Paritta

Dhammapada
Paritta Umum

Mantra
Sutra




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 KITAB SUCI DHAMMAPADA

XVII.  KEMARAHAN

 

  1. Redakan kemarahan, tanggalkan kesombongan, dan putuskan semua belenggu batin. Penderitaan tak akan menguasai orang yang tidak melekat pada batin dan jasmani, yang telah melenyapkan noda batin.

  2. 221

     

  3. Barangsiapa dapat menahan kemarahan yang meletup seperti kusir yang menghentikan kereta yang sedang melaju, ia patut disebut sais sejati, sedangkan kusir-kusir lain hanyalah pemegang tali kendali.

  4. 222

     

  5. Kalahkan kemarahan dengan cintakasih; kalahkan kejahatan dengan kebajikan; kalahkan kekikiran dengan kemurahan hati; kalahkan kebohongan dengan kejujuran.

  6. 223

     

  7. Hendaknya berbicara benar, tidak marah, dan memberi meski hanya sedikit kepada yang membutuhkan. Dengan melaksanakan tiga kebajikan ini, seseorang dapat masuk ke Alam Surga.

  8. 224

     

  9. Orang-orang suci yang tidak menganiaya makhluk lain, yang senantiasa terkendali jasmaninya, niscaya mencapai keadaan Tanpa Kematian (Nibbana) yang terbebas dari kesedihan.

  10. 225

     

  11. Bagi mereka yang senantiasa terjaga, tekun berlatih siang malam, selalu mengarahkan batin pada kedamaian Nibbana; semua noda batin niscaya termusnahkan.

  12. 226

     

  13. O Atula, hal ini sudah sejak lama bukan baru ada sekarang ini bahwa mereka yang berdiam diri dicela, mereka yang beromong banyak dicela, mereka yang berbicara ala kadarnya pun dicela. Di dunia ini, tidak ada seorang pun yang tidak [pernah] dicela.

  14. 227

     

  15. Orang yang dipuji atau dicela melulu tidaklah pernah ada, tidak ada, dan tidak akan ada.

  16. 228

     

  17. Setelah memperhatikan secara saksama, orang berpengetahuan memuji seseorang yang menempuh kehidupan tanpa cela, arif, sempurna dalam kebijaksanaan dan kesilaan. Siapakah yang layak mencela orang yang seperti emas murni ini? Bahkan para dewa dan brahma pun memujinya.

  18. 229

     

  19. Setelah memperhatikan secara saksama, bijaksanawan memuji seseorang yang menempuh kehidupan tanpa cela, arif, sempurna dalam kebijaksanaan dan kesilaan. Siapakah yang layak mencela orang yang seperti emas murni ini? Bahkan para dewa dan brahma pun memujinya.

  20. 230

     

  21. Hendaknya menjaga gejolak jasmaniah; hendaknya mengendalikan tindakan; hendaknya menghentikan kejahatan melalui tindakan dan [sebaliknya] melakukan kebajikan melalui tindakan.

  22. 231

     

  23. Hendaknya menjaga keusilan ucapan; hendaknya mengendalikan ucapan; hendaknya menghentikan kejahatan melalui ucapan dan [sebaliknya] melakukan kebajikan melalui ucapan.

  24. 232

     

  25. Hendaknya menjaga gejolak pikiran; hendaknya mengendalikan pikiran; hendaknya menghentikan kejahatan melalui pikiran dan [sebaliknya] melakukan kebajikan melalui pikiran.

  26. 233

     

  27. Para bijaksanawan mengendalikan tindakan, ucapan dan pikirannya. Sesungguhnya, mereka itu terkendali dengan sempurna.

  28. 234
Back Next


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.