Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  DHARMA HATI MAITREYA, WUJUDKAN KEBAHAGIAAN SEMESTA II

Setelah menyampaikan pertobatan, selanjutnya kita memanjatkan doa semesta: "Mohon rahmat kasih Tuhan yang Maha Besar, Berjayalah Wadah Ketuhan dengan masa depan yang gemilang, dan bebaskanlah dunia dari bencana". Inilah doa semesta yang selalu kita ucapkan dalam setiap bakti puja. Doa ini tak akan menjadi kenyataan jika kita tak memancarkan wajah kasih, jiwa kasih, dan prilaku kasih.

Doa semesta yang kita panjatkan ini adalah 'buah hasil'. Maksudnya, Wadah Ketuhanan berkembang jaya dengan masa depan yang cemerlang, dan dunia dijauhkan dari segala bentuk bencana, semua adalah bentuk 'akibat'. Namun sebelum 'hasil' atau 'akibat' ini tercipta, pasti ada penyebab ataupun benihnya. Apakah benihnya? Benihnya adalah bagaimana aku mengayomi dunia ini dengan wajah kasih, hati kasih, dan prilaku kasih.

Senyum kasih Maitreya adalah senyuman LAOMU, jiwa kasih Maitreya adalah jiwa LAOMU, dan prilaku kasih Maitreya adalah prilaku LAOMU. Hanya dengan memiliki senyum kasih, wajah kasih, prilaku kasih seperti Maitreya, barulah doa kita sampai kehadirat LAOMU. Jika semua orang memanifestasikan wajah, jiwa, dan prilaku kasih, maka seluruh dunia akan menjadi dunia yang damai sentosa, bebas dari bencana.

Namun amat disayangkan, kita belum betul-betul berlindung pada Buddha Maitreya. Kita belum sepenuhnya merealisasikan wajah kasih, jiwa kasih, dan prilaku kasih Maitreya. Jika semangat ini tak dibangun, dengan sendirinya umat manusia tidak dapat bersatu hati. Agar dunia ini dapat bersatu dalam kedamaian, seluruh umat manusia harus merealisasikan ketiga hal di atas. Tiga hal ini harus menjadi komitmen dan misi hidup kita. Dan semua ini tidak dapat terwujud kalau tak ada yang mau memulai. Wahai siswa-siswi Maitreya, kitalah yang harus memulainya!

Dalam doa semesta, kita mengharapkan agar dunia ini terbebas dari bencana. Dengan kata lain, inilah dunia damai sentosa yang dijanjikan Buddha Maitreya dalam sumpah agung-Nya! Sumpah agung Buddha Maitreya adalah janji dan berkah mulia LAOMU bagi anak-anak-Nya. Demikianlah, melalui doa pertobatan kita melihat betapa Kedua Guru Agung begitu memuliakan Buddha Maitreya.

Tri Mustika yang kita dapatkan pada saat mendapatkan Ketuhanan juga menjelaskan bahwa Buddha yang teragung dan termulia dalam jagat raya ini adalah Buddha Maitreya. Ketika kita menghadapi kemelut, tragedi, dan berbagai macam masalah yang tak bisa diatasi, dengan penuh ketulusan memohonlah kepada Buddha Maitreya. Sang Buddha Junjungan Semesta Alam akan hadir untuk melindungi, memberikan kekuatan dan keselamatan.

Pada Naskah Suci juga ritus pendhiksaan bagi orang yang memohon Ketuhanan, di sana terdapat kata-kata pengagungan Buddha Maitreya. Begitu juga pada Dharani Suci Pendiksaan Arwah terdapat kata-kata, "Kini tibalah saatnya seorang Maha Buddha datang ke dunia, membawa cahaya terang, cahaya pengharapan bagi makhluk trilokya." Buddha yang dimaksud adalah Buddha Maitreya. Pada saat Pandita akan mendiksa seorang umat, Beliau berkata "Demikian aku telah menerima Firman Guru Agung Buddha Maitreya, dengan ini aku transmisikan Inisiasi Firmani ." Yang dimaksud dengan 'Aku' di sini adalah Bapak Guru Agung dan Ibu Guru Suci. Dalam momen yang sangat penting ini, di bawah Kuasa Firman yang diemban Buddha Maitreya, seorang anak manusia yang telah tersesat selama ribuan tahun mendapatkan Jalan Keselamatan yang sejati.

Demikianlah kita lihat betapa Kedua Guru Agung sangat memuliakan Buddha Maitreya. Namun masih banyak di antara kita yang belum menyadari kebesaran pribadi Beliau. Kini zaman Maitreya telah tiba, bagaimana mungkin sebagai murid-Nya kita tidak terpanggil untuk memuliakan Buddha Maitreya? Marilah kita mulai perjuangan ini, dengan tak henti-hentinya membangun jiwa Maitreya, berjuang menampilkan senyum Maitreya, berjuang melaksanakan prilaku Maitreya. Sehingga terciptalah hidup yang Maitreyanis, pikiran dan pola pandang yang Maitreyanis. Inilah hidup Maitreyanis, hidup yang penuh Kasih. Inilah anak Laomu yang sangat berbakti! Inilah murid Bapak dan Ibu Guru Suci yang sejati!

***

Siapa saja yang menjadi Maitreyanis dalam totalitas hidup, berarti secara bulat memuliakan Buddha Maitreya, menjunjung tinggi Firman Tuhan. Demi terciptanya kedamaian dunia, demi terwujudnya kebahagiaan semua makhluk, demi hari esok yang lebih baik, kita harus hidup sebagai seorang Maitreyanis. Saat teringat akan senyum penuh kasih, seketika bangkitlah kekuatan dari dalam diri. Mukjizat pun akan bekerja dalam hidupku. Jika kita menjauhkan diri dari senyum kasih Maitreya, menjauhkan diri dari hati kasih dan prilaku kasih, berarti kita telah menjatuhkan diri sendiri. Bukan Buddha Maitreya tidak mengasihi diri kita, namun diri kitalah yang tidak mengasihi diri sendiri.

Asalkan timbul niat untuk menampilkan senyum kasih, Buddha Maitreya akan menyalurkan kekuatan-Nya, sehingga getaran suci-Nya membuat kita lebih mudah tersenyum. Sirnalah segala bentuk kilesa, depresi, kecemasan, dan kesedihan. Buddha Maitreya memiliki kekuatan yang tiada tara, tapi kekuatan itu hanya akan dilimpahkan bagi orang yang mempunyai niat untuk memancarkan senyum kasih Maitreya. Tidak perduli ujian hidup yang bertubi-tubi, cobaan yang demikian berat, ataupun pahit-getirnya masalah yang menempa hidup kita, kalau kita teringat akan senyum Maitreya, Beliau pasti akan mencurahkan kekuatan-Nya kepada kita. Dengan limpahan kekuatan ini, timbullah keberanian dan ketegaran. Muncullah kebijaksanaan sehingga kita mampu meruntuhkan rintangan-rintangan dalam pembinaan diri.

Kita harus beriman sepenuhnya bahwa bila kita selalu memancarkan senyum Maitreya, kekuatan Maitreya akan menyertai kita, membukakan kearifan yang tak terbatas. Marilah kita senyum bersama, senyum selama-lamanya, sehingga masa depan yang gemilang menanti di depan mata. Demi diri kita, demi 7 tingkat leluhur dan 9 keturunan kita, demi perjuangan pembinaan kita, demi kasih kita untuk umat manusia, kita harus berjuang untuk tersenyum. Di mana terdapat orang yang mau memancarkan senyum kasih, di sampingnya Buddha Maitreya akan berdiri. Kalau setiap hari wajah kita selalu muram, cemberut, penuh emosi, gelisah bagaikan awan kelabu, bagaimana mungkin Buddha Maitreya dapat mendekati kita? Kalau kita mau Buddha Maitreya memberikan berkah perlindungan dan menarik tangan kita, senyum kasih adalah satu-satunya cara.

Dunia baru yang dibangun oleh Buddha Maitreya adalah dunia yang penuh dengan senyuman. Kita harus memiliki komitmen untuk merealisasikan misi ini, sehingga dunia yang penuh senyum Maitreya akan terwujud. Ikutilah langkah kaki Buddha Maitreya untuk membangun dunia yang penuh senyuman. Tidak ada cara lain selain memulai dari diri sendiri. Ukirlah komitmen ini di dalam diri. Mari pertahankan senyum Maitreya walau apapun yang akan terjadi. Hanya wajah yang dipenuhi dengan senyum kasih Maitreya yang akan mendatangkan kepercayaan diri, mendatangkan masa depan, mendatangkan keterbebasan, mendatangkan cahaya dan terang dalam hidup kita.

Kini kita berada di saat-saat yang genting dan kritis, apakah kita berhasil dalam pembinaan atau semakin terpuruk dalam ikatan hati duniawi? Satu-satunya jalan agar kita mampu mengatasi berbagai kesulitan yaitu dengan memancarkan senyuman dan kasih Buddha Maitreya. Marilah kita terus tersenyum, mari kita terus mengasihi semua makhluk sampai nafas ini terputus. Sungguh Agung Buddha Maitreya… Inilah Dharma gaib-Nya yang tiada bandingan. Terpujilah nama-Nya!

Oleh M.S. Wang Che Kuang



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.