WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

  Ideal Manusia Sempurna dalam Tantrayana

 
 

Ideal Manusia Sempurna dalam Tantrayana

Oleh : Madha Tantri

  

CITTA-cita tentang menjadi manusia sempurna telah melekat di setiap sanubari umat Buddha, karena cita-cita umat Buddha adalah menjadi mahkluk sempurna seperti Sang Buddha dan sekaligus ini membuktikan keluruhan manusia. Kata manusia sendiri berasal dari bahasa sanskerta atau bahasa pali yaitu Manussa terdiri dari dua kata Manu (Mana) dan Ussa. Mana berarti batin dan pikiran, Ussa berarti luhur dan tinggi. Manusia berarti makhluk yang mempunyai jiwa luhur dan batinnya berkwalitas.

 

Berbagai konsepsi aliran/mazhab dalam agama Buddha, dari masing-masingnya memiliki cita-cita atau manusia ideal yang sempurna. Aliran Theravada, cita-cita ideal adalah kesucian/seorang arahat yang mampu melenyapkan segala belenggu kekotoran batin. Sedangkan aliran Mahayana idealisnya adalah seorang Bodhisattva yang memiliki prajna dan karuna atau kebijaksanaan sunyata dan mengembangkan welas asih.

 

Dalam Tantrayana, ideal manusia sempurna adalah siddha. Jenis manusia sidha ini juga dapat dicapai melalui jalan pembebasan diri dari kekotoran batin dengan mengembang- kan prajna dan welas asih, namun tidak terjadi pada kelahiran akan datang, tetapi bisa masak pada kehidupan sekarang.

 

Orang suci yang ideal dalam Tantra disebut Siddha, ini adalah orang suci yang hidup sangat harmonis dengan alam. Selain itu Siddha juga menguasai kemampuan magis dimana dengan bebasnya, ia mampu menggunakan kekuatan-kekuatan alam, baik di dalam maupun di luar dirinya.

 

Aliran Tantra tumbuh dalam kandungan Mahayana dan berkembang pesat di India Utara serta di Tibet. Hal ini adalah bagian curahan kreatif dalam mengembangkan pemikiran atau konsep cita-cita sebagai manusia ideal yang sempurna. Ideal manusia sempurna dalam Tantra adalah menghargai keindahan alam, kekuatan kosmos serta kemampuan spiritual manusia. Karena nya seorang Sidha adalah orang yang menghargai setiap aspek dalam dirinya sebagai manusia, keterkaitannya dengan segenap aspek alam semesta.

 

Aliran Tantra menganggap manusia dan alam memiliki kaitan yang erat, tidak terpisahkan satu sama lain . Sedangkan tubuh manusia  merupakan mikrokosmos yang mewujudkan makrokosmos atau seluruh alam semesta yang merupakan perantara untuk mencapai kebenaran. Dalam Tantra terdapat berbagai tehnik yoga, sebagai sarana untuk menyatukan pikiran, ucapan dan tindakan. Kesatuan, keselarasan antara pikiran dalam visualisasi, ucapan dalam mantra dan sikap tubuh dalam mudra yang dilatih dengan sungguh sungguh akan menghantar ke pencapaian  kesempurnaan akhir sebagai orang suci yang disebut siddha.

 

Tantrayana juga merumuskan seni kehidupan yang memungkinkan manusia mampu memanfaatkan setiap aktivitas tubuh, ucapan, dan pikirannya sebagai pembantu menuju kebebasan dengan cara-cara yang ada di luar dugaan. Aliran Tantra misalnya, mengungkapkan sesuatu yang tertinggi di dalam bentuk yang terendah dan sederhana, dan menjadikan yang suci tampak duniawi atau biasa, serta pengetahuan yang paling bijaksana tersimpan dalam paradoks-paradoks yang paling aneh. Karenanya dalam aliran Tantra ini segala bentuk duniawi dipergunakan sebagai sarana untuk mencapai yang hakiki atau yang sejati juga dapat memanfaatkan yang semu untuk mencapai yang sejati. Terdapat banyak simbolik di dalam Tantra seperti yang terdapat di altar maupun upacara yang dipergunakan sebagai upaya kausalya atau memiliki fungsi untuk membangkitkan kesadaran manusia dan melepaskan dari segala bentuk kemelekatan atau keterlenaan. Bahkan simbolik dalam seksualitas atau gambar yang  menyeramkan dipergunakan dengan maksud untuk mengejutkan tingkah laku yang melekat terhadap aturan-aturan kaku yang lahiriah dan melepas ketakutan. Dalam Tantra, orang suci siddha adalah orang yang telah tercerahkan dari segala belenggu kekotoran batin maupun kemelekatan terhadap pandangan. Pencerahan orang suci siddha itu merupakan hasil dari perpaduan antara pandangan kesunyataan (prajna) dan ketrampilan dalam menggunakan berbagai cara (upaya kausalya) dalam mewujudkan hakekat kesempurnaan, seperti misalnya kesejatian yang terkandung dibalik penampakan yang lahiriah , yang menjadi simbol kesejatian.

 

Dalam Tantra terhadap segala penampakan yang lahiriah atau hal-hal yang duniawi memang tidak harus sampai melekat, namun begitu juga tidak harus ditinggalkan begitu saja. Karena alam semesta ini merupakan mandala agung yang mengandung benih-benih pencerahan, dan berisikan simbol-simbol yang dapat menghantar orang kepada pencapaian kebahagian tertinggi dan tak terungkapkan (mahasukha) sebagaimana dialami oleh orang suci siddha. Segala hal yang tampak lahiriah, biasa, umum bisa menjadi sarana dan menghantar orang mencapai kesempurnaannya. Karenanya, orang suci siddha ini di dalam Tantra merupakan ideal manusia sempurna yang bisa tampak secara biasa biasa saja, sederhana, dan sangat dekat dengan alam, dan ada ditengah tengah kita semua sebagai living Buddha atau Buddha hidup.  Adakah mata batin kita tertutup sehingga masih juga tidak mengenalnya?                      

 

*Siddha : Orang suci yang ideal

 

 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.