gus Dur dalam Kebangsaan dan Multikulturalisme’ di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin(10/1).

Seminar yang digelar dalam rangka mengenang satu tahun wafatnya Alm KH Abdurrachman Wahid (Gus Dur) dan dihadiri isteri Gus Dur Shinta Nuriyah Wahid itu menghadirkan pembicara KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), Maha Bhiksu Dutavira Sthavira (Suhu Benny), Pdt Dr Bambang Widjaja, Romo Franz Magnis Suseno, Br Indra Udayana dan WS Bingki Wirawan. Moderator seminar yaitu Prof Nur Kholis Setiawan.

Sejumlah tokoh yang hadir, antara lain anggota DPD RI, AM Fatwa dan Bahar Buasan, Didi Dawis, Eddy Mulianto, Dr (HC) Adjie Susanto, Djoko Wihardjo, Ir Rachmat MS(PSMTI),DR. Rusly Tan (DPP WALUBI), Andaka Nardjadin, Teddy Sugianto, HM Anda Hakim(PITI), Hartono(FORDEKA) , Leo Chandra, Frans Tshai, Husen Buntaran Sjarifudin(TOA SEBIO), Ricky Sutanto, Ronald Sjarif, Bambang Sungkono, dan lain-lain.

Penanggungjawab pelaksana acara Dr Eddie Kusuma MA mengutarakan bahwa seminar nasional yang bernuansa kebangsaan ini membuktikan jika pemikiran dan pandangan Gus Dur tetap relevan di masa sekarang maupun masa depan.

Ketua Mahkamah Konstitusi(MK) Machfud MD dalam kata sambutannya menilai pelaksanaan seminar mengenang wafatnya Alm Gus Dur ini memiliki arti penting bagi masa depan bangsa.Pasalnya, melalui seminar ini semangat perjuangan kebangsaan yang dimiliki Gus Dur akan tetap bertahan. “Gus Dur dikenal sebagai guru bangsa karena ia mengajarkan hidup dalam nuansa kebangsaan yang multikultural,” ujar Machfud MD.

Venerable Master Chin Kung yang menjadi pembicara kunci (keynote speech) di seminar yang diikuti sekitar 650 orang itu menyampaikan pemikirannya tentang arti penting pendidikan agama bagi perdamaian dunia yang harmonis. Menurutnya untuk mewujudkan masyarakat yang harmoni dan hidup bahagia adalah melalui pendidikan agama. Sekarang ini pendidikan agama menjadi skala prioritas. Karena masyarakat modern sekarang kecenderungan telah menjauhi agama yang dianggapnya sebaga tahayul. “Melihat kondisi ini kita sebagai pemuka agama harus berinstrospeksi diri dan memahami bahwa kita pemuka agama adalah sebagai sukarelawan pendidikan dan pengungkap kebenaran,” jelas Master Chin Kung yang telah mengenal Alm Gus Dur selama 10 tahun.

Ny Shinta Nuriyah Wahid(istri Gus Dur), hampir semua perjalanan hidupnya Gus Dur diabdikan untuk perjuangan kebenaran, keadilan, kesetaraan, pluralisme dan sejenisnya. Pluralisme yang menjadi watak dasar masyarakat Indonesia pada jaman Orde Baru pernah dihilangkan digantikan oleh penyeragaman. Kemudian oleh Gus Dur watakdasar itu dikembalikan lagi melalui gerakan sosial yang nyata.“Perjuangan Gus Dur itu tidak sia-sia, kesadaran pluralisme mulai tumbuh di masyarakat kita,” ucap Shinta.Ia pun mengajak kepada semua pihak untuk merawat, menjaga dan menumbuhkembangkan benih-benih pluralisme yang telah ditanam Gus Dur.

Sementara Maha Bhiksu Dutavira yang mewakili WALUBI memberikan intisari pendapat,”menang dari berbagai hal, tidak akan masuk sorga, kalahpun tidak akan keneraka, kalau sorga dan neraka tidak ada..yah sudahlah, gitu aja kok repot”kata Suhu (pukau penonton).

Bhiksu sapaan Suhu Benny yang merangkap Ketua Walubi mengatakan, sebagai bangsa pluralis, pemikiran bahwa kelompok mayoritas harus selalu diikuti, sedangkan kelompok minoritas harus tunduk kepada mayoritas dan jangan menjadi tirani bagi mayoritas.Sebaliknya kekuatan besar harus mengayomi/melindungi yang lemah, sayangilah hati manusia...Kebersamaan harus bisa menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar. Untuk itu dibutuhkan sikap toleransi, karena dengan kedamaian merupakan harapan besar bangsa Indonesia, untuk itu Pancasila adalah rumah besar untuk kita bersama.

Sebagai tambahan turut menyampaikan pandangan tentang Gus Dur, Tansri Dato’ Lie Kim Yu dan Try Sutrisno yang penyampaian pandangannya dibacakan oleh Paulus Tasik Galle. (toto)

Foto 1 : Mahcfud MD Ketua MK membuka secara resmi Seminar Nasional(10/1/11)
Foto 2 : Bhiksu Dutavira Ketua DPP WALUBI saat jumpa KH.Solahudin Wahid
Foto 3 : Maha Bhiksu Dutavira mendapat giliran berbicara di forum
Foto 4 : Para Tokoh Litas Agama berfoto dengan Master Chin Kung dan Machfud MD

Share |

 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.