ENAM BELAS HAL PENTING DALAM BAB X:
BAB GURU DHARMA
PERIHAL III:
UTUSAN SANG TATHAGATA
MELAKSANAKAN PERILAKU SANG TATHAGATA
ISI GOSYO :
Bagian ini adalah mengenai, "Orang ini adalah utusan Sang Tathagata. Sebagai utusan Sang Tathagata melaksanakan perilaku Sang Tathagata". Catatan Ajaran Lisan mengatakan sebagai berikut: "Orang yang menyebarluaskan Saddharmapundarika-sutra dari kalimat tersirat, yakni Nammyohorengekyo di Masa Akhir Dharma, muncul nyata sebagai utusan Tathagata atau Buddha. Tathagata berarti Buddha Sakyamuni, "Perilaku Sang Tathagata", berarti Nammyohorengekyo, dan yang dimaksud dengan Tathagata berarti umat dari 10 dunia 3000, atau menunjukkan seluruh umat. Sekarang Niciren Daisyonin dan para murid yang menyebut Nammyohorengekyo adalah utusan Buddha yang sebenarnya.
KETERANGAN :
"Utusan Sang Tathagata" bila dibaca dari kalimat yang tersurat (monjo) berarti utusan Buddha Sakyamuni, yakni Bodhisattva Visishtakaritra. Jika dibaca dari sudut yang tersirat (montei), Tathagata berarti Niciren Daisyonin dan utusan Tathagata hanyalah kita, Bodhisattva Muncul dari Bumi, yakni umat Buddha Niciren Syosyu. Jika dibaca dari kalimat tersirat, maka yang dimaksud dengan pelaksana Saddharmapundarika-sutra adalah Niciren Daisyonin dan Beliau adalah kelahiran kembali dari Tathagata Jijuyuhosyin Kuon Ganjo.
Kalimat berikutnya, "Tathagata berarti umat 10 dunia 3000, atau menunjukkan seluruh umat", berarti pembabaran atau teori yang tersurat pada umumnya. Dibabarkan, semua orang memiliki sifat Buddha, dan berdasarkan teori yang tersurat berarti Tathagata dan tingkatannya adalah utusan Tathagata.
Pada khususnya, utusan Tathagata yang sebenarnya adalah orang yang menerima dan mempertahankan Gohonzon dari Sandaihiho yang mewarisi keinginan Niciren Daisyonin dan menjalankan keaktifan demi tercapainya kosenrufu. Dengan demikian, jika menyadari sebagai utusan Tathagata, sungguh tidak wajar jika merendahkan diri sendiri. Utusan dari Niciren Daisyonin tidak mungkin menderita hidupnya. Sebagai contoh, duta besar atau konsul dari satu negara adalah wakil dari negara tersebut. Maka, setiap negara pasti menghargai dan menjaga duta besar atau konsulnya dengan baik. Begitupun, kita sebagai utusan dari Tathagata pasti dilindungi oleh para dewa pelindung. Dengan kesadaran, bahwa kita adalah utusan Niciren Daisyonin, maka hendaknya jangan sekalipun lupa untuk menjaga kebanggaan dan kehormatan baik demi pencapaian kesadaran Buddha dalam satu kehidupan kali ini, ketentraman negara, kemajuan dunia, dan melestarikan Hukum Buddha agung yang dapat menyelamatkan seluruh umat secara kekal abadi.
Dan juga, dari kalimat ini dapat diketahui dengan jelas, bila ada orang yang memfitnah kita selaku utusan Tathagata, maka bukan hanya akan dimarahi Niciren Daisyonin, namun karena teori hukum sebab akibat adalah hukum alam semesta raya, maka akan menerima akibat Buddha yang tegas. Hati kepercayaan kita ditentukan oleh sadar atau tidaknya akan tugas sebagai utusan dari Tathagata. Oleh karena itu, jalankanlah tugas masing-masing dengan keyakinan kokoh.
Sumber : Parisadha Buddha Dharma Nichiren Syosyu Indonesia
|