Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  SURAT KACANG KEDELAI
(Gosyo Zensyu halaman 1210)

ISI GOSYO :

Sungguh merasa senang setelah menerima satu Koku kacang kedelai, dan telah dilaporkan di depan pusaka Saddharmapundarika-sutra. Jika satu tetes air dilemparkan ke lautan besar, tidak akan hilang dan musnah, sekalipun oleh tiga bencana. Jika satu kembang diletakkan di Panca Suddhavasah, tidak akan layu, sekalipun oleh api kalpa. Jika satu kacang kedelai disumbangkan kepada Saddharmapundarika-sutra, dunia hukum semuanya menjadi Dunia Pundarika yang penuh dengan karunia kebajikan. Selamat.

Tanggal 23 bulan 10
Surat Balasan Gosyo

Ttd

Niciren

KETERANGAN :

Pada surat ini hanya tercatat hari dan bulan, yakni "tanggal 23 bulan 10", tahun penulisannya tidak jelas. Namun, ada dua keterangan mengenai tahun penulisan surat ini. Pertama, mengatakan tahun Bun-ei ke-7 (1270), dan kedua tahun koan ke-3 (1280). Kepada siapa surat ini ditujukan tidak jelas, dan hanya tertulis "Gosyo".

Namun pada dasarnya, "Gosyo" berarti istana. Pada zaman Kamakura, perkataan tersebut digunakan untuk menunjuk tempat pemerintah Kamakura. Dari perkataan, "Sungguh merasa senang…" dapat diperkirakan ada seorang pejabat tinggi yang telah memberi sumbangan. Dan surat ini merupakan surat balasan atas sumbangan tersebut. Isi surat ini menerangkan bahwa menyumbang kepada Saddharmapundarika-sutra akan menimbulkan karunia kebajikan yang tidak terbatas. Maka, dari dasar hati, Niciren Daisyonin memuji sumbangan satu Koku kacang kedelai itu. Bila ada panas sedikitpun, satu tetes air akan langsung lenyap. Akan tetapi, bila terkandung di dalam lautan besar, tidak akan lenyap dan musnah, sekalipun ada tiga bencana. Bunga cepat menjadi layu dan kering. Akan tetapi, bunga yang ada di Panca Suddhavasah, tidak akan layu, sekalipun di atas tanah ini dipenuhi api kalpa.

Contoh-contoh ini, mengumpamakan bahwa kebahagiaan Dunia Buddha tidak tergoyahkan ke kiri dan ke kanan, bagaimanapun keadaan yang ada di dunia luar. Kunci untuk mewujudnyatakan Dunia Buddha ini adalah Saddharmapundarika-sutra, yakni Gohonzon. Jika menyumbang sungguh hati kepada Gohonzon, maka karunia kebajikannya akan membungkus badan diri sendiri sampai tempat orang tersebut berada menjadi tanah negeri Buddha. Sekalipun hanya satu biji kacang, kesungguhan hati menyumbang yang terkandung disitu, mewujudnyatakan tanah negeri Buddha yang suci dan bersih.

Dunia Hukum semuanya menjadi Dunia Pundarika, berarti melambangkan dunia hukum ini dapat menjadi tanah negeri Buddha yang suci dan bersih jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Dalam Hokke Gengi rol ke-7 paruh akhir dikatakan, "Berdasarkan tanah negeri imbalan Saddharma menjadi Pundarika". Harus diketahui betapa besarnya karunia menyumbang kepada Saddharmapundarika-sutra, dan bersamaan dengan itu pula, bukan berarti besar kecilnya nilai barang, namun yang terpenting adalah kesungguhan hati yang mengandung hati kepercayaan.

Sumber : Parisadha Buddha Dharma Nichiren Syosyu Indonesia



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.