|
Puji Syukur atas Rahmat Kasih Tuhan, Keagungan Ikrar Suci Buddha Maitreya, Kebajikan Dwi Guru Agung, Kabar Sukacita Maitreya (Ketuhanan) telah sampai ke kampung halaman Sang Buddha Gautama, NEPAL. Ketuhanan disebarluaskan untuk menyelamatkan umat trilokya yang berjodoh Kebuddhaan kembali ke sisi Tuhan.
Kabar Sukacita Maitreya telah tersebarluaskan lebih dari lima puluh negara, salah satunya yaitu Nepal. Negara Nepal terletak pada perbatasan sebelah utara Negara India. Seluruh perbatasan utara Nepal dikelilingi oleh pegunungan Himalaya. Kehidupan di sini sungguh memprihatinkan, tetapi masyarakat-nya sangat polos dan baik hati. Karena lebih dari 2500 tahun yang lalu, yang mulia Buddha Sakyamuni lahir di daerah ini. Oleh sebab itulah daerah tersebut dimana-mana penuh dengan hawa Buddha Dharma yang kental.
Banyak sekali penduduk setempat termasuk juga para Lama datang Memohon Ketuhanan. Selama 4 tahun telah didirikan vihara sebanyak 4 buah. Kader Ketuhananpun mulai bermunculan. Setiap hari para umat melakukan bakti puja dengan penuh ketulusan, bahkan penduduk asli Nepal pun terbangkit menjadi pengabdi Ketuhanan.
Hampir ¾ bagian dari daerah Nepal terdiri dari daerah pegunungan. Daerah yang bisa dijangkau oleh kendaraan sangatlah terbatas, perjalanan lebih sering ditempuh dengan jalan kaki, naik gunung dan turun gunung, sungguh merupakan perjalanan yang tidak mulus. Terkadang jika ingin ke suatu daerah haruslah menempuh perjalanan selama empat atau lima hari barulah bisa mencapai tujuan.
Pertama kali kami melakukan pembukaan vihara juga harus ditempuh dengan berjalan kaki,sambil menempuh perjalanan, kami membabarkan Ketuhanan. Dalam waktu 8 hari kami melakukan pembabaran Ketuhanan di tiga sampai empat daerah. Untuk kedua kalinya, lebih berat lagi harus naik kendaraan selama satu hari. Lalu menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama tiga setengah hari barulah bisa mencapai tujuan. Selama perjalanan mengalami turun naik bahkan kadang-kadang harus mendaki gunung setinggi 4000 km. Kami sebagai kawula muda jika dipaksakan menempuh perjalanan tersebut masih sanggup, Tetapi dengan jalan yang tinggi rendah, penuh dengan kerikil tajam dan bebatuan bagi seorang Pandita yang berumur enam puluhan dan Ibu Pandita yang berumur lima puluhan sungguhlah merupakan perjalanan yang penuh dengan tantangan. Walaupun perjalanan panjang ini bagi beliau berdua adalah sangat menderita dan penuh bahaya, tetapi sesepuh dan para pandita senantiasa memancarkan metta karuna yang tiada tara.
Penderitaan dan hambatan yang bagaimanapun tidak menghalangi semangat mereka untuk menyelamatkan umat manusia, maka kedua orang tua juga ikut dengan kami selangkah demi selangkah menapaki jalan tersebut. Biarpun jalan sulit ditempuh tidak peduli kelelahan yang dialami, setelah beristirahat sejenak kembali memikul bekal dan mengambil tongkat melanjutkan pendakian.
Dimasa sekarang, dimana kemajuan teknologi yang luar biasa, sungguh sulit mendapatkan kesempatan untuk merasakan bagaimana menderitanya Ibu Guru Suci dalam membabarkan Jalan Ketuhanan. Semua berkat kasih Tuhan, kasih Buddha Maitreya, Maha budi dan kebajikan Bapak Guru Agung dan Ibu Guru Suci serta kasih Yang Arya yang selalu memberikan petunjuk sehingga saudara kita yang tinggal di atas pegunungan juga terselamatkan. Setelah melihat perjalanan pembabaran Ketuhanan di negara Nepal, kita mestinya lebih serius dalam memanfaatkan kesempatan dalam membina dan membabarkan Jalan Ketuhanan, memanfaatkan kehidupan yang dikaruniakan untuk beramal dan melunasi ikrar, membalas budi Tuhan dan kebajikan kedua Guru Agung.
Sumber : PUSDIKLAT BUDDHIS MAITREYA
|