Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  SURAT BERITA KEPADA MATSUNO DONO

Kalau orang yang mempertahankan Hokekyo adalah seorang pria, maka walau dia adalah seorang petani yang berkedudukan paling rendah sekalipun, namun dia lebih unggul dari penguasa triloka, dari Raja Dewa Mahabrahma, Dewa Taishaku: empat maha Raja Dewa dan Raja Suci Cakra, begitupun lebih unggul dari kaisar di Tiongkok dan Jepang. Apalagi jauh lebih mengungguli para menteri dan pejabat dari negeri Jepang dan pegawai dari keluarga Genji maupun keluarga Sheike dan orang-orang dari berbagai kedudukan, kemudian kalau ia adalah seorang wanita, maka dikatakan ia lebih unggul daripada Kyoshikamyo (Permasuri Raja Dewa Taishaku) dan putri Dewa Kissho (permaisuri Raja Dewa Bishimon) begitupun lebih unggul daripada Permaisuri Lie dari kerajaan Han dan permasuri Yang Kui Shin dan lebih unggul dari seluruh wanita yang terhingga.

KETERANGAN :

Di dalam surat ini Niciren Daisyonin menandaskan bahwa orang yang menerima dan mempertahankan Hokekyo tidak terkecuali pria dan wanita, adalah orang yang paling utama diantara seluruh umat manusia, sama seperti yang diajarkan di dalam Gosyo, "Oleh karena hukumnya gaib maka orangnya menjadi agung". Jadi keagungan seseorang tidak ditentukan oleh kedudukan, kekayaan, dan lain-lain dari seseorang, melainkan ditentukan oleh hukum yang bagaimana yang dimiliki seseorang dan bagaimanakah perilakunya.

Hukum yang Menentukan Keagungan Seseorang

Cara hidup dan perilaku seseorang ditentukan ideologi dan pandangan nilai yang dimilikinya, yakni ditentukan oleh hukumnya. Kalau hukum yang dimilikinya rendah, maka tiada lain hanya akan mengakibatkan perilaku orang itu akan rendah adanya. Sebaliknya, kalau seseorang memiliki hukum yang tinggi nilainya, maka melalui perilaku orang itu akan meninggalkan kehidupan yang bernilai lebih besar.

Myoho adalah hukum kekal abadi dari sumber alam semesta. Dengan demikian, suasana jiwa seseorang yang menyatu dengan Myoho tiada lain akan menjadi Buddha. Adapun orang yang menerima dam mempertahankan Myoho dapat mewujudnyatakan jiwa Buddha, yakni suasana kebahagiaan mutlak. Oleh karana itu, seseorang adalah yang paling utama.

Kekayaan dan kedudukan akan berubah tak terduga sesuai keadaan, terlebih lagi setelah kematian akan menjadi tidak ada, sebaliknya sesuatu yang dibangun oleh orang yang telah melaksanakan Myoho adalah sesuatu yang tidak terbatas hanya di dalam masa sekarang saja, melainkan akar kebaikan besar yang tak hancur selama ketiga masa yang kekal abadi, yakni suasana kebahagiaan. Justru demikian, Niciren Daisyonin menandaskan bahwa orang yang menerima dan mempertahankan Myoho adalah orang yang sangat unggul yang melampaui penguasa masyarakat bagaimanapun juga.

Justru Orang yang Mempertahankan Myoho adalah Orang Paling Utama

Bahwa, "Walau memperoleh reputasi kemasyarakatan yang bagaimanapun atau memiliki kekayaan, namun karena itu adalah sesuatu sama seperti mimpi dan bayangan kosong, sehingga mutlak bukan bibit menuju pencapaian kesadaran Buddha. Adapun justru karena memiliki kepercayaan yang benar terhadap Gohonzon, maka itu adalah nama baik sesungguhnya dari kehidupan ini, dan akan menjadi harta kekayaan yang menghiasi jiwa secara kekal abadi.

Kalau hal itu disesuaikan dengan kutipan kalimat surat ini, maka anggota NSI yang sekarang menerima Myoho dengan giat dan sungguh-sungguh melaksanakan pelaksanaan kosenrufu yang mendambakan kebahagiaan umat manusia, maka walau dia berkedudukan bagaimanapun di dalam masyarakat, namun dia dapat dikatakan sebagai orang agung mulia yang tertinggi. Untuk itu, kita harus melindungi dan saling menghormati kawan seperjuangan yang giat menyebarluaskan Myoho sebagai Buddha. Justru karena terdapat pelaksanaan tersebut, baru dapat mencapai kemenangan yang menghancurkan seluruh iblis.

Sumber : Parisadha Buddha Dharma Nichiren Syosyu Indonesia



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.