Pelaksanaan Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) yang ketujuh kali ini mempunyai arti yang sangat strategi bagi bangsa kita yang tengah giat giatnya membangun dan termasuk didalamnya bidang agama, yang sudah tentu sangat menentukan kelangsungan bangsa kita.
Disampaikan Menag Suryadharma Ali, dibacakan Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI Drs.Budi Setiawan MSc pada acara pembukaan STG ke VII di TMII Jakarta(27/6/10) petang.
“ Swayamvara ini tidak terlepas dari upaya untuk menumbuhkembangkan motivasi beribadah dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Dan forum ini diharapkan menjadi wahana untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya, khususnya umat Buddha, agar menjadi insan pembangunan yang berbudi pekerti luhur” ujarnya
Senada Drs Joko Wuryanto MSi Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha yang merangkap penasehat Panitia STG, sasaran yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah terwujudnya kondisi kerukunan hidup umat Buddha yang mantap dan dinamis, disamping pengertian dan pemahaman terhadap kajian nilai nilai etika moral dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“ STG ini telah mengalami perkembangan, semula dengan nama Festival Seni dan Baca Kitab Suci Tri Pitaka dengan memperlombakan baca Dhammapada, Sutra/Mantra, Paduan Suara, maka STG kali ini lebih mengkhususkan, memperlombakan baca Dhammapada, baca Sutra/Mantra, Dharmagita dan Dhammadesana” kata Joko.
Demikian Maha Bhiksu Dutavira mewakili Sangha Mahayana, dikatakan bahwa kegiatan ini sangat berguna sekali untuk umat Buddha khususnya, dengan demikian seluruh Indonesia para aktivis Buddha, generasi muda Buddha, terutama yang unggulan ini bisa berkumpul bersama.
“STG bukan hanya membicarakan agama, tetapi diharapkan bisa sarasehan didalam persaudaraan bangsa, dengan demikian bakti umat Buddha untuk bangsa dan Negara ini bisa kelihatan menjadi nyata dan saya percaya dari jumlah peserta sebanyak 800 orang ini suatu saat banyak yang bisa menjadi anggota DPR “ tutur Suhu Benny sapaannya.
Kegiatan STG VII Tingkat Nasional Tahun 2010 berlangsung selama empat hari ,dari 27 hingga 30 Juni 2010.Diikuti 800 peserta dari 28 Provinsi. Bertempat di dua lokasi di anjungan Provinsi Lampung, dan Desa Wisata di area Taman Mini Indonesia Indah(TMII) Jakarta.
Jenis yang di perlombakan diantaranya: membaca ayat ayat suci Dhammapada, membaca mantra/sutra, kotbah Dharma dan Lomba menyanyikan lagu rohani Buddhis.
Hadir : seluruh Kakanwil dan Pembimas dari 28 Provinsi, Gubernur Sulawesi Utara, para Komisi 8 DPR-RI, Maha Bhiksu Dutavira, David Hermanjaya, Sumpono Kang Martono, Soedjito Kusumo, Alex Tumondo, N.Singgih SH,Benny Jambi, PHDI, MUI, KWI, PGI, MATAKIN,Sekjen Walubi, Sekjen KASI, Sekdirjen Bimas Buddha Drs. Dasikin dan Ketua Panitia Caliadi SH.(toto)
 

|