Kondisi bumi sudah mulai rusak disebabkan moral etika manusia sudah merosot dan sudah saatnya manusia sadar untuk kembali menekuni ajaran dan praktik BuddhaDharma. Demikian kotbah yang disampaikan Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira Koordinator Dewan Sangha Walubi dalam acara Waisak Festival 2010 KBM Dhammavaddana-BINUS University. Pada Minggu 6 Juni 2010.
“Begitu kacaunya mentalitas umat manusia karena kurangnya ajaran agama, disamping itu watak karakter bangsa dulunya dikenal santun, kini memudar karena diabaikannya pendidikan budi pekerti” kata Bhiksu yang Ketua Vihara Bodhi Dharma Loka, berlokasi di bilangan pasar ikan Jakarta Utara.
Bhiksu Tadisa menjelaskan, Bila saja pendidikan formal tanpa moral etika, naluri berkarya tanpa kebajikan, akan terciptakan manusia manusia pandai tapi liar.
Namun Bhiksu yang dipanggil Suhu Jingren itu memberi masukan agar umat dapat memperbaiki watak dan karakter dengan melatih sila,samadhi dan prajna yang efektif serta senantiasa menghayati hukum sebab akibat, agar malu berbuat jahat dan takut akibat jahat.
Dharma ini bila dipraktekan secara meluas, maka diyakini umat manusia akan teduh berpikir, damai hatinya, bijak tingkah lakunya, rukun terhadap sesama dan dapat bersinergi dalam berkarya, imbuhnya.
Di momen yang tepat di hari waisak Suhu Jingren mengajak sekitar 500 para mahasiswa Buddhis dan alumni BINUS(Bina Nusantara)untuk bersama sama intropeksi diri, mawas diri dan memperbaiki sikap prilaku serta meningkatkan kualitas mentalitas, moralitas, spiritualitas dengan mempraktekan ajaran Buddha secara tekun dan telaten, yaitu jangan berbuat bodoh dan jahat, sempurnakan segala kebajikan, sucikan hati dan pikiran guna meraih pencerahan dan Maha Bodhi .
Acara diawali dengan kesenian dan doa mantran Lu Hsiang Tsan, Ta Pe Cou, Xin Ching, berlanjut dengan kotbah, pemberian penghargaan kehormatan. ditutup dengan memandikan rupang sidartha, hadir : 30 Bhikku diantaranya Phra Wongsin Labhiko :Dhammaduta Thailand untuk Indonesia, KASI, WALUBI, Sangha Mahayana, Tantrayana, dan Theravada.

|