Berita Waisak
   Makna
   • Makna Api
   • Makna Air
   • Makna Prosesi
   • Makna Waisak

_____________
Waisak 2005
Waisak 2003

Waisak 2002
Waisak 2001




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  Borobudur : Candi Berbukit Kebajikan
 

Borobudur : Candi Berbukit Kebajikan

DUNIA mengakui Candi Agung Borobudur yang terdapat di Kabupaten Magelang - Jawa Tengah merupakan sebuah candi berbukit untuk peningkatan kebajikan. Walaupun masih kalah menariknya dengan Bali.  Karena Bali dasarnya adalah peninggalan budaya Hindu yang senantiasa dilestarikan, sedangkan Borobudur merupakan candi agung peninggalan Budaya beragama Buddha terbesar di dunia.

Prof.Dr.JG Casparis menyikapi sebuah prasasti abad ke sembilan tentang silsilah tiga raja Wangsa Syailendra, yaitu Raja Indra, putranya Samarotungga dan selanjutnya yaitu Pramodawardhani. Pada masa pemerintahan Raja Samarotungga, mulai dibangun candi yang bernama “Bhumi Sambhara Bhudara” dalam sanskerta yang di istilahkan sebagai Bukit Peningkatan Kebajikan, yakni setelah melampaui 10 tingkatan Bodhisattva.

Setelah rampung dibangun selama kurang lebih 150 tahun, Candi Agung Borobudur merupakan pusat ziarah termegah bagi penganut beragama Buddha sampai sekitar tahun 930 Masehi.

“Keindahan dan keagungan Candi Agung Borobudur  tidak hanya mendapatkan pengakuan dari masyarakat Indonesia saja, melainkan ia sudah dianggap sebagai warisan kebudayaan dunia dan di garisbawahi kata-katanya oleh Menteri I Gde Ardhika sebagai pusaka dunia30/3/04. Hal tersebut terbukti pada saat pemugaran Candi Agung Borobudur yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia selama sepuluh tahun sejak 1971, dan telah menerima dukungan secara mantap dari berbagai negara sahabat dan duapuluh delapan negara duduk sebagai anggota  dengan berbendera Executive Comitte For The International Campaign to Safeguard The Temple Borobudur” kata Dra.S. Hartati Murdaya Ketua Umum DPP Walubi, waktu lalu.

Kemegahan, keagungan, keindahan Borobudur tersebut tentunya masih dikendalikan oleh sejumlah pakar budaya, tetapi tidak memiliki wawasan komersial.

Candi Agung Borobudur adalah fakta sebagai Candi Buddha. Dalam lintasan sejarah perjalanannya. Kerajaan Mataram I (Kerajaan Mataram Purba) berdiri tahun 755-850 diperintah oleh Wangsa Syailendra, waktu itu era kejayaan dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan politik Demikian Agama Buddha menjadi salah satu pandangan hidupnya. 

Selain Borobudur terdapat pula candi-candi Buddha seperti Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Kalasan, Candi Sari dan Candi Sewu. Lihat juga perjalanan sejarah Atisa Sriyana Dipamkara berada di India tahun 1012 pernah datang ke Swarnadwipa (Sumatera) untuk berguru dengan seorang MahaGuru Bhikkhu Agung Dharmakirti selama dua tahun. Guru ini sangat termasyur dan memiliki pengetahuan Buddha Dharma yang tiada batas. Atisa mempelajari sekaligus mempraktekan ajaran Bodhicitta, Pranidana dan Avatara.

Tahun 1983 hari ulang tahun yang ke seribu lahirnya Atisa telah diperingati  dan dirayakan di seluruh India bahkan Bangladesh. Hal ni membuktikan betapa besarnya nama Atisa dalam perkembangan Agama Buddha di seluruh Asia dan Tibet. Sehingga PBB sangat menghargai Atisa, dihari ulang tahunnya yang ke seribu dipakai sebagai awal dimulainya pemugaran Candi Agung Borobudur oleh Unesco. Keagungan zaman keemasan kerajaan Mataram Purba tidak seluruhnya hanya merupakan mimpi masa lampau, namun keberadaan Candi Agung Borobudur adalah realitas hidup, yang telah diwariskan oleh leluhur bangsa Indonesia sebagai pusaka dunia yang tidak ternilai artistik mutu seninya.

Candi Agung Borobudur adalah merupakan Mandala Agung peninggalan Agama Buddha Mazhab Tantrayana yang sungguh luar biasa dan merupakan limpahan berkah karunia kepada umat Buddha masa kini.

Akhirnya Candi Agung Borobudur ternyata bukan hanya impian semata, namun dapat dibuktikan pada saat Upacara Ritual Suci Waisak Nasional yang dilakukan oleh para pendahulu. tt

 



Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.