Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  PATISANDHI / PUNABVHAVA (Tumimbal Lahir)


ANGKAK DAN DEMAM BERDARAH

PENYAKIT demam berdarah dengue (DBD)   telah melanda 12 Provinsi di Indonesia diantaranya Aceh, Banten, DKI-JAKARTA, Jawa-Barat, Jawa-Tengah, DI. Yogya, Jawa-Timur, Kalsel, Sulsel, Bali, NTB dan NTT. Kasus DBD paling terbanyak dilanda, adalah Jakarta dengan jumlah pasien  hingga 11.534 jiwa, yang tak tertolong, meninggal dunia 65 jiwa terhitung tertanggal 9 Maret 2004.

Tim DPP Wanita Walubi bersama jajarannya melakukan karya bakti sosial, dan kali ini turun ke Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan di bilangan Jakarta Pusat 8/3/04 telah membagi-bagikan Angkak, sejenis beras ketan hitam, biasanya dipergunakan untuk masakan China sebagai pelengkap bumbu, dicampur dengan masakan daging ayam/ bebek. Jajaran Wanita Walubi menyebar bergerak menuju lorong-lorong rumah sakit kelas tiga yang banyak dihuni sejumlah pasien tak mampu, menempati jalan dan kisi-kisi diluar ruangan yang berada di lantai dua, tiga dan empat lantai RSUD Tarakan.   

Tim bantuan dari Wanita Walubi turun membantu teknis Rumah Sakit Daerah Tarakan di Jakarta Pusat, dan RS Persahabatan di Jakarta Timur dalam menekan jumlah angka kematian penderita demam berdarah dengan memberikan Angkak dan jenis minuman isotonik pengganti ion tubuh serta susu peduli sebagai tambahan.  Menurut Abhayahema Kaharuddin (Ketua Umum DPP WANITA WALUBI) di dampingi Sekjen Tristina Suhadi, “dengan pemberian angkak pada pasien demam berdarah di rumah sakit, ini dapat meningkatkan jumlah trombosit, maksimal mencapai 432.000an, semoga pula dengan pemberian swadaya tanpa sponsor ini dapat mengurangi angka kematian dari pasien demam berdarah”.  tukasnya 

Abhayahema melihat melalui layar kaca beberapa stasiun televisi, hampir seluruh rumah sakit di Indonesia terisi oleh pasien demam berdarah. Hati kecilnya berkata harus berbuat apa demi pengurangi beban penderitaan pasien, apalagi mereka tak mempunyai biaya untuk bayar obat di rumah sakit. Lalu mencoba berusaha dengan dana umat yang masih tersisa untuk berbagi kasih, mudah-mudahan dengan jumlah dana yang masih tersedia dapat mengcover warga yang tertimpa musibah dan segera sembuh, kata ibu yang berputri tunggal tersebut.

Ada penemuan lain berdasarkan pakar kesehatan berupa penelitian daun jambu biji yang mempunyai sejumlah zat aktif, antara tamin dan quarsetine, zat-zat ini mampu menghambat pertumbuhan virus dengue penyakit demam berdarah serta dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. Daun biji itu tersebut lebih banyak mengandung tamin dan quarsetine ketimbang buah jambu biji merah. Kendati demikian jambu biji dapat dikonsumsi sebagai suplemen untuk penderita demam berdarah.

DBD merupakan penyakit yang menjadi masalah utama belum dapat  terpecahkan, sampai saat ini menjadi tanda tanya besar.          Berdasarkan studi banding pakar kedokteran, sejauh ini diyakini faktor imunitas inang dan virulensi virus bertanggung jawab secara singkron, menentukan keparahan penyakit. Ditambah beberapa faktor lain seperti umur, jenis kelamin, predisposisi genetik dan status gizi diduga berperan meningkatkan risiko terjadinya DBD atau Dengue Shock Syndrome/DSS. 

Teori lain dikembangkan berdasarkan observasi epidemiologi di Thailand pada dekade tahun 1960 an, telah diketahui lebih dari 85 persen anak-anak yang terjangkit DBD telah memiliki antibodi yang bersifat cross reaktif (reaksi silang). Antibodi ini merupakan antibodi terhadap infeksi virus dengue yang terjadi sebelumnya. Dari observasi yang merumuskan hipotesis bahwa DBD umumnya terjadi pada infeksi sekunder oleh virus berbeda tipe (heterotipik) dengan infeksi primer.  -toto


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.