Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 Cuplikan dari karangan Maha Guru Lian Sheng Huofo, disusun oleh : Lianhua Ru Xin

Memperkenalkan Yidam : YIDAM BUDDHA BHAISAJYA GURU BUDDHA

Bhaisajya-Guru Vaidurya Prabhasa adalah seorang Buddha Medis. Tugas utama beliau adalah membantu meringankan penderitaan makhluk hidup yang disebabkan oleh penyakit. Beliau memiliki tekad yang tinggi serta pebuatan amal yang amat besar, tanah suci beliau terletak di sebelah timur gunung Sumeru atau Vaidurya Purva Loka, adalah suatu tempat yang sangat subtil dan sakral. Sadhaka Tantrik yang memilih Bhaisajya Guru sebagai Yidam dalam melatih dan mengembangkan diri, bukan saja akan memiliki kemampuan membantu meringankan dan menolong orang lain membebaskan diri dari penderitaan, tetapi juga kelak akan terlahir kembali di tanah suci Yidam Buddha Bhaisajya Guru, dan mencapai ke-Buddha-an di sana.

Kunci utama Bhaisajya Guru Vaidurya Prabhasa menyembuhkan penyakit adalah pancaran sinar berwarna biru yang menyentuh dan menyinari pakaian serta makanan si penderita. Ini adalah rahasia penyembuhan itu sendiri. Namun sesungguhnya, ajaran dan ilmu Yidam Buddha Bhaisajya Guru bukan hanya ampuh bagi penyembuhan penyakit, tetapi juga dapat menaklukkan para mara serta mengalahkan musuh.

Bhaisajya-Guru Buddha memiliki 12 orang perwira yang siap melaksanakan tugas yang diperintahkan Bhaisajya-Guru Buddha sebagai Yidam Buddha, juga dapat menggerakkan ke-12 orang perwira tersebut.

Pelayan dan kerabat Bhaisajya-Guru Buddha masih ada lagi yang namanya 'Surya-prabhasana Bodhisattva', 'Candra-prabhasana Bodhisattva', 'Avalokitesvara Bodhisattva', Mahasthamaprapta Bodhisattva', 'Manjusri Bodhisattva', 'Bao Chan Hua Phu Sa', 'Aksayamati Bodhisattva', 'Bhaisajya Raja Bodhisatva', 'Bhaisajya Samudgata Bodhisattva', 'Maitreya Bodhisattva' dan lain-lain, sehingga dapatlah dikatakan amat sangat khidmat dan agung.

Bagi sadhaka yang melatih dan melaksanakan latihan serta Dharma Bhaisajya-Guru sebagai Yidam, terlebih dahulu harus berpegang pada 12 ikrar Bhaisajya-Guru sebagai berikut :

  1. Bertekad menerangi diri sendiri dan orang lain;
  2. Bertekad membangkitkan semangat untuk menyadarkan semua makhluk hidup;
  3. Bertekad membantu semua makhluk hidup agar dapat terlaksana semua keinginan mereka, dan tak satupun keinginan yang tak tercapai;
  4. Bertekad membantu semua makhluk hidup agar dapat membangkitkan semangat altruistis untuk membantu sesama makhluk hidup;
  5. Bertekad menyadarkan semua makhluk hidup agar dapat melaksanakan kewajiban Brahmana dan berpegang teguh pada Tiga kelompok sila
  6. Bertekad membantu semua makhluk hidup sehingga memiliki akar Bohdi yang kuat.
  7. Bertekad membantu semua makhluk hidup terbebas dari segala macam siksaan penyakit, sehingga dapat berhasil mencapai tingkat Anuttara Bodhi.
  8. Bertekad membantu semua makhluk hidup agar dapat terlahir kembali sebagai makhluk sejenis maskulin
  9. Bertekad membantu semua makhluk hidup terbebas dari gangguan dan belenggu ajaran sesat para mara, membebaskan mereka dari pikiran sesat dan membimbing mereka pada jalan yang benar.
  10. Bertekad membantu semua makhluk hidup terhindar dari mara bahaya yang disebabkan oleh perampokkan, pencurian dan lain-lain.
  11. Bertekad membantu semua makhluk hidup agar terhindar dari kesulitan makananan dan minuman.
  12. Bertekad membantu semua makhluk hidup agar terhindar dari kesulitan pakaian.

Inkantansi Yidam Bhaisajya-guru Buddha adalah :
Vaidurya Prabhasa yang bersih dan jernih.

Saya sadar sesadar-sadarnya, bahwa agar dapat memiliki tubuh sehat tanpa penyakit, kita harus melatih agar 'Prana dan Nadi' dalam tubuh kita dapat mengalir dengan lancar tanpa rintangan, bahkan sampai seluruh tubuh menjadi tembus pandang laksana glasir yang bersih bening. Untuk mencapai taraf ini, kekuatan panas yang ada dalam tubuh harus dimanfaatkan untuk melebur seluruh bentuk-bentuk kilesa yang ada dalam diri kita, sehingga menjadi transparan dan tembus pandang bagaikan glasir.

Metode melatih diri seperti ini adalah metode yang amat khidmat dan mulia. Metode ini dapat membuat sinar dalam diri kita menyala dan bercahaya. Dan satu hal lagi yan gharus diketahui adalah bahwa di antara 12 ikrar Bhaisajya-guru Buddha, salah satunya adalah 'Bertekad menerangi diri sendiri dan orang lain'. Dari ikrar ini saja, seorang sadhaka terlebih dahulu harus melatih diri agar mencapai taraf 'cahaya glasir dalam diri sendiri menyala', setelah itu baru mengupayakan agar 'cahaya glasir pada diri seluruh makhluk hidup di dunia ini menjadi menyala dan bersinar terang.'

Menurut saya, ikrar pertama adalah inkantansi yang paling penting untuk melatih/melaksanakan ajaran dan ilmu Yidam/Satyadewata Bhaisajya-guru. Dan tugas utama Bodhisattva ini adalah menyembuhkan segala macam penyakit. Caranya adalah dengan menyembuhkan diri sendiri terlebih dahulu, kemudian meluas pada usaha membantu orang lain terbebas dari siksaan penyakit.

Inkantansi Yidam ini adalah : Dari kedalaman lubuk hati sadhaka Tantrik terpancar sinar Vaidurya Prabhasa berwarna biru; dan dari kedalaman lubuk hati Bhaisajya-guru juga memancarkan sinar Vaidurya Prabhasa berwarna biru. Kemudian, kedua berkas sinar itu bertemu dan menyatu. Tiada lagi perbedaan antara sadhaka dengan Bhaisajya-guru, semuanya telah menjadi dan adalah Yidam itu sendiri.

Sinar Glasir yang bersih bening/Vaidurya Prabhasa yang ada dalam diri seorang sadhaka harus dilatih dengan Kekuatan api bagian dalam sedangkan yang dilatih dengna Kekuatan api bagian luar adalah 'Dharma Home', dan Dharma Homa bermanfaat untuk membakar dan meleburkan seluruh Karmavarana Kileas yagn masih terseisa, baik dalam diri sendiri maupun dalam diri seluruh makhluk hidup lainnya.

Begitu Karmavarana Kilesa lenyap, maka kita pun terbebas dari deraan penyakit yang menyiksa diri.

Inkantansi Yidam Bhaisajya-guru yang sebenarnya adalah : Kekuatan api bagian dalam tubuh; kekuatan api bagian luar dan Vaidurya prabhasa.

Selanjutnya juga harus dipahami bahwa untuk melaksanakan ajaran ini, terlebih dahulu seorang sadhaka harus memahami makna dari ajaran Sang Buddha Sakyamuni tentang 'Merawat Orang Sakit sebagai Ladang Karma yang Terbaik'.

Sang Buddha pernah bersabda, 'Sejak hari ini, orang sakit harus diberikan prioritas, bila ada umat yang ingin memberikan persembahan pada saya, maka terlebih dahulu berikanlah persembahan itu kepada orang sakit.'

Dalam Brahmajala Sutra disebutkan, setiap umat Buddha hendaklah merawat orang sakit sebagaimana merawat sang Buddha. Di antara 8 macam ladang berbuat karma baik, merawat orang sakit adalah ladang yang paling baik. Demikianlah bila terdapat orang tua, Guru atau anak/murid menderita penyakit, harus dirawat dengan baik agar cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya itu.

Dalam empat divisi Vinaya terdapat 5 prinsip yang harus dijaga, yaitu :

  1. Mengetahui apa yang boleh dan tak boleh dimakan oleh si sakit, dan bila ada yang boleh dimakan maka berikanlah padanya;
  2. Tidak merasa jijik dengan sisa-sisa pembuang air kecil/air besar dan ludah si sakit;
  3. Merawat si sakit semata-mata karena dorongan Maitri Karuna, dan tidak membeda-bedakan mereka dari pakaian dan makanan yang tersedia'
  4. Mengerti dan dapat menyiapkan obat-obatan yang diperlukan, sehingga si sakit dapat sembuh dari penyakitnya;
  5. Dapat bercerita tentang Dharma kepada si sakit, sehingga timbul optimisme dan rasa senang pada si sakit;

Di antar kelima prinsip tersebut di atas, prinsip kelima adalah prinsip yang utama dan paling penting, karena segala macam penyakit yang diderita seseorang adalah disebabkan oleh karma-karma buruk yang pernah dilakukannya pada masa lalu, oleh karena itu penyelesaian dan pertobatan perlu dilakukan. Kepada si sakit harus diberikan pengertian agar mau berlindung kepada sang Triratna, selalu membaca nama Buddha, Dharma dan Sangha, agar pada akhirnya mereka memahami hukum karma dan hukum sebab-akibat.

Pada kesempatan yang lalu, saya pernah memanfaatkan 'Dharma Homa' dan Dharma memancarkan cahaya atau kadang-kadang juga dengan Vaidurya Prabhasa (Sinar glasir yang bersih bening) untuk memancarkan sinar merah dan hijau menolong menyembuhkan penyakit yang diderita orang, dan telah menyembuhkan tak terhitung banyaknya orang yang menderita penyakti. Dharma ini memiliki kekuatan yang amat dahsyat, dan merupakan Yidam Dharma yang tak terhingga (Dharma Yidam Anuttara).*

Perhatian : Seluruh ajaran dan Dharma dalam Tantrayana Satya Buddha hanya boleh dilatih dan dilaksanakan oleh mereka yang telah bersarana kepada Maha Mula Vajra Acharya serta telah menerima abhiseka permohonan Dharma. (Bagi yang berkeinginan bersarana pada Lian sheng Huofo serta mendapatkan Abhiseka permohonan Dharma dapat dilakukan dengan mengirim surat permohonan ke alamat Arama Tantrayana Satya Buddha di Amerika atau minta petunjuk pada pengurus di Vihara/Cetiya Satya Buddha setempat).

Sumber :
Bulanan CENFO Indonesia
NO:19, OKT 2002



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.