Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  TENTANG KERTAS KOSONG KEHIDUPAN


Meskipun tumbuh di atas tanah yang sama di bawah guyuran hujan yang sama pula, setiap batang rumput dan pohon tumbuh dengan cara berbeda-beda.

Kriteria dan pendapat orang tentang kehidupan yang baik sungguh berbeda-beda.

Setiap hari dalam hidup ini seperti sehelai kertas kosong, tiap orang dan kejadian adalah cerita yang ditulis di atasnya.

Segala sesuatu di alam semesta ini adalah buku yang harus kita pelajari. Setiap hal merupakan bagian dari Buddha-Dharma dan lapangan kerja bagi seorang bhakta. Sukses dimulai dari kemauan dan latihan yang sungguh-sungguh. (Bhaktaorang yang berbakti kepada Buddha, Dharma dan Sangha).

Hidup disebut berarti dan berharga bila potensi-potensi positif kehidupan di gunakan sebaik-baiknya.

Hidup bersama di dunia ini merupakan karma kolektif, karenanya kita tidak dapat lari dari masyarakat. Kebebasan sejati adalah buah dari penderitaan, yang menjadi matang dalam hubungan kita dengan orang lain.

Menghargai orang lain berarti menghargai diri sendiri.

Setiap orang memiliki potensi untuk mencapai Kebuddhaan. Dengan menggali jati-diri masing-masing, kita akan menemukan pandangan yang sama, di mana tiada lagi "milikku" dan "milikmu".

Batin yang tenang membawa keharmonisan dalam keluarga. Untuk memperoleh batin yang tenang itu, engkau harus berlatih dengan cara yang benar.

Batin yang tenang membuat orang merasa aman. Untuk memperoleh batin yang tenang diperlukan akal sehat.

Di mulai dari memahami satu langkah, perlahan-lahan engkau akan memahami seribu langkah berikutnya. Setelah itu engkau akan melihat jalan, dan akan diliputi rasa percaya diri. Hal yang lebih menakutkan adalah bila engkau tidak mengetahui hakikat "diri"-mu, sehingga terjebak dalam kebingungan dan penderitaan.

Penderitaan yang sesungguhnya bukanlah sakit fisik, melainkan menurunnya kualitas batin dan pikiran. Bencana dan penyakit di dunia ini banyak yang disebabkan oleh orang-orang yang memiliki fisik sehat tetapi batin dan pikirannya sakit.

Jalan kehidupan harus di tempuh dengan bantuan akal sehat. Bila tidak terbiasa dengan medan yang harus di tempuh, engkau akan tersesat. Dalam hidupnya, setiap orang harus mempelajari dengan sungguh-sungguh jalan yang terbentang di hadapannya.

Kita memiliki kewajiban untuk menolong sesama, tapi sebelumnya kita harus melatih diri dengan benar. Manusia sangat keras kepala, batin dan pikiran mereka begitu beragam sehingga tidak mudah dimengerti. Diperlukan ketulusan hati dan tindakan yang tepat untuk menaklukkan mereka.

Kita tidak boleh bergantung pada tiga hal : kekuasaan, status dan uang.

Bersikaplah praktis dan pragmatis. Laksanakanlah Ajaran, ketimbang hanya berbicara tentang pencapaian spiritual.

Berpacu dengan waktu, dari menit ke menit, berhati-hati dalam setiap langkahnya, seorang yang menempuh Jalan spiritual tidak akan mendapat malu atau menyesal.

Jangan mencela orang lain yang hanya memikirkan uang dan tidak memiliki rasa kemanusiaan. Jangan mengeluh dan mengatakan tidak adil jika niat baikmu tidak bersambut. Justeru kejadian-kejadian seperti itu merupakan kesempatan emas bagi kita untuk berlatih dan menjadi diri sendiri.

Kita dapat memajukan batin hanya jika kita mau melakukan sesuatu yang sulit dikerjakan, memberi sesuatu yang sulit dilepaskan, dan menjadi sesuatu yang sulit dijalani.

Buddha mengajarkan kepada semua makhluk untuk menggali benih Kebuddhaan dan menemukan diri yang sejati. Tapi sebelumnya bersihkanlah batinmu, karena bagaimana benih Kebuddhaan dapat tumbuh jika batinmu penuh noda?

Dunia ini penuh penderitaan. Menjadi manusia juga merupakan suatu penderitaan, tetapi itulah satu-satunya jalan untuk mencapai Kebuddhaan.

Masalah hubungan antar manusia adalah masalah terberat yang harus dihadapi. Akan tetapi, dengan melatih batin agar tidak egois dan tidak terikat pada segala sesuatu, kita dapat terus maju.

Mulut dapat mengatakan sesuatu yang baik, tetapi pikiran harus memiliki niat yang baik pula, begitu pula laku tubuhmu.

Pikiran menerima kesan dan mulut bicara. Berlatihlah dengan tekun hingga engkau dapat membabarkan Dharma tanpa kata-kata.

Hidup tanpa aturan seperti berada di tengah padang pasir di bawah sengatan terik matahari. Hanya dengan banyak belajar kita dapat mencapai oasis yang indah.

Bersemangat dalam berlatih, dan bergembiralah menikmati hasilnya.

Kebahagiaan sejati berarti bahagia pada setiap saat. Kebahagiaan adalah keadaan batin yang bebas dari rasa cemburu, sombong atau benci.

Lenyapkanlah bayang-bayang suram dari dalam hatimu. Terangilah dan tebarkanlah kehangatan di sana, sehingga hidupmu menjadi penuh arti.

Sungguh besar bola mentari, sama seperti kebaikan hati orang tua kita. Orang besar dapat bertahan dalam situasi apapun, mereka yang berjiwa kerdil tidak

Tersenyum dan merengut adalah ekspresi bentuk. Berteriak dan berbicara adalah ekspresi suara. Tersenyum lebih baik ketimbang merengut dan berbicara lebih wajar ketimbang berteriak.

Dari sudut-pandang tertentu, bumi ini sungguh sangat baik. Bila demikian pula cara kita memperlakukan manusia dan seisi alam, maka segalanya akan terang dan damai.

Bila sedang tidak ada masalah kita memperlakukan orang lain dengan baik, dan untuk itu tidak diperlukan kemampuan khusus. Tetapi untuk bersikap baik terhadap orang dengan siapa engkau sedang berselisih, sungguh diperlukan kemampuan istimewa.

Meskipun dunia ini makin tenggelam dalam kenikmatan duniawi, engkau harus tetap berlaku baik dan pantas. Jangan bodoh, tetaplah bersikap terhormat dan memiliki harga diri.

Kebebasan setiap orang harus dipandu dengan moralitas. Dalam masyarakat, kita memiliki hukum sebagai pedoman. Jika tidak, maka segalanya akan kacau dan liar tanpa akal sehat. Ketika penguasa mengandalkan kekuatannya untuk memenuhi nafsu dan keserakahannya, kebebasan batin akan menyembunyikan dirinya dan sangat sulit ditemukan.

Moralitas adalah mercu suar yang menerangi jalan kita menuju kemajuan batin, bukan lampu sorot untuk memeriksa kesalahan orang lain.

Sumber :
MENYELAM KEDASAR BATIN
Judul asli "Still Thoughts by Dharma Master Cheng Yen"
Penerjemah Tirtasanti

 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.