|
Saddharmapundarika sutra adalah inti hakekat hukum Agama Buddha, tetapi Buddha Sakyamuni memperkenalkan juga lain-lain ajaran kepada murid-muridNya ketika beliau memberikan ceramah pada mereka. Kalau demikian mengapa Buddha Sakyamuni merasa perlu untuk memakai cara ini ketika beliau mengetahui bahwa kenyataannya hanya Saddharmapundarika sutra lah yang dapat membawa kebahagiaan pada seluruh umat ?
Buddha Sakyamuni menjelaskan alasannya kepada Kasyapa sebagai pengikutNya "Kasyapa, ketahuilah hal ini! Saya, Sang Tathagata, adalah raja dari hukum, saya mengetahui semua makna kehidupan di dunia ini". Ajaran Saddharmapundarika sutra adalh mendalam dan meluas, tetapi jauh dari jangkauan orang-orang awam. Maka dari itu adalah perlu untuk sering memperkenalkan nya melalui penggunaan berbagai kebijaksanaan yang akan membawa pada suatu pengertian. Akhirnya, pengetahuan Hukum agama Buddha dari seseorang cukup meluas, sehingga ia dapat mencapai kesadaran melalui Saddharmapundarika sutra.
Buddha Sakyamuni menjelaskan menjelaskan bahwa, walaupun banyak ajaran-Nya yang kelihatannya bertolak belakang menurut pengamat, tidak ada satu pun yang palsu. Malahan, ajaran-ajaran itu berisi unsur-unsur kebenaran dan disiapkan untuk membimbinng umat pada jalan penyelamatan.
Buddha Sakyamuni mempersamakan Hukum Agama Buddha dengan hujan yang membawa zat-zat makanan pada seluruh umat. "Suatu kali awan hitam yang besar menutup dunia, suara guntur di mana-mana memcah kesunyian dan hujan deras turun dari langit. Hujan itu jatuh merata di seluruh dunia, mencapai gunung-gunung dan sungai-sungai, lembah yang dalam, dan tanah lapang rumput yang luas.pohon pohon dengan akar yang pendek, lain-lainnya dengan dahan-dahan yang panjang, dan banyak macam bunga-bunga semua diberi zat sesuai dengan yang ereka perlukan".
"semua tumbuh-tumbuhan berbeda bentuk, ukuran dan macamnya. Bebrapa tumbuh subur sementara yang lain tidak, beberapa tumbuhan meninggi, sementara yang lain tetap pendek, beberapa tumbuhan menghasilkan bunga yang berukuran besar, tetapi mereka semuanya walaupun luarnya berbeda, tergantung dari hujan yang membawa mereka menuju kehidupan dan selalu menunjang mereka".
"Hujan ini, mempunyai rasa yang tunggal dan berkekuatan sama untuk menunjang kehidupan dunia seluruhnya. Hujan ini jatuh dari awan yang sama yang dapat menutup dunia".
Buddha Sakyamuni kemudian menjelaskan arti perumpamaan ini kepada para pengikutNya. Saya, Sang Buddha menghadapi keadaan seperti cerita dari tumbuh-tumbuhan dan hujan. Saya adalah awan yang menutupi dunia dari banyak orang, beberapa darinya yang berbahagia. Sementara yang lainnya berperangai kasar, pandai atau cukupan saja. Orang-orang berbeda dalam berbagai tingkatan, tetapi saya ingin menolong mereka dengan menerangkan Hukum Agama Buddha. Hukum Agama Buddha dapat disamakan dengan hujan, dapat memberi kehidupan. Ia mempunyai kemampuan untuk mengakhiri penderitaan dan ke tidak bahagiaan pada seluruh umat manusia walaupun lahiriahnya berbeda-beda.
"Saya melihat semua makhluk hidup secara sama dan mengajarkan hukum yang sama, tetapi sebab akibatnya mereka semuanya berbeda, mereka mendengar ajaran-ajaran Saya secara berbeda pula dan mengartikannya menurut cara mereka sendiri. Karena ajaran-ajaran Saya semuanya sama, bagaimanapun, orang-orang lelaki ini maju pada jalan yang sama menuju kesadaran".
Buddha Sakyamuni kemudian mengajak pengikut-pengikutNya dan yang lainnya untuk duduk mengelilinginya bahwa waktunya akan tiba dimana orang-orang dengan hati dan pikiran terbuka dapat menerimaSaddharmapundarika sutra. Saya adalah awan dan ajaran-ajaran Saya adalah hujan yang dapat memberi pupuk pada hati para lelaki dan yang memberi kegembiraan serta perdamaina pada dunia. Bila semua orang pada akhirnya mendengar kebenaran sejati dari Saddharmapundarika sutra dab percaya sepenuhnya pada ajaranNya, niscaya pada kehidupannya akan tumbuh subur dan orang akan lebih bahagia daripada sebelumnya".
Cerita tentang hujan ini dan berbagai macam tumbuh-tumbuhan diajarkan dalam Bab Ramuan Obat-obatan Saddharmapundarika sutra. Walaupun kita mengatakan suatu dari tujuh cerita sutra yang dibabarkan dalam Saddharmapundarika sutra, untuk banyak pembaca, 'tujuh cerita dari sutra' itu kelihatan seperti dongeng yang kata-katanya kebenaran. Disini hanya dijelaskan secara nyata bahwa tiap tumbuh- tumbuhan disuburkan sesuai keperluannya. Buddha Sakyamuni, bagaimanapun berusaha untuk mengajarkan bahwa ajaran Sutra-sutra sebelum Saddharmapundarika sutra keseluruhannya adalah sementaradan kebenaran sejati hanyalah di dapatkan melalui kepercayaan pada Saddharmapundarika sutra. Beliau mengambil makna untuk menyamakan kesuburan dari berbagai macam tumbuhan adalah khayalan yang dibuat oleh kaum sravaka, pratyekaBuddha dan Bodhisattva _________ Khayalan bahwa mereka telah mencapai kesadaran Buddha yang dangkal.
Sumber : Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia
Media Informasi, Komunikasi, Pendidikan & Pembinaan - SAMANTABADRA, PEBRUARI 2003
|