NAMA MAJELIS |
: |
MAJELIS AGAMA BUDDHA TANTRAYANA SATYA BUDDHA
INDONESIA |
Alamat |
: |
Komplek Taman Duta Mas |
|
|
Blok A6 No. 35-36, Jl. Pangeran Tubagus Angke |
|
|
Jakarta Barat 11460 |
Telepon |
: |
(62-21) 5678837 |
Faximile |
|
(62-21) 5645281 |
E-Mail |
: |
mdtantri@centrin.net.id |
Terdaftar |
: |
Nomor 210 Tahun 1998 di Direktorat Jenderal
Sosial Politik |
|
|
Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia |
|
SEJARAH MADHA TANTRI
Berawal dari keinginan Maha Mula Vajra Acharya Liansheng Huo Fo akan adanya suatu wadah yang resmi dan sah secara hukum di Indonesia, yang dapat membabarkan Dharma Tantrayana Satya Buddha, maka keinginan Beliau yang telah menjadi instruksi dan tertuang dalam suratnya pada tanggal 29 April 1998 itu mendapat respons dari siswa-siswanya yang ada di Jakarta. Seperti diketahui sejak tahun 1988 telah ada penganut agama Buddha aliran Tantrayana Satya Buddha (Cen Fo Cung) seperti yang dikoordinir oleh Ibu Susan Kumala yang telah membentuk Cetya di Muara Karang, Jakarta. Kemudian pada tahun 1993 berkembang menjadi Yayasan Dharma Hastabrata yang menaungi Vihara Dharma Hastabrata yang terletak di kompleks Duta Mas Jakarta Barat.
Setelah melalui penelitian mengenai kemungkinan membentuk wadah setingkat Majelis Agama, maka pembentukan wadah tersebut diawali dengan pembentukan Lembaga Tantrayana Satya Buddha Indonesia (LTSBI) pada tanggal 12 Juni 1998, yang turut mendirikan dan menjadi anggota dari terbentuknya wadah kebersamaan Umat Buddha Indonesia yang bernama Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) pada 20 Agustus 1998.
Pembentukan LTSBI itu Dilaporkan kepada Maha Mula Vajra Acharya Liansheng Huo Fo, dan mendapat tanggapan dan dorongan yang positif dari Beliau beserta The True Foundation-nya, sebagaimana yang tertuang di dalam suratnya tertanggal 5 September 1998. Dalam surat Maha Guru tersebut dinyatakan bahwa pembentukan LTSBI sebagai sesuatu yang sangat terpuji dan berjasa.
Jauh sebelum LTSBI itu sendiri berdiri, sedikitnya telah terdapat 46 (empat puluh enam) yayasan Vihara/Cetiya di seluruh Indonesia yang didirikan oleh umat Buddha Aliran Tantrayana Satya Buddha di Indonesia, diantaranya Yayasan Dharma Hastabrata yang berdiri pada tanggal 11 Januari 1993, dan merupakan cikal bakal kebangkitan Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia.
Perjuangan untuk membentuk suatu wadah setingkat Majelis mendapat momentum yang pasti setelah bergulirnya reformasi di Tanah Air. Bergabung dengan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) pada 20 Agustus 1998, maka LTSBI pun kemudian berkembang dan memantapkan dirinya untuk menjadi Majelis setelah mencapai 12 propinsi.
Tanggal 15 Desember 1998, LTSBI mengikrarkan dirinya menjadi Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia (Madha Tanrtri), dan terdaftar secara resmi di Direktorat Sosial Politik Departemen Dalam Negeri RI Nomor 210 Tahun 1998. Dengan demikian Madha Tantri sejak tanggal 15 Desember 1998 itu telah dapat melakukan kegiatannya di seluruh Indonesia.
Dengan Ketua Umum Ibu Susan Kumala dan Sekretaris Jenderal yang dipercayakan kepada Drs. Eddy Hertanto SH, maka keinginan Maha Mula Vajra Acharya Liansheng Huo Fo akan suatu wadah resmi dan sesuai dengan hukum di Indonesia pun terkabul.
Sebagai badan resmi yang diakui oleh Pemerintah, kini Madha Tantri secara organisasi semakin solid dan terkoordinasi, terbukti dengan telah diadakannya Rakernas sebanyak tiga kali. Pertama pada 25-26 Desember 1998, dan Kedua pada 13-15 Desember 1999, serta ketiga pada 13-14 April 2001. Pada Rakernas tersebut, selalu menata kembali dirinya serta menyempurnakan program-programnya. Dengan begitu segala apa yang menjadi misi dan visi Madha Tantri akan menjadi lebih jelas untuk terwujud, dan harapan yang diungkapkan Maha Guru terhadap pendirian wadah Madha Tantri - demi perkembangan Tantrayana Satya Buddha - semakin luas dan menyeluruh di Indonesia bisa segera menjadi kenyataan.
POKOK-POKOK AJARAN
Ajaran Tantrayana Satya Buddha Indonesia bersumber dari ajaran Sakyamuni Buddha dan ajaran esoterik Tantrayana yang diajarkan Maha Mula Vajra Acharya Liansheng Huo Fo.
Maha Mula Vajra Acharya Liansheng Huofo memperoleh keberhasilan silsilah ajaran esoterik dari sesepuh Tantrayana Tibet, yaitu :
- Liao Ming (Nyingma-pa - Aliran Tantra Merah)
- Ven. Tuten Dhargay (Gelug-pa - Aliran Tantra Kuning)
- H,H. Karmapa XVI (Kagyud-pa - Aliran Tantra Putih)
- Lama Sakya zheng-kong (Sakya-pa - Aliran Tantra Bunga)
Adapun Pokok-Pokok Ajaran Tantrayana Satya Buddha antara lain:
- Catur Arya Satyani
- Tri-Lakshana
- Pratitya Samutpada
- Hukum Karma dan Tumimbal Lahir
- Tri-Kaya
- Bodhisattva
- Upaya Kausalya
- Sunyata
Ajaran Esoterik Tantrayana Satya Buddha meliputi:
- Kriya Tantra
- Carya Tantra
- Yoga Tantra
- Anuttara Tantra
Metode Latihan Tantrayana Satya Buddha dibawah ini berdasarkan eskalasi latihan sebagai berikut:
- Sadhana Catur Prayoga
- Maha Namaskara
- Maha Puja
- Catur Sarana
- Sadhana Vajrasattva
- Sadhana Guru Yoga Padma Kumara
- Sadhana Satya Dewata/Yidam Buddha
- Latihan Bhadra Kumbha
- Membangkitkan Kundalini
- Enam Keberhasilan Naropa
- Latihan Tanpa Tiris dst.
JADWAL KEBAKTIAN
- Kebaktian menurut jadwal kalender:
- Hari Senin (Umum) : Sadhana Catur Prayoga, Pukul 19.00
- Hari Jum'at (Umum) : Sadhana Yidam Yoga, Pukul 19.00
- Hari Minggu (Sekolah Minggu) : Sadhana Catur Prayoga, Pukul 08.00
- Hari Minggu (Remaja) : Sadhana Catur Prayoga, Pukul 10.30
- Kebaktian menurut kalender Lunar:
- Tanggal 1 dan 15 (Umum) : Sadhana Umum, Pukul 19.00
- Tanggal 18 ( Umum) : Upacara Penyesalan dan Pertobatan Satya Buddha Sutra, Pukul 19.00
- Kebaktian memperingati Hari Besar Para Buddha dan Boddhisattva pada hari tertentu.
|
VARIA PERISTIWA |
|
|
|

|
|

|
|
Altar di Vihara Dharma Hastabrata
|
|
Mandala yang dipersiapkan untuk Puja Bakti
|
|
|
|
Waisak Nasional di halaman Candi Borobudur
|
|
|
|
|
|
|
|

|
|
Dalam berbagai
event
Barongsay selalu hadir |
|
Barongsay ikut menyemarak menyambut
|
|
di tengah-tengah umat dan pejabat teras.
|
|
kedatangan Acharya Lian Hua Li Hui dan para
|
|
|
|
Bhiksu di Vihara Dharma Hastabrata
|
|
|
|
|
|

|
|

|
|
Acharya Lian Man sedang memberikan Abhiseka
|
|
Salah satu peran aktif pemuda Vihara Dharma
|
|
Ksitigarbha Bodhisattva di Medan
|
|
Hastabrata dalam kancah penyaluran berkat dan
|
|
|
|
pengetahuan antar Vihara
|
|
|
|
|
|

|
|

|
|
Kunjungan persahabatan antar Vihara ikut
|
|
Peran aktif kepedulian sosial Madha Tantri
|
|
memberi suasana ceria di wajah anak-anak remaja
|
|
mendapat simpati umat kalangan sendiri maupun
|
|
seperti kegiatan berdendang lagu bersama
|
|
masyarakat yang membutuhkan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Malam keakraban yang diadakan Madha Tantri
|
|
Barisan Madha Tantri berperan serta dalam
|
|
dalam solidaritas umat Satya Buddha
|
|
memperingati Tri Suci Waisak di Candi Borobudur
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Semua umat Madha Tantri Ujung Pandang
|
|
Maha Acharya Lian Man meng-abhiseka umat
|
|
berkumpul bersama dengan (dari sebelah kiri)
|
|
yang bersarana Tantra Satya Buddha
|
|
Ketua DPD Madha Tantri Sulsel, Ketua Walubi
|
|
|
|
Sulsel, dan Kepala Kanwil Depag Tk.II Sulsel
|
|
|
|
di Vihara Dharma Agung
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tahun Baru Imlek juga disambut meriah
|
|
Daya kreasi muda-mudi Madha Tantri tidak
|
|
dengan tarian yang bernuansa Mandarin
|
|
kalah menarik dalam tarian Kipas
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tari Avalokitesvara berlengan banyak merupakan |
|
|
|
tarian andalan dari Madha Tantri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|