Peristiwa terjadi di Wadah Ketuhanan Kamboja, ada seorang pria bermarga Wu, mengajak kami pergi kerumahnya di kota Jin Bian di ujung sebuah jembatan, untuk membuka sebuah vihara sementara (Lin Se Fo Thang). Setelah acara ritual penempatan vihara sementara selesai dilaksanakan pukul 09:00, Tuan Wu lalu pergi mengajak kakak perempuannya dan seorang teman bermarga Chen untuk memohon ketuhanan. Sekitar pukul 11:00 datang 18 orang wanita pedagang berumur 40-an dan bertanya: "Kalian disini sembahyang Buddha apa? Mereka mengatakan di ujung jembatan sana ada seorang gadis menyuruh kami datang kemari untuk memohon Jalan Ketuhanan.
"Kami datang kemari untuk mentransmisikan Jalan Ketuhanan, asalkan kita telah mendapatkan Ketuhanan, kelak rohani kita dapat kembali ke Nirwana." Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, mereka dengan gembira memohon Jalan Ketuhanan.
Begitu selesai melaksanakan ritual pendiksaan dan mereka belum sempat mendengarkan penjelasan tiga mustika, datang lagi 4 orang wanita yang lebih muda, begitu masuk mereka berkata : "Semalam kami bermimpi bertemu seorang gadis yang memberitahukan bahwa hari ini akan ada orang Tionghua datang kemari untuk mentransmisikan jalan Ketuhanan, dan menyuruh kami datang kemari untuk sembahyang kepada Buddha, hari ini kami kemari dan melihat, ternyata benar ada orang Tionghua dan sarana ibadah, oleh karena itu kami pun langsung masuk." Mereka berempat juga memperoleh transmisi inisiasi Ketuhanan.
Kira-kira pukul 13:00 siang hari, selesai mendengarkan penjelasan Tri Mustika dan kartu pendiksaan pun telah dibagikan, mereka lalu bertanya: "Tadi gadis yang mengantar kami sampai di ujung gang berada di mana? Kami ingin berterima kasih kepadanya, untung ada dia yang mengajak kami untuk memohon Jalan Ketuhanan, barulah kami bisa memperoleh Tri Mustika."
"Gadis yang kalian maksud tadi yang tiga ini ya! (waktu itu kami menunjuk tiga orang Buddha siswa yang berdiri di samping).
Mereka berkata :"Bukan mereka! Yang kami cari adalah gadis yang menggunakan pakaian berwarna putih. rambutnya panjang, wajahnya sangat cantik dan lembut.
Lalu kamipun berkata : "Disini tak ada orang seperti itu! hanya ada tiga orang gadis ini."
Merekapun berkata : "Bukan mereka, yang kami cari adalah gadis yang mengajak kami kemari, tadi sepulang berjualan, gadis itu menunggu kami di pinggir jembatan, dan memberitahukan kami disini ada orang Tionghua yang mentrans-misikan Jalan Ketuhanan serta menyuruh kami untuk segera datang, kamipun berkata tidak tahu tempatnya, akhirnya diapun mengantar kami sampai didepan gang, dan menunjuk kemari sambil berkata di sana tempatnya."
Kami merasa sangat bingung, akhirnya mempersilahkan mereka duduk dulu, lalu mengambil setumpuk foto-foto putri Raja Thailand ketika menyumbang tempat untuk dijadikan Vihara di Thailand, diantaranya ada selembar foto Boddhisattva Avalokitesvara, begitu mereka melihat foto tersebut, sekelompok orang itu serentak berkata: "Ini dia gadis yang tadi!"
Kamipun menjawab "Beliau bukan seorang gadis biasa! Beliau adalah Boddhisattva Avalokitesvara, juga disebut Dewi Kwan Im".
Boddhisattva Avalokitesvara menjelma dalam berbagai bentuk untuk menuntun makhluk triloka memohon Ketuhanan
Merekapun berteriak sambil berkata : "Gadis ini yang tadi mengantar kami kemari, kami ingin bertemu dgn Nya !"
Kami dengan gembira berkata :"Beliau itu adalah seorang Boddhisattva! Kalian ingin bertemu dengan Nya, saya harus kemana mencari dan mengajaknya kemari?"
Dengan wajah terkejut penuh kekaguman dan gembira mereka berkata: "Oh... ternyata Beliau seorang Boddhisattva."
Empat orang wanita yang lebih muda juga berkata : "Ya, benar! Gadis ini yang kemarin memberikan mimpi kepada kami, menyuruh kami hari ini datang kemari untuk sembahyang kepada Buddha dan memohon Jalan Ketuhanan."
Setelah mereka pergi, tak lama kemudian datang lagi sekitar 30 pelajar untuk memohon Ketuhanan. Setelah pelajar-pelajar tersebut memohon Ketuhanan, mandengarkan penjelasan Tri Mustika dan mengambil kartu diksa, dengan gembira mereka bermain-main disana.
Lalu kami memberi-tahukan mereka :"Kartu diksa ini ada gambar Buddha, sangat luhur, bisa melindungi diri kalian, baik-baiklah belajar, dan jagalah kartu ini, jangan untuk mainan lho!"
Kemudian bertanya bagaimana mereka bisa datang kemari memohon Ketuhanan. Mereka lalu menceritakan bahwa tadi seorang adik perempuan kecil berbaju putih, berwajah sangat lucu dan ayu mengajak mereka datang kemari, namun mengapa sekarang adik itu tak kelihatan?
"Disini tak ada adik perempuan kecil!" kamipun berpikir, mungkin penjelmaan dari Boddhisattva Avalokitesvara yang menuntun mereka. Kemudian murid mengambil gambar Dewi Kwan Im untuk diperlihatkan kepada mereka . begitu melihat gambar tersebut, mereka berkata:" Dialah yang mengajak kami kemari, tetapi umurnya tidak terlalu tua, baju yang dipakai juga sama, wajahnyapun persis sama, tapi dia adalah seorang adik perempuan."
LAOMU Mahawelas asih menurunkan Jalan Ketuhanan, Buddha Boddhisattva pun datang membantu. Saudara-saudari se-Ketuhanan, Jalan Ketuhanan diturunkan untuk menyelamatkan umat triloka (arwah, manusia, dewa). Orang-orang yang tulus membina Ketuhanan pasti akan selalu dibantu dan dilindungi oleh LAOMU.
Murid pertama kali pergi ke Kamboja untuk melaksanakan Ketuhanan, ini adalah pengalaman pertama bagi kami mendirikan vihara sementara, semuanya belum berpengalaman, ditambah lagi belum mengenal orang dan tempat di sana, komunikasi pun tak lancar, namun vihara sementara pun bisa dilaksanakan dengan lancar sampai selesai, begitu banyak orang yang memohon Ketuhanan, terakhir siswa-siswa dari dua sekolah yang berada di dekat ujung jembatan itu semuanya datang untuk memohon Ketuhanan. Semua ini adalah kemujizatan yang diatur oleh LAOMU, mengutus para Buddha Boddhisattva membantu melaksanakan Ketuhanan, yang mana sama sekali bukanlah kekuatan manusia semata. Sebab itu, membina dan melaksanakan Ketuhanan semuanya adalah berkat pancaran kebesaran Rahmat Kasih Tuhan, Keagungan Ikrar Suci Buddha Maitreya dan Budi Kebajikan Guru. Semuanya ini adalah kekuatan Tuhan, pekerjaan Illahi yang dilaksanakan oleh manusia, sehingga kita bisa menyelamatkan dan membim-bing umat manusia. Janganlah sekali-kali kita melupakan LAOMU, Buddha Maitreya, Bapak Guru Agung dan Ibu Guru Suci, dan kita ini hanyalah mewakili LAOMU, Buddha Maitreya, Bapak Guru Agung dan Ibu Guru Suci melaksanakan tugas, menjadi alat perkakas Tuhan yang baik.!
Sumber : PUSDIKLAT BUDDHIS MAITREYA
|