Paritta

Dhammapada
Paritta Umum

Mantra
Sutra




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 KITAB SUCI DHAMMAPADA

XVI.  KECINTAAN

 

  1. Berusaha dalam hal-hal yang tak patut diupayakan, takberusaha dalam hal-hal yang patut diupayakan, mengabaikan hal-hal yang bermanfaat, melekat pada objek yang menyenangkan; orang bersifat demikian niscaya merasa iri hati terhadap mereka yang berswadaya.

  2. 209

     

  3. Janganlah melekat pada apa yang dicintai ataupun tak dicintai. Perpisahan dengan apa yang dicintai adalah suatu penderitaan. Perjumpaan dengan apa yang tak dicintai juga merupakan penderitaan.

  4. 210

     

  5. Karena perpisahan dengan apa yang dicintai adalah suatu penderitaan, janganlah mencintai apa pun. Tiada lagi ikatan batin bagi mereka yang terbebas dari kecintaan dan ketakcintaan.

  6. 211

     

  7. Kesedihan timbul dari apa yang disayangi; ketakutan timbul dari apa yang disayangi. Tiada lagi kesedihan dan ketakutan bagi mereka yang tidak memiliki sesuatu yang disayangi.

  8. 212

     

  9. Kesedihan timbul dari kecintaan; ketakutan timbul dari kecintaan. Tiada lagi kesedihan dan ketakutan bagi mereka yang tidak memiliki kecintaan.

  10. 213

     

  11. Kesedihan timbul dari kegembiraan [inderawi]; ketakutan timbul dari kegembiraan. Tiada lagi kesedihan dan ketakutan bagi mereka yang tidak memiliki kegembiraan.

  12. 214

     

  13. Kesedihan timbul dari nafsu; ketakutan timbul dari nafsu. Tiada lagi kesedihan dan ketakutan bagi mereka yang tidak memiliki nafsu.

  14. 215

     

  15. Kesedihan timbul dari keinginan; ketakutan timbul dari keinginan. Tiada lagi kesedihan dan ketakutan bagi mereka yang tidak memiliki keinginan.

  16. 216

     

  17. Ia yang sempurna dalam kesilaan dan pandangan terang, yang mapan dalam Dhamma, yang berbicara kebenaran, yang telah menunaikan tugasnya; niscaya menjadi kecintaan bagi orang lain.

  18. 217

     

  19. Barangsiapa mengembangkan harapan pada Nibbana [yang takbersyarat], yang batinnya menembus tiga hasil kesucian [Sotapatti, Sakidagami dan Anagami-phala], yang batinnya tidak tertarik pada kenikmatan nafsu; orang tersebut disebut "penentang arus [kehidupan]".

  20. 218

     

  21. Setelah lama berpisah seseorang yang kembali dari tempat jauh dengan selamat niscaya disambut gembira oleh sanak keluarga serta para kerabatnya.

  22. 219

     

  23. Begitu juga, kebajikan yang telah diperbuat niscaya menyambut pelakunya yang meninggal menuju dunia mendatang seperti sanak keluarga menyambut pulangnya orang yang dicintai.

  24. 220
Back Next

 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.