|
Namo Buddhaya, dan Salam Sejahtera untuk kita semua
Pertama-tama marilah kita panjatkan dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah dan kekuatanNya, kita semua dapat berkumpul di Candi Agung Borobudur ini dalam keadaan sehat dan bahagia dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2547/2003 yang tepatnya jatuh pada tanggal 16 Mei 2003 pukul 10.35.48 WIB.
Kami atas nama pribadi maupun sebagai Menteri Agama RI mengucapkan selamat Hari Waisak 2547/2003. Semoga kita sekalian mendapatkan berkah dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa, Tiratana sehingga kita mampu berpikir, berucap dan bertindak secara benar untuk membangun diri kita masing-masing serta seluruh bangsa demi terciptanya masyarakat Indonesia yang aman, sejahtera, tentram dan damai secara lahir dan batin. Kami menyambut dengan gembira dan bahagia pelaksanaan Perayaan Waisak 2547/2003 ini sebagai suatu momentum penting dan bermanfaat yang dapat memperkokoh rasa persatuan dan persatuan bangsa.
Menjadi kewajiban kita bersama sebagai umat Buddha untuk merayakan, menyelenggarakan dan mengagungkan Hari Raya Waisak, yang didalamnya mengandung tiga peristiwa penting yang amat bersejarah yang tak dapat dilupakan oleh Umat Buddha. Tiga peristiwa penting bersejarah itu yakni : Pertama, Bodhisatva Sidharta Gautama lahir di Taman Lumbini, Kedua, Bodhisatva Sidharta Gautama mendapatkan Penerangan Agung menjadi Samma Sambuddha dibawah Pohon Bodhi di Budhagaya, dan Ketiga, Samma Sambuddha Parinibbana di Kusinara. Ketiga peristiwa bersejarah yang agung dan luar biasa itu terjadi pada saat bersamaan yaitu saat Purnamasidhi dibulan Waisak namun pada waktu yang berbeda. Oleh karena itu pada perayaan Waisak umat Buddha melakukan Puja Bhakti, merenungkan kembali perjuangan Manusia besar Sidharta Gautama yang telah menemukan kebenaran demi kebahagiaan semua makhluk.
Saudara Umat Buddha yang berbahagia,
Kita sadari bahwa, saat ini bangsa kita sedang dihadapkan dengan berbagai masalah dan peristiwa yang muncul di tengah-tengah gencarnya arus informasi dan globalisasi yang melanda dunia. Peritiwa yang muncul yaitu : Peristiwa Maluku, Papua, Gerakan separatis dan GAM, maraknya peredaran narkoba dan pornografi serta peledakan bom diberbagai tempat ditanah air yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional, dan menimbulkan berbagai macam masalah.
Semua permasalahan yang dihadapi negara, tidak dapat diselesaikan dengan tuntas bila hanya dipercayakan kepada pemerintah atau aparat keamanan saja, namun harus diselesaikan bersama-sama seluruh komponen bangsa. Oleh sebab itu saya menghimbau kepada seluruh umat Buddha melalui perayaan Tri Suci Waisak ini agar bahu-membahu bersama-sama umat beragama lainnya dan dengan pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang sedang terjadi, dengan cara seluruh umat Buddha mau membentengi diri dengan moral dan spiritual agama dan di implementasikan melalui pikiran, ucapan dan perbuatan sehari-hari, disamping itu mematuhi tatanan dan hukum yang berlaku. Untuk membentengi diri dari perbuatan amoral kita harus dapat mengamalkan dua Dhamma yang dapat melindungi dunia dari kehancuran, yaitu : Hiri yaitu rasa malu kepada diri-sendiri untuk berbuat jahat dan Ottapa yaitu rasa takut terhadap akibat-akibat perbuatan jahat yang dilakukan. Dengan bersemayamnya Hiri dan Ottapa pada diri kita masing-masing niscaya kita akan mendapat ketenangan dan kedamaian hidup serta jauh dari segala perbuatan jahat atau anarkis. Dengan harapan saudara mampu menempatkan diri pribadi saudara bersama-sama dengan umat beragama lain untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, dengan sekaligus menciptakan kehidupan yang harmonis, selaras, serasi dan seimbang dalam mewujudkan ketenangan lahir batin.
Dengan thema Waisak Naisonal 2547/2003 umat Buddha "Bertekad meningkatkan kualitas spiritual dan kebajikan demi perdamaian serta persatuan umat manusia", hendaknya thema Waisak tersebut menjadi semangat spiritual didalam mengamalkan serta menyucikan pikiran, ucapan dan perbuatan kita sesuai dengan ajaran agama yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, demi kerukunan dan kedamaian bersama.
Saudara-saudara umat Buddha yang berbahagia,
Negara kita yang sedang membangun, sedang melangkah mewujudkan cita-cita Proklamasi namun situasi negara saat ini kurang kondusif. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami mengharapkan melalui peringatan Waisak ini agar umat Buddha mencermati situasi dan kondisi bangsa dan negara serta untuk itu kita harus melaksanakan pembangunan melalui program-program yang terencana, terarah dan terkendali diantaranya ada tiga program yang harus dicapai bersama oleh seluruh umat beragama yaitu :
- Terwujudnya bangsa Indonesia yang agamais, berperadaban luhur, berbasis hati nurani yang disinari Tuhan Yang Maha Esa.
- Terhindarnya perlakuan radikal, ekstrim, tidak toleran dan eksklusif dalam kehidupan beragama terwujudnya umat Buddha yang rukun, damai dalam kebersamaan dan ketentraman.
- Terbinanya umat Buddha agar menghayati dan mengamalkan ajaran agama dengan sebenarnya, mengutamakan persamaan, memahami, menghayati perbedaan melalui internalisasi ajaran agamanya
Demikian sambutan kami, semoga ada guna dan manfaatnya. Pada kesempatan yang berbahagia ini, sekali lagi kami ucapkan selamat Hari Raya Waisak 2547/2003 semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi dan menunjukkan jalan yang terang kepada kita semua.
Terima kasih.
Menteri Agama RI
TTD
PROF. DR. SAID AGIL HUSIN AL MUNAWAR, MA.
|