|
WANITA WALUBI dan Hari Cinta Kasih
KALAU kita mendengar satu
baris kalimat lagu yang dilontarkan Ronan Keating “Everyday is a
Valentine’s Day “, setiap hari adalah valentine day, berarti kita tidak perlu
tunggu sampai hari kasih sayang itu tiba tanggal 14 Pebruari . “Everyday I Love
you” setiap hari saya mencintai mu, karena itu sampaikanlah rasa cinta dan
sayangmu pada hari ini, pada hari esok dan kapanpun selagi anda bisa, jangan
sia-siakan kesempatan yang anda miliki sekarang, karena kesempatan itu mungkin
akan hilang di esok hari.
Valentine’s Day adalah
sebuah corak tradisi budaya barat dari sebuah hari, dimana memberitahukan pada
orang di sekeliling kita, bahwa mereka sangat berarti dalam dinamika pesona
kehidupan. Biasanya para remaja menikmati masa-masa romantis merayakan hari itu
sebagai hari penting, sepertinya harus dirayakan berpasangan. Dan tidak hanya
tertuju pada hubungan pria dan wanita saja.
Valentine yang telah
tersirat secara luas mengingatkan kita, bahwa cinta itu mempunyai peran yang
amat sangat penting dalam sebuah kehidupan. Oleh karena itu cintailah orang
tuamu, cintailah saudara-saudaramu, cintailah gurumu, cintailah teman-temanmu,
cintailah lingkunganmu, cintailah waktu yang ada, cintailah pekerjaanmu, tetapi
hal yang terpenting, cintailah dirimu sendiri.
Pada saat yang bersamaan
tak mau ketinggalan, Wanita Perwakilan Umat Buddha Indonesia bersama-sama
jajaran majelis nya turut berperan pada Hari Metta (Cinta Kasih), dengan sajian
berbeda dan kegiatannya pun sangat sederhana, di rayakan Jalan Abdul Muis No. 62
Jakarta Pusat 14/2/04. Suguhan acara hari Metta ini lebih banyak
menitikberatkan peran sukacita seorang Ibu yang telah berkeluarga. Terlepas dari
itu, Ibu dari anak-anak pada saat berkumpul sambil ber-reuni melepas segala
ikatan pikiran diatas pikiran, sekedar bercerita, mengupas masa lalu,
mendongkrak peranan ibu di masyarakat yang harus peduli dan harus menerima pada
semua kehidupan serta membahas masa depan. Namun tidak begitu saja Wanita Walubi
pada even ini menguatkan tali ikatan kekeluargaan yang berkesinambungan.
Hari Cinta Kasih menurut
Ketua Umum DPP WANITA WALUBI, Abhayahema Kaharuddin adalah hari mengendalikan
sikap batin dari segala harapan kesejahteraan serta kebahagiaan semua makhluk,
tanpa membeda - bedakan keturunan, suku, bangsa dari mana berasal.
“Bagaikan seorang ibu
mencintai anak tunggalnya, dilakukan tanpa pamrih. Kita berikan juga cinta
kasih kita,diantaranya kepada kedua orang tua, mertua, suami, isteri, saudara
kandung, saudara tiri, ipar, sahabat, umat Buddha, masyarakat Indonesia dan
semua makhluk. Curahkan dan pancarkan cinta kasih kita setiap hari, bukan hanya
hari ini saja”, pinta Abhayahema K.
Dalam Anguttaranikaya
III.55 tertulis: ‘Karena kebencian ditaklukan dengan kebencian, maka pikiran
terjerat, dan niscaya akan terbawa menuj u jurang kehidupan yang jahat, baik
dalam perbuatan, perkataan maupun pikiran, namun akhirnya tidak dapat mengerti
kesejahteraan pada dirinya sendiri, apalagi kesejahteraan pada orang lain,
kesejahteraan dari kedua belah pihak, menurut kenyataan. Jikalau kebencian itu
dapat diatasi, maka orang tidak akan terbawa menuju kehidupan yang jahat dalam
perbuatan jasmani, perkataan dan pikiran, ia akan mengenal kesejahteraan dirinya
sendiri, kesejahteraan orang lain dan kesejahteraan kedua belah pihak.
tot
|