Artikel/Renungan
Dharma Wacana




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  SPIRITUALITAS DI TEMPAT KERJA


Pekerjaan kita adalah salah satu bentuk latihan, kantor dan pabrik adalah Bodhimanda.
(Bodhimanda: tempat di mana Pencerahan dapat di capai).

Apabila ada gabungan yang utuh antara keyakinan, ketekunan dan semangat, tak ada sesuatupun di dunia ini yang tidak dapat dilakukan.

Engkau harus melakukan yang terbaik dan menyerahkan sisanya pada kekuatan karmamu. Jangan menyimpan kesusahan di dalam hati, atasilah setiap kesulitan sebelum ia menguasai dirimu.

Sukses terbesar dalam hidup adalah ketika engkau bangkit dari kegagalanmu.

Beranilah menggulung celanamu dan masuk ke dalam air. Karena telah terbiasa berdiri di air, maka engkau tidak akan lagi takut kehujanan.

Dalam pekerjaan apapun selalu akan dijumpai kesulitan. Untuk itu diperlukan tekad, sehingga engkau tidak perlu takut menghadapi kesulitan. Bila dihadapi dengan bijaksana, kesulitan apapun akan teratasi.

Perhatianmu penuh saat bekerja artinya: bila tangan-tanganmu sedang bekerja perhatianmu hadir di sana; bila kaki-kakimu melangkah, perhatian juga ada besertanya; bila mulut terbuka dan angkat bicara, perhatian terpusat padanya.

Apapun yang sedang dilakukan, engkau harus tetap siaga menghadapi hal-hal yang tidak diharapkan. Jangan memandang enteng rasa dingin yang belum menggigit atau lidah api yang belum menjilat

Mereka yang memiliki kemampuan, harus didukung oleh yang lain. Mereka yang memiliki kearifan, harus mendukung yang lain.

Hidup kita sungguh tidak kekal, datanglah segera bila masyarakat membutuhkan tenagamu. Hari ini, selagi engkau masih dapat berjalan, melangkahlah dan bekerja.

Jangan takut menanggung beban berat, ingatlah bahwa kita dapat mengendarai mobil hanya dengan memegang kemudi. Saat menolong orang lain menyeberang, kita akan turut sampai ke seberang.

Jangan tergesa-gesa menempuh jalan pintas, karena bukan tidak mungkin jalan itu buntu, dan engkau hanya akan membuang-buang waktu yang amat berharga.

Dalam hidup maupun dalam bertindak, orang harus memiliki "semangat". Dalam bahasa Mandarin, kata "semangat" merupakan gabungan dari kata-kata "dedikasi" dan "maju". Dedikasi berarti memusatkan segenap perhatian pada pekerjaan yang sedang dilakukan, sehingga bisa diperoleh kemajuan yang berarti.

Hidup ini seperti mendaki gunung. Tetapkanlah tujuan hidupmu dan gunakan hidup yang singkat ini untuk maju selangkah demi selangkah menuju puncak. Jangan malas, karena saat bersantai itulah engkau akan kembali merosot turun. Tapi juga jangan sekaligus mendaki lebih dari satu puncak gunung. Karena tinggi puncak-puncak itu berlainan, maka setelah naik-turun beberapa kali, pada akhirnya engkau tidak mencapai hasil yang maksimal. Pilihlah salah satu puncak yang paling cocok dan baik untukmu, dan mulailah mendaki, hari demi hari, dan bulanpun berganti tahun. Hingga akhirnya usahamu menghasilkan buah yang harum dan manis.

Mulut manusia jaman sekarang pintar sekali mengucapkan kata-kata bijak mengenai segala aktivitasnya. Tapi umumnya mereka hanya mengerti teori tanpa mengetahui prakteknya. Benak mereka penuh dengan perhitungan dan konsep, sehingga ketika menjumpai masalah yang nyata, mereka tidak tahu bagaimana cara penyelesaian yang terbaik.

Perubahan sosial tidak diperoleh dengan hanya meneriakkan slogan-slogan, tapi dengan tindakan nyata.

Di tengah-tengah seruan meminta keadilan, terdengar ratap-tangis mereka yang menjadi korban.

Apakah "kebenaran" itu?
Kebenaran adalah bila teori mengujud secara harmonis dengan tindakan.

Tindakan dapat terjadi di luar teori. Untuk itu kita harus menggunakan teori untuk mengarahkan tindakan.

Manusia berada di tengah-tengah, antara teori dan tindakan. Sedikit saja teori itu bisa diujudkan dalam tindakan yang tanpa cela, akan terbentuk kualitas terpuji seorang manusia.

Satu orang tidak dapat memakan seluruh persediaan beras di bumi ini, begitu pula ia tidak dapat menangani semua pekerjaan yang ada. Dan kita, tidak dapat memborong seluruh pahala di kolong langit ini.

Dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, teguhlah memegang prinsip. Apabila engkau tidak dapat membuat orang lain mengerti prinsipmu, berusahalah agar tidak mudah terpengaruh olehnya.

Lakukanlah kewajibanmu dengan sebaik-baiknya.

Bahkan ketika Buddha hidup di dunia ini, beliau memegang beberapa pantangan, antara lain: tidak mengubah jalannya karma seseorang.

Sumber :
MENYELAM KEDASAR BATIN
Judul asli "Still Thoughts by Dharma Master Cheng Yen"
Penerjemah Tirtasanti

 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.