|
Orang berhubungan dengan suara dan bentuk. Berbicara adalah suara, gerak adalah bentuk. "Suara" kita harus ramah dan lemah-lembut. "Bentuk" kita harus luwes dan murah senyum.
Ucapkanlah sesuatu yang tidak menusuk hati orang lain, maka orang itu akan membalas. Karenanya, ucapan juga harus benar. Jangan bicara terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jangan menambah atau mengurangi satu kata pun.
Pernyataan dan kata-kata harus diucapkan dengan tulus dan rendah hati. Jika dengan seorang teman dekat engkau tidak perlu bicara terlalu mendetail, maka dengan seorang kenalan bar kata-katamu yang tidak jelas bisa disalah artikan.
Dalam mengajar dan membimbing orang, kita harus menyadari dengan siapa kita berhadapan. Dengan orang luar, berlakulah lemah lembut; dengna orang sendiri, berlakulah tegas-jelas.
Meskipun orang-orang yang gampang naik-darah itu memiliki hati yang baik, mereka tidak dapat dikatakan sebagai orang baik.
Kita harus mendengar dan berbicara dengan lengkap. Jangan begitu saja mencomot sedikit disana dan sedikit disini, yang dapat menyinggung perasaan orang lain.
Jangan pergunakanlah mulutmu untuk membicarakan masalah orang lain dan menimbulkan karma buruk melalui ucapan. Demikian pula, jangan menggunakan tubuhmu untuk bermalas-malasan dan membelenggunya dengan kehausan pada kesenangan duniawi.
Ucapan yang baik seperti halnya kain katun yang dapat menyerap air. Hadapilah gosip seperti lantai ubin, yang tetap keras dan teguh, yang kembali kering bila air telah menguap.
Menghadapi kata-kata dan ucapan yang jahat adalah salah satu cara latihan.
Kata-kata tidak dapat menimbang-timbang. Jika seseorang lengah sedikit saja, kata-katanya dapat melukai hati orang lain. Dilain pihak, latihlah hatimu agar tidak mudah terluka oleh kata-kata orang lain.
Dalam hidup sehari-hari, kita harus selalu eling dan mawas-diri, perlakukanlah sesamamu dengan murah hati dan bicaralah dengan hati-hati. Itulah cara untuk mengubah pikiran yang buruk menjadi lurus dan selaras. Pada saat yang sama, berlatihlah untuk tidak mudah tersinggung oleh tingkah-laku orang lain.
Orang yang tenang, gembira, dan berpikir dengan kepala dingin, dapat mengingat sesuatu dengan baik dan kata-katanya penuh makna.
Bila melihat dengan mata (batin) yang jernih, engkau tidak akan bertikai dengan orang lain. Suara tidak memiliki bentuk dan bobot, sedangkan apa yang nampak bukanlah bentuk yang sebenarnya.
Dengarkanlah suara yang jernih dengan telinga yang jernih pula. Seraplah suara alam semesta dengan batin yang hening.
Satu kata yang mengandung kebenaran sudah lebih dari cukup, tapi seribu kata-kata kosong sungguh tidak berharga. Kata-kata yang benar menimbulkan kepercayaan.
Kecantikan manusia tidak mengatasi ketulusan hati - sumber segala kebajikan. Harga diri manusia tidak pergi jauh dari kepercayaan asal-mlua tumbuhnya peradaban.
Tanpa ketulusan hati dan kesungguhan, tidak akan ada kepercayaan. Tanpa kepercayaan, kata-kata tidak akan mengujud dalam tindakan. Pepatah mengatakan: orang dapat hidup tanpa pakaian dan makanan, tetapi tidak tanpa kepercayaan dan ketulusan hati.
Sumber : MENYELAM KEDASAR BATIN Judul asli "Still Thoughts by Dharma Master Cheng Yen Penerjemah Tirtasanti
|