Berita Waisak
   Makna
   • Makna Api
   • Makna Air
   • Makna Prosesi
   • Makna Waisak

_____________
Waisak 2005
Waisak 2003

Waisak 2002
Waisak 2001




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  Borobudur Pusaka Dunia


Borobudur Pusaka Dunia


DEWAN Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP WALUBI) yang juga bertindak sebagai Panitia Waisak Nasional 2548/2004 telah melakukan pertemuan dengan Menteri Parawisata Seni dan Budaya, I Gede Ardhika di tempat kediamannya di Jakarta30/3/04.

“Borobudur adalah salah satu dari keajaiban dunia, sekarang sudah tidak lagi menjadi warisan budaya, tetapi Pusaka Dunia”cetus I Gede Ardhika. Kenapa musti begitu ? “yah… karena bila memakai kata warisan, itu bisa di lego”, kelakar Menteri kelahiran Singaraja itu setelah melakukan berbagai pertemuan dengan para arkeolog dan Unesco, kemudian pembicaraan diteruskan ketika menerima Panitia Waisak Nasional 2004 pada Selasa 30 Maret 2004.

Pertemuan Panitia Waisak Nasional dengan Menteri nampak penuh kekeluargaan. Tetapi materi yang dibicarakan tak lepas dari pembahasan Waisak dan obyek Wisata Borobudur yang merupakan fakta historis sebagai Candi Buddha dan asset warisan budaya bangsa, yang sebentar lagi akan digunakan sebagai objek sarana puja bakti Waisak oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia(WALUBI).

Menurut Menteri, pihak pelestarian cagar budaya dari Unesco bersama Pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Parawisata, Seni dan Budaya pada tahun 2004 telah memfasilitasi spesial even dalam bentuk meningkatkan arus kunjungan wisata ke Indonesia, salah satunya adalah Borobudur. Even tersebut khususnya Borobudur di setiap tingkatan candi mulai kamadhatu, rupadhatu dan arupadhatu telah di berikan lampu sportlight dengan warna warni bias bermandikan cahaya ke setiap arca maupun stupa yang menambah pesona dimalam hari.

Mandala candi persegi empat itu mempunyai relief horizontal, dibuat dari para pendahulu arsitek Indonesia, tanpa mempergunakan semen atau pasir, tetapi nilai religi yang terkandung begitu sangat esoterik bahkan kaya imaginer .

Menteri penggemar wayang suket ini terus dan akan terus memperjuangkan “Pusaka Dunia” dengan berbagai cara agar sistem manajemen tertata lebih baik. Dari rencananya akan menempatkan gate information sebelum melangkah menuju puncak candi.” Demi untuk menyelamatkan asset bangsa serta membangun sumber daya manusia bagi warga setempat melalui sistem terpadu yang akan diterapkan nanti” kata Menteri I Gde Ardhika.

Dra. S.Hartati Murdaya dalam keterangan pers mengatakan, kegiatan Waisak Nasional 2548 WALUBI tetap dilaksanakan di Candi Agung Borobudur-Jawa Tengah. Dimulai hari Rabu, tanggal 2 Juni 2004 pengambilan air dan api lalu di bawa ke Candi Mendut, untuk disakralkan. Pada malam hari bulan purnama (tgl 15/Cap Go lunar kalender) para Bhiksu/Bhikkhu Sangha dari 3 mazhab yaitu, Theravada, Mahayana, Tantrayana menyulutkan obor Waisak diikuti oleh umat Buddha, kemudian melaksanakan prosesi keliling Mandala Candi Agung Borobudur, dilanjutkan meletakan 10.000 lilin yang disertai memanjatkan ritual doa puja bakti di puncak candi.

Waisak 2548 jatuh pada tanggal 3 Juni 2004 dan detik-detiknya telah ditetapkan pukul 11:19:24 WIB. Kegiatan di mulai langkah persiapan jam 6 pagi hari, prosesi pradaksina dari Candi Mendut menuju Candi Agung Borobudur melalui Candi Pawon. Sedangkan kesenian dalam seremonial Waisak Nasional tahun ini diawali dengan persembahan spektakular sendratari Riwayat Buddha Gotama berdurasi selama 30 menit, dilanjutkan tarian Kwan Im, tarian tradisional daerah, paduan suara yang dilengkapi musik angklung, body music dancers dan Jockey Production menampilkan penyayi anyar dari blantika Buddhis.

Pada perjalanan ritual Waisak di puncak Candi Agung Borobudur, sepertinya tidak terasa sudah setahun kita rayakan. Waisak 2003 tahun lalu genap 50 tahun kebangkitan agama Buddha di Indonesia, namun telah diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia di puncak Candi Agung Borobudur sebagai tahun emas dengan sukses, aman dan lancar. Setiap jengkal pelataran Zone 1 Candi dihiasi obor emas setinggi tiga meter sebanyak 50 unit. Menyala selama dua hari berturut-turut dengan kekuatan gas seberat 16 kg. Serta keesokan nya berlanjut para Bhiksu/Bhikkhu Sangha dan umat Buddha melakukan prosesi pradaksina malam hari dengan meletakan 10.000 lilin lima warna.

Tampak mandala Borobudur dari kejauhan bukit Manoreh di malam hari dengan “Candle Light” begitu indah agung dan mempesona seakan tabur cahaya membangkitkan energi spiritual bagi umat Buddha yang datang, telah disakralkan menyatu bersama alam semesta. Apalagi saat-saat prosesi penyulutan obor emas, Borobudur telah diselimuti mega yang begitu pekat, sepertinya seluruh insan umat Buddha dan Bororobudur terbungkus oleh kegelapan awan yang berarak datang . Namun tiba-tiba tersembul cahaya menembus kegelapan, seolah kita telah disambut untuk peroleh pencerahan. tt






Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.