Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  SURAT KEPADA SENICI AMA
(Gosyo Zensyu halaman 1335)

ISI GOSYO :

Tahun lalu kedatangan suami anda, Nyudo Dono, dari Pulau Sado ke Minobu, daerah Kosyu ini, Saya pikir sungguh aneh. Tahun ini ia juga datang dan memetikkan sayuran, mengambilkan air serta kayu bakar selama satu bulan; bagaikan Raja Suzudan melayani pertapa Asita. Betapa anehnya hal ini, sehingga sukar menulis segala sesuatunya dengan kuas. Hal ini akan menjadi karunia kebajikan bagi sang nyonya, Ama.

(Saya) juga akan menulis sehelai Gohonzon dan memberikannya. Di tanah suci Gridhrakuta pasti akan bertemu lagi. Salam hangat.

Tanggal 12 bulan 4
Surat Kepada Senici Ama

ttd

Nichiren

LATAR BELAKANG DAN KETERANGAN :

Surat ini diperkirakan ditulis pada tanggal 12 bulan 4 tahun Koan ke-1 (1278). Ada juga yang mengatakan bahwa surat ini ditulis pada tahun Bun-ei ke-12 (1275). Nichiren Daisyonin menulis surat ini ketika berada di Minobu dan mengirim kepada Senici Ama di Pulau Sado sebagai surat berita. Surat aslinya yang masih tersimpan hanya terdiri dari dua halaman yang terputus-putus, sehingga isi surat secara keseluruhan tidak jelas.

Surat ini berisi kata-kata pujian dari dasar hati atas kesungguhan hati Nyudo Dono, suami Senici. Beliau melayani Nichiren Daisyonin hingga pada urusan-urusan yang kecil sekali, seperti memetik sayur, mengambil air dan kayu bakar. Kemungkinan di tempat Nichiren Daisyonin, para murid secara bergilir mengurus semua keperluan rumah tangga. Nyudo, yang datang dari Pulau Sado yang jauh, sepenuh hati melayani Nichiren Daisyonin dengan melakukan apapun yang ia mampu. Oleh karena itu, ia pasti melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil seperti yang diuraikan di atas dari dasar hati yang penuh kesungguhan. Nichiren Daisyonin dengan hati yang tulus memuji sikap Nyudo Dono dengan mengatakan 'sukar menulis segala sesuatunya dengan kuas'.

Kalimat, "Hal ini akan menjadi karunia kebajikan bagi sang nyonya Ama", bermaksud menjelaskan bahwa hal ini akan kembali sebagai karunia kebajikan bagi Senici Ama sebagai istri Nyudo. Jika seseorang dalam satu keluarga menuntut Hukum Buddha dengan sungguh-sungguh dan meneruskan hati kepercayaan, maka akan menjadi karunia kebajikan untuk seluruh keluarga. Selain itu juga dikatakan, "akan menulis sehelai Gohonzon dan memberikannya. Di tanah suci Gridhrakuta pasti akan bertemu lagi". Kalimat ini berarti, jika menerima dan mempertahankan Gohonzon pasti dapat mencapai kesadaran Buddha. Dengan perkataan lain, kalimat tersebut memberi petunjuk bahwa Gohonzon-lah yang menjadi kunci pokok untuk mencapai kesadaran Buddha

.

Sumber : Parisadha Buddha Dharma Nichiren Syosyu Indonesia



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.