Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 Kathina
Lambang Bakti Kita Terhadap Sang Tri Ratna

Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dan Sang Tri Ratna, yang senantiasa memberikan kebahagiaan bagi kita semua. Peringatan puja bakti Hari Raya Kathina yang ke 2543, dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Buddha Dhammasena Universitas Trisakti merupakan bagian dalam upaya peningkatan kualitas keimanan dikalangan mahasiswa. Saya sangat bangga dan menyambut baik pelaksanaan puja bhakti ini karena para mahasiswa masih memiliki kepedulian dalam mewujudkan nilai-nilai spiritual ditengah-tengah kuatnya budaya materialisme dan sekulerisme. Perhatian yang telah dicurahkan oleh mahasiswa untuk melaksanakan puja bakti kepada Sang Tri Ratna, menandakan adanya ketulusan hati yang bersumber dari cinta kasih dan kasih sayang.

Hari Raya Kathina mengandung makna bahwa umat Buddha memberikan persembahan kepada Bhikku Sangha yang telah menyelesaikan Vassanya. Dana persembahan kepada para Bhikku berupa Cattupacaya atau 4 kebutuhan sehari-hari. 4 kebutuhan para Bhikku adalah jubah, makanan, tempat tinggal dan obat-obatan. Disamping 4 kebutuhan pokok itu ada pula 8 pelengkap yang mendukung terlaksananya Vinaya dengan baik, antara lain mangkok, saringan air dan lain-lainnya.

Persembahan kepada Bhikku Sangha merupakan wujud bakti dari umat Buddha kepada Sangha sebagai pelindung Dhamma. Dengan adanya puja bakti Kathina ini, terkandung makna hubungan yang erat antara umat Buddha sebagai pendukung kehidupan Sangha untuk mencapai kesempurnaan bhatin dan Sangha sebagai pelindung Dhamma dengan membabarkan Buddha Dhamma kepada umat Buddha.

Hubungan yang erat antara Sangha dan umat Buddha, melalui puja bakti Kathina memberikan makna adanya proses pewarisan Dhamma dari Sangha kepada umat Buddha, selama berabad-abad ini. Pemaknaan puja bhakti Kathina sebagai proses pewarisan Dhamma sesuai dengan tema perayaan ini, bahwa Kathina merupakan lambang bakti kita kepada Sang Tri Ratna.

Para Bhikku Sangha yang menjadi pelindung Dhamma memiliki pijakan Dhamma Vinaya sebagaimana tauladan Yang Maha Suci Buddha Gautama. Para Bhikku Sangha memiliki kekuatan spiritual yang telah melepaskan keragu-raguan, kemelakatan, kemarahan, keserakahan, kebencian dan ketidaktahuan. Kearifan dan kebijaksanaannya, merupakan perlambangan dari Tri Ratna, yang memberikan tauladan bagi umat Buddha untuk mengatasi kehidupan dunia yang penuh dengan penderitaan. Bhikku Sangha inilah yang menjadi panutan bagi umat Buddha, sehingga umat senantiasa memberikan persembahan yang tulus kepadanya.

Atas nama DPP Walubi, Saya mengucapkan selamat kepada Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Buddha Dhammasena Universitas Trisakti, atas terselenggaranya perayaan puja bakti Kathina. Semoga dengan perayaan Hari Raya Kathina memberikan hikmah peningkatan kualitas, penghayatan Buddha Dhamma bagi generasi muda.

Selamat Hari Raya Kathina ke 2543.

Hormat Saya,

Dewan Pengurus Pusat
Perwakilan Umat Buddha Indonesia

Ibu Dra. Siti Hartati Murdaya
Ketua Umum

Ucapan bangga / puji atas kesadaran akan dharma

  1. Pengertian Kathina, persembahan kepada bhikkhu Ariya Sangha Kathina merupakan hari dana umat Buddha kepada para bhikkhu yang telah melaksanakan vassa. Dana persembahan kepada para bhikkhu berupa " Cattupaccaya " atau empat kebutuhan sehari-hari. Cattupaccaya atau empat kebutuhan pokok para bhikkhu berupa : Jubah (civara), Makanan (Ahara), Tempat tinggal (Sena-sana) dan obat-obatan (besajjam). Kesemuanya yang tersebut diatas adalah merupakan kebutuhan pokok, disamping kebutuhan pokok itu ada delapan pelengkap yang mendukung terlaksananya Vinaya dengan baik, yang sering kita sebut sebagai " Attha-parikkhara " yang terdiri dari : jubah luar (utharasanga), jubah dalam (antaravasaka) dan sanghati atau jubah rangkap, ikat pinggang, mangkok, saringan air dan ………… (lupa)

    Persembahan dana kepada Ariya Sangha atau sangha terdahulu dan sangha sekarang yang dikatakan sebagai sangha-sammuti, sesungguhnya kita tetap berdana kepada ariya sangha, karena kita tidak tahu persis, bahwa didalam sammutti-sangha atau sangha sekarang ' tidak menutup kemungkin' ada yang telah mencapai kersician, mengapa demikian karena hanya seorang sakadagami yang dapat mengatakan bahwa teman yang ini adalah seorang sotapanna dan seterisnya. Jadi hanya anak kelas 2 (dua) yang dapat mengatakan bahwa kelas yang dibawahnya adalah kelas 1 (satu) dan seterusnya.

  2. Pewarisan dharma dari satu generasi kegenerasi
    Dikatakan sebagai pewaris dharma dari satu generasi kegenerasi lainnya adalah benar, karena sangha sesungguhnya adalah persaudaraan para bhikhu sebagai " lokapala dharma " penjaga-pelindung dharma-vinaya. Kita sebagai umat Buddha yang baik sesungguhnya keutuhan dharma-vinaya Sang Arahanta Samma-Sambuddha harus teris kita pelihara, sebagai " Bahtera " dalam mengarungi kehidupan yang serba tidak pasti ini.

  3. Pewarisan nilai dharma yang tinggi
    Mengapa sangha sering dikatakan sebagai pewaris nilai dharma tertinggi, karena persaudaraan para bhikku (sangha) pada waktu itu adalah satu-satunya wadah yang paling tepat. Sehingga Sang Arahanta Samma-Sambuddha menujuk Sangha sebagai pewaris dharma-vinaya satu-satunya yang paling tepat. Mengapa demikian ? Karena para

  4. Lima halangan bathin, kemarahan, keragu-raguan, kebencian,

  5. Umat yang mempunyai kearifan dapat menjadi buddha dharma

  6. Penutup selamat khatina dan tugas mulia khatina dan membuahkan karma baik yang bahagia

    Suasana Reformasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, umat Buddha hendaknya menyingkapi dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan. Kearifan dan Kebijaksanaan bersumber pada kesadaran untuk mengubah nilai-nilai moral yang penuh dengan kebencian dan Peringatan Hari Raya Kathina ke 2543, yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Buddha, Dhammasena Universitas Trisakti merupakan bagian dalam upaya peningkatan kualitas keimanan terhadap Buddha Dharma. Saya menyambut baik dan sangat bangga dari peran serta mahasiswa yang berupaya secara berkesinambungan untuk meningkatkan keimanan ditengah dunia yang penuh dengan pandangan materialisme. bahwasanya, perhatian yang telah benar - benar dicurahkan oleh para mahasiswa, untuk melakukan bhakti kepada Tri Ratna, terutama adalah kepada para Bhikku Sangha.

    Salah satu contoh kegiatan yang baik sekali adalah melaksanakan "Berdana", sebagai wujud nyata dari bhakti kita kepada Bhikku Sangha dan sebagai realisasi pelaksanaan dan penghayatan Dana Paramitta

Para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Ajaran Dharma selayaknya dapat dilaksanakan dengan baik agar dapat terpupuk jiwanya untuk lebih meningkatkan Saddha dan Bhaktinya, didalam melaksanakan Dana Paramitta dalam kehidupan beragama. Tumbuhnya rasa toleransi dan sikap tenggang rasa, tidak lain didasari oleh sikap suka berdana, terutama Abhaya Dana

Sekali lagi saya menyambut baik dan sangat gembira bahwa, para mahasiswa khususnya yang tergabung dalam UKMK Buddha, Dhammasena Usakti, telah dengan segala upaya yang baik menyelenggarakan perayaan Kathina ini demi kerja sama yang baik pula, dengan para Bhikku Sangha yang tentunya sudah selama ini menjalin hubungan baik dan lestari

Selamat Hari Raya Kathina ke 2543.

Oleh: Ibu Dra. Siti Hartati Murdaya




Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.