Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  KEKUATAN PENYESALAN


Dengan mawas-diri seseorang bisa maju. Bila hanya mengejar pemuasan nafsu, engkau niscaya akan jatuh dan mengalami kemunduran. Mengingat kesalahan sendiri dan melakukan kritik-diri adalah langkah pertama untuk mencapai kemajuan batin.

Makin sering memaafkan diri sendiri, semakin malas engkau untuk mawas-diri.

Memaafkan orang lain adalah suatu berkah, memaafkan diri sendiri adalah berkah yang hilang.

Keberanian memikul tanggung-jawab atas kesalahan sendiri adalah karakteristik batin yang bermoral

Jangan dicekam rasa takut karena kesalahan masa lalu. Perbaiki kesalahan itu, maju lagi, dan raihlah kemenangan.

Mudah bagi kita untuk menyesali dan merenungkan kesalahan-kesalahan besar, tetapi sangat sulit menghilangkan kebiasaan buruk, sekecil apapun.

Penyesalan adalah pengakuan yang sekaligus membersihkan polusi di dalam batin kita.

Bagaimana cara seseorang menghargai hidup dan dirinya? Jawabnya: kerendahan hati dan rasa malu.

Kerendahan hati ditunjukkan dalam sikap cepat mengakui kesalahan sendiri serta tidak melakukannya lagi, sifat ini menjanjikan harapan dan keselamatan bagi orang yang memilikinya. Ia juga mencakup rasa malu dan penyesalan mendalam atas kesalahan yang telah dilakukan.

Dengan dipersenjatai rasa malu, seseorang harus selalu mawas-diri; dengan menyesali kesalahannya, ia tidak akan melakukan hal yang sama di waktu mendatang. Demikian hendaknya kita berhenti berbuat jahat.

Penyesalan yang sungguh-sungguh menghapus jejak pikiran jahat yang pernah hadir didalam batin. Menyesal artinya mau berubah dan berusaha untuk lebih baik.

Setiap orang memiliki benih Kebuddhaan. Jika seseorang dapat menghadapi kenyataan dengan berani, mawas-diri, dan menyesali kesalahan yang telah dilakukan, maka ia dapat menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Pengakuan yang dilakukan secara terbuka dan sungguh-sungguh, tekad untuk memperbaiki kesalahan, dan usaha sekuat tenaga untuk kembali ke jalan yang benar, akan menerangi batinmu dan menumbuhkan benih Kebuddhaan-mu yang suci dan murni.

Siapa yang dapat mencapai tingkatan di atas orang awam yang batinnya tertutup dan benih Kebuddhaan di dalamnya tidak dapat tumbuh? Mereka yang dapat menyesali kesalahan yang telah dilakukannya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Penyesalan adalah pintu gerbang kesucian, yang akan bermuara pada lenyapnya penderitaan

Setiap gerak pikiran menghasilkan karma. Membuka mulut atau menggerakkan lidah, mengangkat tangan atau menendang - setiap gerakan dengan mudah dapat berubah menjadi karma buruk. Buddha tidak mengajarkan kita untuk mengingat-ingat kesalahan yang telah lalu, tetapi untuk menyesali dan tidak mengulanginya. Sempurnakan dirimu dari waktu ke waktu, capailah kebebasan dan ketenangan batin.

Batin yang hening dan mawas-diri akan menghapus riak gelombang pikiran dan menguakkan sumber kebijaksanaan nun jauh disana. Tidak ada perbuatan apapun yang tidak berakibat, di alam ini maupun di alam lain, tidak ada satu fenomena pun yang tidak dapat di pahami.

Orang yang tidak dapat mengajar diri sendiri, juga tidak dapat menerima ajaran dari orang lain. Batinnya akan mengalami kemunduran, perlahan tapi pasti.

Sumber :
MENYELAM KEDASAR BATIN
Judul asli "Still Thoughts by Dharma Master Cheng Yen"
Penerjemah Tirtasanti

 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.