Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 MENGENANG YANG ARYA HAO CI DA DI


Walaupun Anda sudah kembali kesisi Laomu, tapi kebajikan-mu abadi di dunia, kebajikan dan pengorbanan-mu untuk generasi penerus Ketuhanan, kekal sepanjang masa, jikalau bukan pengorbanan-mu selama 50an tahun dalam wadah Ketuhanan, hari ini Maha Tao Maitreya tak mungkin dapat berpijak teguh di atas bumi ini. Berdirinya Maha Tao Maitreya resmi menyambut kedatangan millennium Maitreya, dan misi penyempurnaan Triloka.

Tujuan Maha Tao Maitreya adalah untuk menuntun kedamaian dunia, sastra, kemajuan negara, ketentraman masyarakat, kebahagiaan rumah tangga , kecemerlangan nurani manusia, dan bahagia leluasa. Maha tao Maitreya dapat sukses terbentuk dengan tujuan menuju kecemerlangan nurani, merubah dunia yang kacau menjadi dunia yang damai, merubah dunia yang kejam menjadi dunia Buddha, merubah dunia gelap menjadi dunia sukawati, ini semua adalah harapan dan dedikasi-mu Yang Arya, dengan mengalirkan darah, air mata, dan keringat yang tiada batas, dan demi tujuan pembinaan kami anda telah meninggalkan teladan dan pesan, yakni :

  1. Seumur hidup mengikuti Wadah Ketuhanan Dwi Maha Guru, Wadah Ketuhanan adalah akar kami.
  2. Menjunjung tinggi Tianming, ada titah tidak dibantah, tanpa titah tidak sembarangan, menurut lebih dari mengetahui. Bekerja sesuai arahan dari titah, para Buddha, Bodhisatva pasti membantu. Sabda suci Bodhisatva penguji tiga alam: mendengarkan Tianming dalam pelaksanaan, perpaduan manusia dengan langit pasti mencapai keberhasilan.
  3. Kebesaran Rahmat Tuhan Kebajikan Guru selamanya terukir dalam jiwa, sampai badan hancur pun tidak bisa membalasnya. Karena atas Rahmat Tuhan, Kasih Maitreya, Kebajikan Guru, nama kami terhapus dari neraka dan tercantum di Nirwana, juga mempunyai kesempatan dalam melaksanakan Misi Akbar Akhir zaman, memupuk kebajikan, menunaikan ikrar, melunasi dosa karma.
  4. Mengajari kami untuk menjadi pelayan umat manusia (sekuat tenaga segenap jiwa membantu orang untuk meraih kesuksesan, tanpa menuntut imbalan bebas keakuan). Demikian baru melaksanakan maha bakti kepada Laomu, melaksanakan maha setia kepada Maitreya, menjalankan maha keadilan kepada Dwi Maha Guru.
  5. Memprakarsai Pitra Graha. Agar kami mengenang kembali jasa leluhur, tidak berani melupakan akar, selamanya membalas dan mengenang jasa:
    1. Para patriat beserta leluhur.
    2. Patriat Jingong beserta leluhur
    3. Buddha Tianran beserta leluhur
    4. Bodhisatva Yuehui beserta leluhur
    5. Para Taozhang beserta leluhur
    6. Para Pandita beserta leluhur
    7. Para senior besera leluhur
    8. Para leluhur kita sendiri

Selamanya kami kenang pribadi luhur-mu Yang Arya Gaosan Yuren dan akan mengikuti jejak langkah pembinaan-mu, tidak akan mengecewakan-mu.

Sumber :
PUSDIKLAT BUDDHIS MAITREYA




 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.