Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 MEMPERKENALKAN YIDAM ZHAMBALA KUNING
Hari Kelahiran : Tanggal 4 Bulan ke 8 menurut tarikh lunar

Zhambala Kuning sebenarnya adalah perwujudan dari Maha Raja Bahu-sruta. Dan Maha Raja Bahu-sruta sendiri adalah salah satu dari 'Catur Lokapala Maha Raja' yang memiliki alias/nama lain sebagai Maha Raja Vaisravana yang juga adalah Prabha Vidya Dharmapala dan juga seorang Maha Dewata penuh welas-kasih yang selalu memberikan perlindungan dan berkah kesejahteraan kepada para makhluk hidup. Maha Raja Bahu-sruta bermukim di bagian utara dalam Catur Deva-loka dengan Yaksa dan Raksasa sebagai pelayannya.

Pada umumnya Maha Raja Bahu-sruta tampil dalam wujud tangan kiri yang menopang sebuah Ratna Stupa yang dari dalamnya dapat dimuntahkan pelbagai macam benda-benda mustika berharga. Oleh karena Zhambala Kuning adalah salah satu perwujudan dari Maha Raja Bahu-sruta, maka di dalam tradisi Tantra Tibet, Ratna Stupa itu berganti wujud sebagai seekor Tikus Sakti yang juga dapat memuntahkan berbagai macam benda-benda mustika berharga. Akan tetapi semua ini hanyalah simbol-simbol perwujudan saja, sedangkan pada kenyataannya, Zhambala Kuning adalah Maha Raja Bahu-sruta sendiri.

Satyadewata Dharma Zhambala Kuning termasuk salah satu dari Delapan Satyadewata Besar dalam aliran Satya Buddha, dan ini bukan tanpa alasan. Menurut saya (Maha Guru Liansheng Huofo) tidak sedikit para siswa dan umat Satya Buddha yang berasal dari keluarga kaya-raya, namun demikian juga tidak kurang banyaknya siswa dan umat Satya Buddha yang hidup dalam kesusahan dalam himpitan-himpitan kemiskinan. Dan para siswa dan umat yang hidup dalam kemiskinan itu berharap agar Acharya sudi menurunkan dan mengajarkan sebuah ilmu yang dapat membantu mereka membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan kesusahan itu.

Untuk itu, saya telah merenungkan sampai lama sekali, dan juga mempertimbangkan banyak sekali. Saya tahu bahwa Maha Raja Bahu-sruta adalah seorang Maha Raja yang paling kaya dan makmur di alam surga, dan juga beliau adalah seorang Dewata Pelindung Dharma (Dharmapala) yang senang memberi pertolongan kepada para fakir miskin, selain itu Maha Raja Bahu-sruta juga adalah seorang Dewata yang menyimpan banyak sekali rahasia-rahasia besar, dan juga adalah seorang Dewata yang memiliki perjodohan yang besar untuk selalu berubah-ubah wujud.

Oleh karena itu, saya memasukkan Maha Raja Bahu-sruta (Zhambala Kuning) ini sebagai salah satu dari Delapan Satyadewata Besar dalam aliran Satya Buddha, dengan harapan agar dengan berkah kekuatan yang begitu besar yang dimiliki Maha Raja Bahu-sruta, 'Satya Buddha' dapat memperoleh bantuan dan pertolongan sehingga segala usaha pembabaran Dharmanya dapat semakin ditingkatkan dari hari kehari, sampai akhirnya tersebar ke seluruh pelosok dunia. Dan pada akhirnya seluruh umat manusia dan makhluk hidup memperoleh pertolongan berkat Satya Buddha Dharma dan tercapailah cita-cita dan tujuan akhir, yaitu memperkenalkan Buddha Dharma ke seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia.

Inkantasi Satya Dewata Zhambala Kuning

Menurut Liansheng Huofo, Inkantasi untuk mempraktekkan ilmu Satyadewata Zhambala Kuning adalah 'Berbuat amal untuk melindungi Harta Kekayaan' untuk itu pertama-tama kita harus terlebih dahulu memahami makna dari ungkapan 'Amal'.

'Beramal' berarti membagi-bagikan milik kita sendiri kepada para makhluk hidup lain, untuk itu terdapat 3 cara yaitu :

  1. Beramal dalam bentuk materi
  2. Beramal dalam bentuk ajaran-ajaran Dharma
  3. Beramal dengan kekuatan-kekuatan iddhi

Untuk mengamalkan ajaran-ajaran dan ilmu Satyadewata Zhambala Kuning, syarat utamanya adalah memiliki semangat karitas yang tinggi dalam melaksanakan dan berbuat amal.

Terlebih-lebih bagi mereka yang kemampuan ekonominya sangat kurang, melaksanakan tiga macam amal itu adalah sangat penting, mereka harus dapat melakukan :

  1. Belajar menyiapkan dan mempersembahkan makanan untuk Setan Kelaparan dan para Raksasa;
  2. Beramal menyiapkan makanan vegetarian untuk dipersembahkan kepada para Bhiksu anggota Sangha;
  3. Menguasai tata upacara untuk melakukan persembahan kepada Zhambala Kuning

Dari ketiga macam perbuatan amal di atas, yang pertama dan yang kedua termasuk kategori 'Berbuat amal untuk melindungi Harta Kekayaan', karena dengan menyiapkan makanan untuk para Setan Kelaparan dan para Raksasa berarti kita sudah menjalin jodoh yang kuat dengan Zhambala Kuning, dan berkat terjalinnya jodoh itu kita sudah menanamkan karma baik untuk 'Melindungi harta kekayaan' karena sudah 'berbuat amal'.

Dengan melaksanakan perbuatan amal dengan tujuan dapat melindungi harta kekayaan, maka kita akan benar-benar mendapat perlindungan dalam merawat dan menjaga harta kekayaan kita. Bila selain itu kita juga menguasai tata upacara untuk melaksanakan persembahan kepada Zhambala Kuning, maka gabungan antara perbuatan amal dan penguasaan tata upacara persembahan Zhambala Kuning akan merupakan perpaduan yang saling dukung mendukung dan akan memberikan hasil yang maksimal.

Perihal 'Beramal dengan kekuatan-kekuatan iddhi' adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat dilaksanakan oleh manusia pada umumnya. Hanya para Vajra Acharya yang telah mencapai pencerahan yang dapat mengamalkannya. Amal ini adalah amal yang dilakukan dengan kekuatan-kekuatan iddhi untuk membantu para makhluk hidup yang sedang berada dalam penderitaan. Para Vajra Acharya mampu memberikan pertolongan dan bantuan kepada para makhluk hidup yang sedang kesusahan itu melalui kekuatan iddhi yang mereka miliki hanya dalam sekejap lintasan pikiran atau hanya melalui mimpi-mimpi mereka.

Menurut Liansheng Huofo, Maha Raja Bahu-sruta adalah Maha Raja yagn paling kaya dan makmur, kedua kaki beliau didukung dan ditopang oleh para Prthivi/Dewa Bumi yang kuat dan kekar, dan dari sebelah kanan dan kiri Dewa Bhumi, beliau juga mendapat bantuan dan lindungan dari dua orang Yaksa.

Sudah saya katakan, bahwa Zhambala Kuning dimasukkan sebagai salah satu dari 8 Satyadewata Utama dalam aliran Satya Buddha. Dan ini bukanlah tanpa sebab, dari sudut pandangan Lokyatara saya melihat bahwa para siswa dan umat Satya Buddha banyak sekali yang berasal dari keluarga kaya raya, namun juga tidak kurang banyaknya siswa dan umat yang berasal dari kalangan fakir miskin, agar para siswa dan umat kita yang sedang dibelit oleh kesusahan hidup karena kemiskinannya itu, maka diupayakan agar mereka mengerti dan dapat melaksanakan amal-amal yang diarahkan agar dapat melindungi dan menjaga berkah harta dan kekayaan mereka, dengan melaksanakan amal-amal tersebut, mereka akan memperoleh karma baik berupa perlindungan terhadap harta kekayaan mereka. Setelah itu, barulah ajaran dan ilmu Zhambala Kuning diwariskan kepada mereka, sehingga akhirnya setiap siswa dan umat dapat membebaskan diri dari belenggu penderitaan kemiskinan.

Satu hal penting yang harus selalu diingat adalah bahwa inkantasi untuk melatih dan melaksanakan ajaran dan ilmu Zhambala Kuning adalah 'Berbuat Amal untuk melindungi Harta Kekayaan'.

'Samaya' sangatlah penting, tetapi 'Tata Upacara' juga tak kalah pentingnya. Dalam alam samadhinya, kita dapat ikut serta dengan Zhambala Kuning memasuki alam khayal surga utara yang menyebarkan raksi semerbak. Bila kita giat melatih dan melaksanakan ajaran-ajaran Satyadewata Zhambala Kuning, maka kita bukan saja akan memperoleh berkah harta kekayaan yang berlimpah, tetapi juga akan membawa kita ke alam surga utara untuk menjadi tuan rumah di sana.*

Sumber :
Bulanan CENFO Indonesia
NO:18, SEPT 2002



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.