Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  MEMPERKENALKAN PARA YIDAM :


AVALOKITESVARA BODHISATTVA :

Liansheng Huofo berpendapat bahwa Avalokitesvara Bodhisattva memiliki sifat Maha Maitri Karuna yang amat luhur. Tak terhitung banyaknya makhluk hidup yang telah berhasil Beliau selamatkan, sehingga nama harumnya tersebar luas kemana-mana, sampai-sampai Beliau dipuja hampir disetiap keluarga. Nama sandi beliau adalah Vajra Samyak Dharma dan Vajra Parisuddhi. Beliau adalah seorang Maha Bodhisattva yang paling banyak memiliki sifat Isvara.

Di surga Sukhavati, Avalokitesvara Bodhisattva berada disebelah kiri Amitabha Buddha, beliau bertugas memberikan asistensi kepada Amitabha Buddha dalam urusan yang berhubungan dengan soal Maitri dan Karuna. Dalam Garbhadhatu, Avalokitesvara Bodhisattva berada pada sayap Barat Daya dalam bunga teratai berdaun kelopak delapan yang terletak ditengah-tengah Garbhadhatu tersebut, ini merupakan posisi utama pada Arama Avalokitesvara.

Dalam Vajra Mandala, beliau adalah seorang Vajra Dharma Bodhisattva.

Adapun tata upacara melatih ilmu/Dharma Satyadevata/Yidam Avalokitesvara Bodhisattva, dapat dilihat pada kitab "Panduan Tata Upacara Sembahyang Sekte Satya Buddha. Karena penjelmaan wujud Avalokitesvara Bodhisattva terlalu banyak, maka dengan sendirinya mudra beliaupun sangat banyak, oleh karena itu maka Sekte Satya Buddha memilih "Padma Anjali" sebagai mudra universal/mudra umum Avalokitesvara Bodhisattva. Ketika melakukan visualisasi, kita dapat membayangkan bentuk dan wujud pratima Avalokitesvara Bodhisattva yang biasa kita puja, serta membayangkan implement/alat sembahyang yang ada ditangan beliau sedang memberikan abhiseka kepada kita. Implement sembahyang itu dapat berupa japamala/tasbih; kitab suci; bunga Padma; pot suci dan sebagainya. Bayangkanlah implement sembahyang itu berubah menjadi seberkas sinar putih, membentuk setengah lingkaran yang menyinari diri kita.

Inkantasi Satyadevata Avalokitesvara Bodhisattva : Apramana Maitri Karuna

Apakah yang dimaksud dengan "Apramana Maitri Karuna"?

Maitri berarti tekad untuk memberikan kebahagiaan dan ketenangan kepada seluruh makhluk hidup. Sedangkan karuna berarti tekad untuk membantu seluruh makhluk hidup terbebas dari penderitaan dan kesengsaraan lahir bathin.

Pelaksanaan dan realisasi tekad "Maitri Karuna" yang tanpa batas inilah yang dimaksud dengan "Apramana Maitri Karuna". Saya pribadi (Lian Sheng Huofo) merasa bahwa asalkan dalam hati sanubari seseorang bersemayam tekad "Apramana Maitri Karuna" ini, maka ia boleh dan pantas melatih serta mengamalkan ilmu/Dharma Satyadevata Avalokitesvara Bodhisattva ini. Karena tekad yang ada dalam hati sanubarinya itu adalah sama dan identik dengan tekad Satyadevata, dan oleh karena adanya kesamaan tekad ini, dengan sendirinya yukta pun akan timbul.

Inkantansi untuk melatih dan mengamalkan ilmu/Dharma Satyadewata Avalokitesvara Bodhisattva ini adalah "Apramana Maitri Karuan". Oleh karena sifat Maitri Karuna muncul dalam Jhana, maka Samaya Maitri Karuna pun akan dapat kita capai.

Untuk mengamalkan ilmu/Dharma Satyadevata Avalokitesvara Bodhisattva kita harus melakukan :

  1. Membentuk mudra "Padma Anjali" dengan wujud kelopak bunga yang sedang terbuka;
  2. Menvisualisasikan implement sembahyang yang ada ditangan Avalokitesvara Bodhisattva sedang memberikan abhiseka kepada kita;
  3. Menjapakan mantra "Om Mani Padme Hum";
  4. Lalu memasuki Jhana.

Mengapa inkantansi untuk melatih dan mengamalkan ilmu/Dharma Satyadevata Avalokitesvara Bodhisattva adalah "Apramana Maitri Karuna"? Dari Sutra Ettavata kita dapat memperoleh jawabannya, yaitu bait yang berbunyi : "Semoga dengan sinar cahaya yang terang dan bersih ini, terhapuskanlah seluruh karma buruk dalam diriku, sehingga mencapai keberhasilan sebagai seorang Arya Isvara Avalokitesvara Bodhisattva, dan selanjutnya memancarkan sinar Maitri menyinari seluruh makhluk hidup, sehingga pada akhirnya seluruh umat manusia dan makhluk hidup bersarana kepada Yang Arya Maha Karuna."

Avalokitesvara adalah seorang Bodhisattva yang memiliki sifat "Apramana Maitri Karuna" yang paling besar, karena beliau dapat muncul dan menampakan diri pada segala macam alam dengan aneka macam rupa dan perwujudan, dengan itu beliau menyesuaikan diri dengan kondisi dan kemampuan yang ada pada masing-masing makhluk hidup, sehingga seluruhnya mendapatkan pertolongan dan bantuan dari beliau.

Dalam sutra Varga yang Maha Sempurna Avalokitesvara Bodhisattva dikatakan dapat menampakkan diri dalam wujud seorang Buddha, Pratyeka Buddha, Sravaka Buddha; Maha Brahmana; Indra Raja; Isvara Deva; Maha Isvara Deva; Wujud Senapati; Vaisravana; wujud seorang Culla Cakravarti; wujud seorang sresthi; wujud seorang Grha Pati; Wujud seorang Naigama; wujud seorang Bhiksu-Bhiksuni, Upasaka-Upasika ..." semua itu adalah perwujudan Apramana Maitri Karuna dalam 33 wujud Nirmanakaya.

Wujud dan penampilan Satyadevata ini sebagai Avalokitesvara Bodhisattva lebih tak terhitung lagi jumlahnya, beliau dapat muncul sebagai Arya Avalokitesvara, Avalokitesvara Bertangan Seribu; Hayagriva; Avakokitesvara Berwajah Sebelas; Cundi Avalokitesvara; Avalokitesvara Cintamani-Cakra; Avalokitesvara Dengan Tangkai Pohon Willow/Yangliu; Avalokitesvara Berkepala Naga; Avalokitesvara Memegang Kitab Suci; Avalokitesvara Bersinar Halo; Pandaravasini; Avalokitesvara Wolian Guanyin; Avalokitesvara Yulan Guanyin; Avalokitesvara Udakacandra; Avalokitesvara Penyambung Nyawa; Avalokitesvara Glasir; Avalokitesvara Penyinar Alam Semesta; Avalokitesvara Beranjali; Avalokitesvara Memegang Bunga Teratai; Avalokitesvara Penyiram Air..."

Hanya dari banyaknya bentuk perwujudan tubuh transformasi dan Nirmanakaya beliau, kita sudah dapat memperkirakan seberapa banyak makhluk hidup yang telah diselamatkan oleh Avalokitesvara Bodhisattva. Dan beliau sungguh memang seorang Bodhisattva yang "Apramana Maitri Karuna".

Sebenarnya Avalokitesvara Bodhisattva adalah seorang Vidya Samyak Dharma Tathagata, karena sifatnya yang penuh welas-asih (Maitri Karuna), maka beliau menampakkan diri dalam wujud seorang "Avalokitesvara Bodhisattva"

Menurut Liansheng Huofo, setiap sadhaka yang memiliki sifat Maitri Karuna boleh dan pantas melatih dan mengamalkan ilmu/Dharma "Satyadevata Avalokitesvara Bodhisattva". Ada sementara orang mengira bahwa ilmu dan Dharma yang diajarkan oleh Avalokitesvara Bodhisattva hanya cocok diamalkan oleh kaum wanita, sebetulnya tidak demikian, karena hanya dalam ilmu/Dharma Avalokitesvara Bodhisattva bertangan dan bermata seribu saja sudah tercakup lima macam bagian esoterik untuk menghindar dari malapetaka yang dapat diamalkan baik oleh kaum pria maupun wanita.*


Click gambar untuk memperbesar

Sumber :CENFO, PEBRUARI - 2003





Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.