Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  MAITRI KARUNA
Oleh : Maha Guru Liangsheng Huofo


AVALOKITESVARA Bodhisattva Mahasattva merupakan wujud dari sifat-sifat Maitri Karuna. Kita sebagai manusia bisa berkembang tumbuh dalam siraman kasih sayang maitri karuna, disamping itu juga kita sudah seharusnya menaburkan bibit-bibit kasih sayang maitri karuna kepada seluruh umat manusia disekeliling kita. Kemudian akan dirasakan suasana baru kehidupan akan berubah menjadi harmonis dan sesama umat dapat tercipta hubungan kerja. Baik dirumah, disekolah, dikampus, dikantor, dilingkungan dan lain-lain.

Sebuah kata-kata emas Maha Guru Liansheng Huofo, Di dalam lubuk hati manusia yang paling dalam bersemayam sesuatu yang senantiasa menanti waktu yang tepat untuk menampilkan diri, dan sesuatu itulah disebut cinta kasih maitri karuna.

Manusia pada dasarnya memiliki sifat sifat kebaikan. Walaupun pada saat ini mereka penganut faham materialistis, tetapi dalam lubuk hati tetap masih tersimpan sesuatu yang sama dan kita miliki, yaitu rasa cinta kasih maitri karuna. Pada suatu ketika pasti akan terpanggil dan tersadarkan.

Maitri Karuna adalah sebuah zat catalyst yang memberi kekuatan dharma dan dapat membangkitkan rasa suka cita umat manusia, begitu pula dapat memberikan segala-galanya secara hukum dengan rapih serta beraturan.

Maitri Karuna dapat menyatukan seluruh umat manusia hinga melebur menjadi elemen satu kesatuan yang disebut kemanusiaan, dan inilah jerih payah usaha para Buddha dan Bodhisattva, dikatakan Maha Guru Liangsheng Huofo.

Bila tidak ada Maitri Karuna, manusia akan berada dalam kesunyian dan akan mengalami penderitaan serta akan menghadapi kematian. Demikian sebaliknya bila ada Maitri Karuna, akan terjadi pertumbuhan, muncul keharmonisan, suka cita serta kepuasan bermakna.

Tidak ada seorang pun yang boleh menutup dirinya sendiri. Hal ini harus diketahui dan disadari oleh setiap orang. Dari akibat menutup diri, akan timbul menyebabkan diri sendiri menjadi layu dan berakhir kehilangan jati diri.

Dalam Sutra Nirvana dikatakan : Maha Maitri dan Maha Karuna adalah sifat-sifat ke-Buddha-an. Makna lain dari Maitri adalah Tathagata dan Tathagata adalah Maitri. Dalam Sukhavati Vyuha Sutra sebuah sutra membahas tentang Amitayus dan Tanah suci.

Ada tiga macam kategori dari Maitri Karuna :

  1. Maitri Karuna diperuntukkan bagi makhluk hidup, yaitu bertekad memberikan kasih sayang dan maitri karuna. Memperlakukan para makhluk hidup sebagai sanak keluarga sendiri. Dari sana tumbuh rasa kebahagiaan karena melihat orang lain berada dalam kebahagiaan atau bebas dari penderitaan.
  2. Maitri Karuna diwujudkan dalam pembabaran Dharma, yaitu rasa cinta kasih berdasarkan maitri karuna, ini dimiliki oleh makhluk-makhluk yang telah mencapai pemutusan segala macam kilesa. Didorong oleh rasa belas kasihan kepada makhluk hidup lain yang masih belum menyadari dan memahami sifat Dharma.
  3. Maitri Karuna tak memihak, maitri karuna yang dimiliki oleh Sang Buddha. Ini merupakan wujud dari usaha Sang Buddha untuk membebaskan seluruh makhluk hidup dari segala penderitaan. Selain itu maitri karuna memiliki 12 macam berkah :
    1. Kebahagiaan selalu bersama kita
    2. Aman selagi beristirahat
    3. Aman sewaktu sadar
    4. Tak mengalami mimpi buruk
    5. Mendapat perlindungan dari para dewata
    6. Dicintai orang
    7. Tak akan terserang oleh racun
    8. Tak akan terluka dalam peperangan
    9. Tak musnah oleh hanyutan air
    10. Tak binasa oleh kobaran api
    11. Selalu mendapat keberuntungan
    12. Terlahir di alam Brahmadeva

Dalam hal ini Maha Guru Liansheng Huofo menyadari dan merasakan, bahwa maitri karuna adalah seorang majikan yang membuat dunia ini penuh ditumbuhi bunga-bunga beraneka warna yang indah-indah. Menurutnya ia sendiri sesuatu yang tak ternilai harganya. Menurut pandangan benar dari Maha Guru , maitri karuna yang sejati adalah selalu berkorban dan memikirkan kepentingan orang lain, tak pernah sedikitpun mengupayakan untuk kepentingan diri sendiri. Maitri Karuna ini tidak mempunyai tujuan tertentu dan tidak mempunyai maksud-maksud tertentu dibalik segala upayanya.

Maitri Karuna tidak perlu ruang, tetapi berada dalam ruang yang indah.
Maitri Karuna harum semerbak, bagai kuntum bunga yang tumbuh dalam hati.
Maitri Karuna merupakan kekuatan besar dari pemberian yang bersumber pada akal sehat

Saat dihadapan altar diruang dharmasala, Maha Guru memandang pada barisan lilin lilin disebuah Vihara, yang memancarkan cahaya yang kian lama mencair kian menjadi pendek terbakar api, lalu merenungi arti sesungguhnya kata Maitri Karuna; bakarlah diri sendiri untuk menerangi orang lain. Cahaya lilin lilin itu terasa hangat dan menghangatkan hati pada setiap orang. Pijaran cahaya api itu bagaikan hati seorang Buddha, dari sengatan panas api seakan memberitakan terang kepada umat manusia tentang suka cita maitri karuna.

Cahaya lilin semakin lama semakin redup tak membias lagi menyinari rupang Buddha maupun Bodhisattva yang berada dialtar sebuah Vihara, namun pemandangan anggun telah terpatri erat pada sebuah ingatan.

Keheningan adalah sebuah suka cita dan ketermenungan adalah sebuah bentuk kebahagiaan.

Penulis : Toto Sugiharto




Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.