Teknik pembinaan di dalam Jalan Ketuhanan Maitreya sungguhlah luhur dan istimewa, di mana kita meneladani metode pembinaan Buddha Maitreya. Dalam segenap kelahiran-Nya di masa lampau, Buddha Maitreya dengan tekun berjuang agar dapat merealisasikan 'Kasih', memanifestasikan sebuah Nurani yang sadar cemerlang. Semangat pembinaan ini Beliau tuangkan lewat Baktipuja, Pertobatan, dan Penyelamatan Nuraniah. Dengan metode inilah Beliau mengantar segenap umat manusia menuju kecemerlangan Hati Nurani. Juga dengan metode pembinaan inilah Beliau mencapai tingkat Kebuddhaan Tertinggi, pribadi Sang Pengasih yang Agung.
Dalam Sutra Purvapranidhana, tertulislah sebuah dialog antara Buddha Sakyamuni dan Ananda. Sang Buddha bersabda, "Wahai Ananda yang bijaksana, ketahuilah bahwa sesungguhnya Bodhisatva Maitreya telah mencapai kesempurnaan tanpa perlu melaksanakan pengorbanan telinga, hidung, kepala, tangan, kaki, badan, jiwa, kekayaan, kota, anak-isteri, dan kerajaan untuk didanakan, melainkan hanya melaksanakan metode pembinaan yang fleksibel, praktis, dan membahagiakan, hingga akhirnya mencapai Kesempurnaan Kesejatian Tertinggi."
Ananda bertanya, "Dengan metode fleksibel dan praktis yang bagaimana Bodhisatva Maitreya mencapai kesempurnaan Kebuddhaan?"
Sang Buddha bersabda, "Bodhisatva Maitreya telah berjuang dalam tiga waktu pada siang dan malam, dengan sepenuh hati mendisiplinkan badan, merapikan jubah dengan posisi berlutut menghadap ke sepuluh penjuru alam (berbaktipuja) sambil memanjatkan ikrar:
"Aku bertobat atas semua kesalahanku, dan berjuang menasehati dan membimbing umat manusia ke dalam kebenaran Dharma. Dengan penuh ketulusan aku bersembah sujud ke hadapan-Mu para Buddha. Semoga dengan ini aku dapat mencapai Anuttara Prajna (kebijaksanaan tak terhingga)."
Syair ini bermakna, "Aku mengakui segala dosa, kesalahan, dan kelalaianku, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Dan aku berjuang membimbing umat manusia untuk membina dalam Jalan Kebenaran (seperti yung kulakukan). Untuk itu aku harus bertobat sepenuhnya. Dengan hati yang sungguh-sungguh dan tulus aku bersembah sujud kepada para Buddha di sepuluh penjuru dunia, dengan ini akan kucapai kesempurnaan kebijaksanaan Buddha yang tak terhingga."
Pada akhir zaman ini Jalan Ketuhanan diturunkan ke dunia, bertepatan dengan masaknya ikrar Suci Buddha Maitreya. Tuhan menurunkan Kuasa Firman-Nya kepada Buddha Maitreya sebagai Buddha Penguasa Wadah Ketuhanan Semesta. Dialah Buddha yang bertepatan masa di akhir zaman, Maha Buddha Pancaran Putih, Sang Pengemban Misi Agung Penyatusempurnaan Universal.
Inilah wujud perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan Buddha Maitreya sejak berkalpa-kalpa kehidupan, sesuai dengan semangat yang terkandung dalam ikrar suci-Nya. Metode Baktipuja, Pertobatan, dan Penyelamatan Nuraniah yang Beliau terapkan adalah jalan menuju kecemerlangan Hati Nurani. Dan kini kita sebagai siswa Ketuhanan, dalam proses membina dan mengamalkan Ketuhanan, yang terpenting adalah bagaimana kita meneladani semangat pembinaan Buddha Maitreya. Marilah kita lakukan Baktipuja, Pertobatan, dan Penyelamatan Nuraniah secara gigih dan konsisten. Juga kita iringi dengan aktualisasi wajah kasih, sehingga tercapailah Nurani yang sadar cemerlang. Di sinilah makna pembinaan yang sesungguhnya.
Oleh M.S. Wang Che Kuang
|