 Kemuliaan hidup tidak ditentukan oleh aspek material ataupun spiritual.
Enam miliar manusia di dunia, tanpa pengecualian warga negara, suku bangsa, warna kulit, agama, kepercayaan, atau status kaya-miskin, mulia-hina, pintar-bodoh, cantik-jelek, pria-wanita, tua-muda, semua memiliki kemuliaan hidup yang sama.
Semua makhluk yang hidup di darat, laut atau di angkasa, memiliki kemuliaan hidup yang harus kita hormati. Pada dasarnya kemuliaan hidup pada semua makhluk adalah sama, sehingga tidak ada alasan bagi seorang manusia untuk membunuh makhluk lainnya. Akibat dari kesesatan yang terjadi, membuat seseorang bukan saja tidak menghormati kemuliaan hidupnya sendiri, tetapi juga pelecehan terhadap kemuliaan hidup makhluk lain. Bagaimana mungkin seseorang dapat menghormati kemuliaan hidup makhluk lain., jika kemuliaan hidupnya sendiri tak pernah ia hormati?.
Dalam kitab tertulis " Tuhan telah menciptakan manusia secitra dengan rupa nya". Apa makna kalimat ini ? Sang Buddha mengatakan, " Di antara langit dan bumi, akulah yang termulia". Dalam kitab Cung Yong tertulis, " Firman Tuhan itulah watak sejati kita, dan berbuat sesuai dengan Nurani, itulah Kebenaran". Apa makna semua sabda ini?
Tuhan dengan pribadiNya yang maha tinggi tiada bandingan, maha agung, maha mulia, maha suci, maha cemerlang, paling universal, paling kaya, paling sempurna, maha sejati, maha bajik, maha indah, kekal abadi, tiada kelahiran dan kematian, yang paling bahagia dan bebas leluasa menciptakan manusia. Dengan sendirinya, dasar jiwa manusia(Hati Nurani) adalah bersifat maha tinggi, maha agung, maha mulia, paling cemerlang, maha sejati, maha bajik, maha indah, kekal abadi, tiada kelahiran dan kematian. Inilah dasar kemuliaan hidup kita yang tak terhingga !
Dalam sabda Sang Buddha di atas "Aku" yang dimaksud bukanlah badan jasmani, melainkan menunjuk pada Aku Sejati, Hati Nurani Asali, Watak Buddha yang dimiliki setiap makhluk.Semua manusia di seluruh dunia memiliki Aku Sejati- Hati Nurani yang sama. Dialah yang paling agung di tengah semesta. Tak ada sesuatu apapun di dunia ini yang mampu menandingi keagungan dan kemuliaan Hati Nurani. Inilah kemuliaan hidup kita.
Isi Kitab Cung Yong di atas bermakna bahwa Nurani yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap manusia, yang mengendalikan seluruh jasmaninya, disebut Hati Nurani Watak Diri. Adalah hati nurani watak diri yang membuat seorang manusia mampu melihat, mendengar, berbicara dan bergerak. Hati Nurani disebut kebenaran (Tao). Oleh sebab itu, Tuhan, Tao, Hati Nurani dan Aku adalah satu kesatuan. Bila setiap aktivitas mendengar, melihat, berbicara dan berbuat, selalu sejalan dengan Hati Nurani, dikendalikan oleh emanasi roh Tuhan, maka badan jasmani inipun menjadi agung dan mulia. Ini juga menjadi kemuliaan hidup kita.
Demikianlah, kemuliaan dan keagungan hidup tidak ditentukan oleh kehidupan material maupun spritual, juga tak dapat dibangun dengan teknologi maupun peradaban. Meningkatkan kemuliaan hidup dengan kekayaan, kedudukan dan kekuasaan atau dengan ilmu pengetahuan, pendidikan, kemampuan, kepintaran dan lain-lain adalah perbuatan sia-sia, malah sebaliknya merendahkan dan menindas kemuliaan nurani (jiwa sejati).
DPP MAPANBUMI
Pusdiklat Buddhis Maitreyawira
Taman Duta Mas Blok A8
Jl. Tubagus Angke, Jakarta Barat 11460
Telp. (021) 5676558
|