WARTA WALUBI

Tahun 2010

Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007
Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

 Wanita Walubi dan Hari Cinta  Kasih

 
 

WANITA WALUBI dan Hari Cinta Kasih

KALAU kita mendengar satu baris kalimat lagu yang dilontarkan Ronan Keating “Everyday is a Valentine’s Day “, setiap hari adalah valentine day, berarti kita tidak perlu tunggu sampai hari kasih sayang itu tiba tanggal 14 Pebruari . “Everyday I Love you” setiap hari saya mencintai mu, karena itu sampaikanlah rasa cinta dan sayangmu pada hari ini, pada hari esok dan kapanpun selagi anda bisa, jangan sia-siakan kesempatan yang anda miliki sekarang, karena kesempatan itu mungkin akan hilang di esok hari.

Valentine’s Day adalah sebuah corak tradisi budaya barat dari sebuah hari, dimana memberitahukan pada orang di sekeliling kita, bahwa mereka sangat berarti dalam dinamika pesona kehidupan. Biasanya para remaja menikmati masa-masa romantis merayakan hari itu sebagai hari penting, sepertinya harus dirayakan berpasangan. Dan tidak hanya tertuju pada hubungan pria dan wanita saja.

Valentine yang telah tersirat secara luas mengingatkan kita, bahwa cinta itu mempunyai peran yang amat sangat penting dalam sebuah kehidupan.  Oleh karena itu cintailah orang tuamu, cintailah saudara-saudaramu, cintailah gurumu, cintailah teman-temanmu, cintailah lingkunganmu, cintailah waktu yang ada, cintailah pekerjaanmu, tetapi hal yang terpenting, cintailah dirimu sendiri.

Pada saat yang bersamaan tak mau ketinggalan, Wanita Perwakilan Umat Buddha Indonesia bersama-sama jajaran majelis nya turut berperan pada Hari Metta (Cinta Kasih), dengan sajian berbeda dan kegiatannya pun sangat sederhana, di rayakan Jalan Abdul Muis No. 62 Jakarta Pusat 14/2/04.  Suguhan acara hari Metta ini lebih banyak menitikberatkan peran sukacita seorang Ibu yang telah berkeluarga. Terlepas dari itu, Ibu dari anak-anak pada saat berkumpul sambil ber-reuni melepas segala ikatan pikiran diatas pikiran, sekedar bercerita, mengupas masa lalu, mendongkrak peranan ibu di masyarakat yang harus peduli dan harus menerima pada semua kehidupan serta membahas masa depan. Namun tidak begitu saja Wanita Walubi pada even ini menguatkan tali ikatan kekeluargaan yang berkesinambungan.

Hari Cinta Kasih menurut Ketua Umum DPP WANITA WALUBI, Abhayahema Kaharuddin adalah hari mengendalikan sikap batin dari segala harapan kesejahteraan serta kebahagiaan semua makhluk, tanpa membeda - bedakan keturunan, suku, bangsa dari mana berasal.

“Bagaikan seorang ibu mencintai anak  tunggalnya, dilakukan tanpa pamrih. Kita berikan juga cinta kasih kita,diantaranya kepada kedua orang tua, mertua, suami, isteri, saudara kandung, saudara tiri, ipar, sahabat, umat Buddha, masyarakat Indonesia dan semua makhluk. Curahkan dan pancarkan cinta kasih kita setiap hari, bukan hanya hari ini saja”, pinta Abhayahema K.

Dalam Anguttaranikaya III.55 tertulis: ‘Karena kebencian ditaklukan dengan kebencian, maka pikiran terjerat, dan niscaya akan terbawa menuj u jurang  kehidupan yang jahat, baik dalam perbuatan, perkataan maupun pikiran, namun akhirnya tidak dapat mengerti kesejahteraan pada dirinya sendiri, apalagi kesejahteraan pada orang lain,  kesejahteraan dari kedua belah pihak, menurut kenyataan. Jikalau kebencian itu dapat diatasi, maka orang tidak akan terbawa menuju kehidupan yang jahat dalam perbuatan jasmani, perkataan dan pikiran, ia akan mengenal kesejahteraan dirinya sendiri, kesejahteraan orang lain dan kesejahteraan kedua belah pihak. tot 

 



Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.