Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  SULIT MEMPERTAHANKAN SUTRA INI
(SURAT BALASAN KEPADA SYIJO KINGO)

LATAR BELAKANG DAN GARIS BESAR

Surat ini ditulis pada tanggal 6 Maret 1275 (Bun ei-12) dan ditujukan kepada Syijo Kingo yang berada di Kamakura.

Satu tahun sebelumnya yakni tahun 1274, Syijo Kingo telah mensyakubuku majikannya, Ema, namun karena majikannya adalah seorang penganut Ryokan Kuil Gokurakuji sehingga menimbulkan kebencian dari majikannya.

Sungguh Syijo Kingo sedang berada di dalam keadaan yang sangat kritis di dalam keluarga Ema dimana telah dianiaya dan difitnah oleh kawan sekerjanya.

Di dalam surat ini pertama-tama menyinggung kutipan sutra bahwa "Sulit mempertahankan sutra ini" yang terdapat di dalam Bab Munculnya Menara Pusaka Hokekyo hal mana untuk menandaskan bahwa walau dihadapkan dengan berbagai penganiayaan, namun tetap menerima dan mempertahankan Myoho merupakan inti hakekat dari pencapaian kesadaran Buddha.

Kemudian memberikan dorongan semangat bahwa pelaksana Hokekyo mengalami berbagai penganiayaan adalah suatu hal yang wajar, namun hendaknya selalu bertekad maju tanpa melupakan keempat kata : "Sulit mempertahankan sutra ini".

ISI GOSYO

Wajar banyak orang yang mendengar dan menerima sutra ini. Namun, orang yang benar-benar mendengar dan menerima sutra ini dimana walau dihadapkan dengan penganiayaan besar sesuai dengan ramalan sutra ini, namun masih tetap mempertahankan dan selalu ingat pada Hokekyo adalah jarang sekali. Menerima adalah mudah, mempertahankan adalah sulit. Namun demikian pencapaian kesadaran Buddha terdapat di dalam mempertahankan secara berkelangsungan.

Orang yang mempertahankan Hokekyo harus memiliki persiapan hati untuk menghadapi penganiayaan. Hendaknya tidak meragukan kutipan kalimat sutra "Secepat mungkin memperoleh jalan Buddha yang agung tiada batasnya".

KETERANGAN :

Karena Syijo Kingo pada tahun 1274 telah mensyakubuku majikannya, selain tidak disenangi oleh majikannya begitupun juga telah mengalami penganiayaan dari kawan sekerjanya, sehingga berada di dalam keadaan yang sangat sulit sekali.

Di dalam keadaan demikian Syijo Kingo pun semakin melemah jiwanya dimana kelihatannya timbul hati yang berkeluh kesah bahwa "Sebetulnya menjalankan hati kepercayaan ini karena mendengar kehidupan sekarang akan aman dan tenteram, namun sebaliknya telah dilanda penganiayaan besar bagaikan hujan lebat".

Niciren Daisyonin yang telah mendengar keadaan demikian kemudian telah memberikan dorongan semangat kepada Syijo Kingo, dimana pada awal surat ini telah mengutip kalimat Bab Munculnya Menara Pusaka Hokekyo "Sulit mempertahankan sutra ini".

Kesulitan untuk mempertahankan sutra ini adalah karena akan berhadapan dengan berbagai kesulitan dan penderitaan yang bertubi-tubi sehingga menimbulkan keragu-raguan terhadap hati kepercayaan dan melepaskan diri dari Gohonzon dan susunan, hal mana akan menutup jalan kebahagiaan diri sendiri. Betapapun juga janganlah sekali-kali terlepas dari jalur dasar pokok hati kepercayaan karena terpengaruh oleh penderitaan dan kegembiraan serta untung rugi di hadapan mata.

Sama seperti yang diajarkan Niciren Daisyonin, "Menerima adalah mudah mempertahankan adalah sulit, namun demikian pencapaian kesadaran Buddha terdapat didalam mempertahankan secara berkelangsungan". Dimana walau berhadapan dengan kesulitan, namun tetap menerima dan mempertahankan Gohonzon secara berkelangsungan merupakan inti hakekat dari pencapaian kesadaran Buddha seluruh kehidupan.

Kalau menerima dan mempertahankan Myoho dengan membangkitkan perjuangan penyebarluasan kebenaran ajaran, maka akan memunculkan karma diri sendiri yang tersembunyi selama ini dan akan menimbulkan berbagai rintangan dan hambatan berupa tiga rintangan dan empat iblis. Ini merupakan prinsip kewajaran sesuai dengan sutra. Oleh karena itu dikatakan: "Orang yang mempertahankan Hokekyo harus memiliki persiapan hati untuk menghadapi kesulitan dan penganiayaan.

Kutipan kalimat dari Bab Munculnya Menara Pusaka "Secepat mungkin memperoleh jalan Buddha agung yang tiada batasnya" adalah pernyataan kekuatan kurnia kebajikan dari pencapaian kesadaran Buddha dalam keadaan seadanya.

Sebagai akibat dari pelaksanaan hati kepercayaan berkelangsungan yang kuat sesuai bimbingan dari Niciren Daisyonin, pada akhirnya Syijo Kingo telah berhasil memperoleh kepercayaan kembali dari majikan yang melebihi masa lampau. Orang yang telah menerima dan mempertahankan Myoho secara tuntas, walau didalam perjalanan kehidupan mengalami penderitaan dan penganiayaan, namun pada akhirnya pasti mencapai kemenangan.

Walau menghadapi hal apapun, namun tetap menyebut Nammyohorengekyo dengan doa yang mendalam. Bibit pohon dari hati kepercayaan dan kepercayaan serta pelaksanaan, dengan berlalunya waktu pasti akan kembali tumbuh menjadi pohon besar dari kebahagiaan mutlak". Ini adalah kurnia tidak nyata". Marilah meneruskan hati kepercayaan yang berkelangsungan untuk memenangkan kehidupan yang menang.

Sumber : Parisadha Buddha Dharma Nichiren Syosyu Indonesia



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.