Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  KEKUATAN SEBUTIR BENIH


Hidup seperti berjalan di atas seutas tali. Kita harus benar-benar memusatkan pikiran dan melihat lurus ke depan. Berjalanlah terus, jangan menengok ke belakang.

Meskipun jalan hidup ini tidak terlalu panjang, masih saja ia sulit di jalani. Karenanya kita perlu memperhatikan setiap langkah dengan seksama, supaya tidak jatuh ke jurang kehancuran karena menempuh jalan yang salah.

Mereka yang masih muda dan kuat maju bergegas dengan cepat, sehingga energi mereka terkuras habis, cepat lelah, dan harus sering berhenti di sepanjang perjalanan. Mereka sudah merasa letih dan putus asa ketika perjalanan masih amat jauh.

Sukses tergantung pada kekuatan kesabaran. Buah suatu perjuangan panjang menjadi matang secara tak kentara. Dan itu lebih baik ketimbang energi yang meletup-letup dalam suatu usaha impulsif jangka pendek.

Mereka yang menggunakan kekuatannya dengan arif tidak akan tergesa-gesa, tidak seperti meteor yang melesat tinggi sesaat untuk kemudian jatuh dan terlupakan. Mereka yang terus maju dengan tekad yang tetap dan teguh, akan berhasil pada akhirnya.

Orang-orang berbakat dengan mudah mencapai apa yang dicita-citakan dan memperoleh kepuasan semu. Tetapi, di dorong oleh kehausan dan ambisi yang tiada batas, mereka tidak pernah memperoleh kepuasan batin. Bakat dapat menjadi akar penderitaan.

Hidup kita tidak terduga dan tidak dapat diramalkan. Tetapi kita dapat menentukan jalan hidup masing-masing dengan kekuatan tekad.

Segala sesuatu tumbuh dari benih-benih kemauan.

Orang miskin bertekad untuk tidak miskin, orang kaya berkeinginan untuk lebih kaya.

Kita harus memiliki tujuan dalam hidup ini, suatu inspirasi, minat. Hidup tanpa tujuan seperti memegang kuas tanpa tahu harus menggambar apa. Sebercak cat di sini, polesan di sana... hingga akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.

Jangan memandang rendah kemampuan sendiri. Manusia memiliki potensi yang tidak terkira.

Di dunia ini, tidak ada hal yang "tidak mungkin di lakukan" dan tidak ada orang yang "tidak memiliki kemampuan". Yang ada hanyalah "mau atau tidak mau melakukannya". Seperti perumpaan: Bila engkau menjatuhkan air setetes demi setetes ke sebuah wadah, perlahan tapi pasti wadah itu akan penuh.

Orang tidak dapat memuaskan lapar hanya dengan lukisan roti, atau haus dengan gelembung air.

Kita telah memilih jalan masing-masing. Tapi jalan sepanjang ribuan kilometer pun harus dimulai dengan satu langkah pertama. Sebelum menjadi bijaksana, pertama-tama kita menjadi orang biasa.

Jika hendak mengambil, ambillah seutuhnya. Jika hendak menaruh, letakkan semuanya.

Setiap orang menempuh Jalan Bodhisattva-nya sendiri-sendiri. Jika ia mau mencurahkan seluruh pikirannya, maka tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk dipecahkan. Juga, tidak ada pekerjaan yang tidak dapat di selesaikan.

Dalam batin Buddha tidak ada jauh atua dekat. Begitu pula dalam hal tekad, tidak ada ukuran kecil atau besar. Bila dengan batin tulus kita bertekad, apapun dapat dilakukan.

Untuk menjadi pengikut Buddha yang baik, kita harus belajar menjadi seorang petani... yang menggarap ladang batin ini untuk kesejahteraan semua makhluk di bumi. Kita ubah padang gersang ini menjadi tanah yang subur dan bermanfaat!

Dalam karya penyelamatan ini, kita dapat menggunakan tiga macam kekuatan :
Pertama kekuatan diri sendiri yang berlandaskan pada kearifan dan hukum sebab-akibat. Sebelum menuai buah, pertama-tama kita harus menyebarkan benihnya. Setelah itu kita boleh menoleh pada kekuatan welas-asih Buddha, menyerap cahayaNya yang cemerlang, dan berusaha menyatukan dan menyelaraskan batin kita denganNya.
Akhirnya dengan penuh hormat kita menghimpun kekuatan semua makhluk, karena sesungguhnya tiada perbedaan hakiki antara batin Buddha dan batin semua makhluk.

Batin yang selalu siaga mudah mencapai kemajuan, batin yang malas sulit dilatih. Hanya berbicara tanpa berbuat, kita tidak dapat menembus kesunyataan dan mempraktekkan Jalan. Hanya dengan mulai menjalankannya, kita dapat mulai melangkah untuk mencapai Kebuddhaan. (Kebuddhaan: pencapaian Pencerahan Sempurna).

Batin yang kokoh di capai dengan latihan yang terus menerus dan seksama.

Sumber :
MENYELAM KEDASAR BATIN
Judul asli "Still Thoughts by Dharma Master Cheng Yen"
Penerjemah Tirtasanti

 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.