|
Syakubuku
AIKO
ditahun 2004
TAHUN
2004 merupakan tahun terpenting untuk bangsa kita, bangsa Indonesia. Pada tahun
ini kita akan menyelenggarakan pemilihan umum dengan sistem pemilihan secara
langsung. Hal tersebut adalah ujung tombak bagi tegaknya serta terwujudnya
pelaksanaan demokrasi di negara kita.
Demokrasi suatu
hal yang gampang diucapkan, namun sulit untuk dilaksanakan. Karena sangat
dibutuhkan kedewasaan, tak hanya bagi pemerintah tetapi juga bagi seluruh rakyat
untuk bisa melaksanakan demokrasi secara benar dan bermanfaat bagi semua pihak.
Karena itu saya merasa, sekarang dibutuhkan perombakan besar dari sikap mental
bangsa Indonesia.
Tanah air
Indonesia adalah tanah yang subur dan sangat kaya. Namun penjajahan dan juga
filsafat yang salah, membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tak menghargai
lingkungan, bahkan tak menyadari kekayaan tanah airnya. Eksploitasi alam terjadi
dimana-mana. Banyak tanah hanya diambil manfaatnya tanpa dipelihara. Kekayaan
tanah Indonesia dikuras tanpa peduli dampak negatifnya. Akibatnya, meski
memiliki alam yang makmur namun hampir bisa dibilang orang Indonesia tak
merasakan manfaatnya sendiri.
Perilaku dan sikap
demikianlah yang harus segera diubah. Dan bukan kebetulan juga pada saat bangsa
Indonesia memasuki masa yang amat penting untuk menentukan masa depannya, Yang
Arya Bhiksu Tertinggi Nikken Syonin mencanangkan tema Mematahkan Hukum Sesat dan
Mewujudkan Hukum yang Sesungguhnya. ”Saya merasa inilah yang harus dilakukan
kalau kita tak ingin bangsa kita semakin terpuruk ke dalam penderitaan”.
”Saya yakin bahwa
sikap mental yang sekarang dimiliki orang Indonesia adalah akibat filsafat yang
salah”. Bangsa Indonesia jadi tak menyadari potensi besar yang sebenarnya
dimilikinya sendiri sehingga menjadi bangsa pengemis yang tak percaya diri. Hal
itu karena tak ada filsafat yang mengajarkan bahwa nasib bukanlah takdir, bahwa
nasib seburuk apapun bisa diubah dan kita bisa mencapai kesadaran Buddha dalam
hidup kali ini selain Agama Buddha Niciren Syosyu. Oleh karena itu saya merasa
tidak ada waktu yang tepat untuk sungguh-sungguh mewujudkan Hukum yang
Sesungguhnya di tanah air kita selain sekarang.
Maka di tahun 2004
ini , umat Buddha Niciren Syosyu Indonesia, telah bertekad untuk menanam bibit
Buddha di Nusantara, dengan sungguh-sungguh melaksanakan syaku buku demi
tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran Indonesia khususnya, dan seluruh dunia
umumnya.
Kita bertekad
untuk mencapai target syakubuku 10.000 umat di tahun 2004 dan bersama
semuanya mengharap kehadiran Yang Arya Nikken Syonin Geika di tanah air
kita untuk merestui berdirinya dua buah kuil yang telah kita bangun.
Dengan itu kita
merasa yakin masa depan Indonesia akan menjadi gemilang dan rasa kemanusiaan pun
akan kembali menjadi keyakinan seluruh manusia di dunia ini. (toto
|