Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  MENAKLUKKAN MARA


Di dalam perjuangannya yang luar biasa untuk mencapai Penerangan Sempurna, Bodhisattva Siddharta duduk bermeditasi dibawah pohon Bodhi di Bodhgaya. Dengan tekadnya yang amat kuat, beliau tidak akan bangun dari tempat duduknya sebelum memperoleh Penerangan Sempurna dan mencapai Nirvana. Ketika sedang dalam keadaan demikian datanglah Mara.

Mara adalah makhluk halus penggoda yang bermaksud menghalang-halangi Bodhisattva memperoleh penerangan Sempurna. Mara muncul dengan disertai oleh bala tentaranya yang amat besar dan bermaksud menyerang Bodhisattva Siddharta.

Bala tentara Mara yang amat mengerikan ini mengelilingi Bodhisattva. Dari depan sejauh dua belas yojana (1 yojana kurang lebih 7 mil). Dari belakang sejauh dua belas yojana. Dari kiri dan kanan selebar sembilan yojaya.

Mara sendiri membawa seribu senjata yang amat berbahaya dan duduk menunggangi Gajah Girimekhala yang amat besar dengan tinggi seratus lima puluh yojana. Diikuti dengan bala tentaranya yang berwajah amat menyeramkan, mereka semuanya membawa senjata dengan meraung menakutkan, siap menyerang Bodhisattva Siddharta.

Pada saat Mara mendatangi Bodhisattva dengan bala tentara yang begitu besar, maka para Dewa seperti Maha Brahma, Sakka Rajanaga Mahakala dan para Dewa lainnya, menyingkir dari tempat itu Bodhisattva menghadapi sendiri Mara beserta bala tentaranya dengan berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama telah dilatihnya.

Kesepuluh Paramita itu adalah :

  1. Dana Paramita atau Kesempurnaan Kerelaan Hati
  2. Sila Paramita atau Kesempurnaan Kemoralan
  3. Nekkhama Paramita atau Kesempurnaan Pelepasan Keduniawian.
  4. Prajna/Panna Paramita atau Kesempurnaan Kebijaksanaan
  5. Virya Paramita atau Kesempurnaan Semangat
  6. Khanti Paramita atau Kesempurnaan Kesabaran
  7. Sacca Paramita atau Kesempurnaan Kebenaran
  8. Adhittana Paramita atau Kesempurnaan Tekad
  9. Maitri/Metta Paramita atau Kesempurnaan Cinta Kasih dan
  10. Upekkha Paramita atau Kesempurnaan Keseimbangan Batin

Dengan berlindung kepada sepuluh Paramita inilah, maka semua usaha Mara beserta bala tentaranya untuk menakut-nakuti Bodhisattva dengan hujan besar yang disertai angin kencang dan halilintar yang menggelegar terus menerus juga diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang amat mengerikan gagal semua.

Akhirnya Mara dengan penuh kemarahan menyambit Bodhisattva dengan senjatanya yang terakhir yaitu Cakkavudha, suatu senjata yang amat sakti. Tetapi senjata ini pun kemudian berubah menjadi patung yang amat indah yang dengan tenang bergantung dan memayungi Bodhisattva.

Bumi telah menjadi saksi, bahwa Bodhisattva Siddharta telah lulus dari semua kesulitan yang layak untuk menjadi Seorang Buddha. Kemudian Sang Bodhisattva berkata: "Dengan melihat bala tentara pada semua sisi, berbaris dengan Mara yang mengatur di atas Gajah Girimekhala, aku maju kedepan untuk berperang. Mara tidak akan dapat mendorongku dari posisiku. Bala tentaramu dengan dunia beserta dewa-dewa tak terkalahkan. Dengan kebijaksanaanku, aku terus menghancurkan mereka, bagaikan aku menghancurkan mangkok yang belum dibakar. Dengan mengawasi pikiranku dan dengan kesadaran yang kuat, aku akan mengembara dari negara ke negara sambil melatih banyak murid. Dengan rajin dan sungguh-sungguh, mereka yang mempraktekkan ajaranku, tidak akan memperdulikanmu (Mara) dan akan pergi ketempat yang tidak ada lagi penderitaan."

Gajah Girimekhala lalu berlutut di hadapan Bodhisattva dan Marapun menghilang, lari tunggang langgang bersama dengan bala tentaranya. Kemudian para Dewa yang menyingkir ketika Mara datang menyerang, datang kembali menghampiri Bodhisattva. Mereka semua amat bahagia dengan keberhasilan Bodhisattva Siddharta menaklukkan Mara. *(jd22)

Sumber :
Bulanan CENFO Indonesia
NO:18, SEPT 2002

 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.