Berita Waisak
   Makna
   • Makna Api
   • Makna Air
   • Makna Prosesi
   • Makna Waisak

_____________
Waisak 2005
Waisak 2003

Waisak 2002
Waisak 2001




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

 Candi Borobudur = Candi Buddha

 

  Candi Borobudur = Candi Buddha
 

CANDI Agung Borobudur merupakan salah satu candi Buddha peninggalan nenek moyang  sebagai warisan sejarah yang sangat langka. Borobudur selain dijuluki satu dari 10 keajaiban dunia yang dibangun sejak tahun antara 760-830 SM disamping itu juga Candi Agung ini esoterik, kaya dengan ornamen relief realita hidup Sang Buddha, juga sebagai objek vital wisata yang begitu amat sangat berharga dimata Internasional, namun sudah tentu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Duaribu lima ratus empat puluh delapan tahun yang lampau Sang Buddha telah membabarkan makna dan nilai dari sebuah stupa Borobudur serta manfaat yang akan diperoleh dari praktek-praktek melalui bakti yang tulus ditujukan terhadap setiap insan yang menghormati stupa tersebut, dan ini merupakan perwujudan penuh berkat dari hasil perenungan/anussati Sang Buddha yang telah mencapai perolehan pencerahan agung.  

Biasanya para umat Buddha pada perayaan Waisak melakukan ritual upacara prosesi di Candi Agung Borobudur dengan mengitari candi (mandala bersegi empat). Disini Sang Buddha memberikan ajaran tentang manfaat setelah melakukan pradaksina (prosesi/ berkeliling), berjalan kaki memutar searah jarum jam, sebagai berikut :

-         Akan dihormati oleh para dewa, naga, yakhsa, gandharva, asura, garuda, kinara dan mahoraga. 

-         Selanjutnya tidak akan mengalami lagi delapan keadaan yang tidak menguntungkan.

-         Mempunyai batin waskita, penuh kewaspadaan, daya pemahaman yang jelas, cerdas, penuh kekuatan dan keteguhan iman.

-         Memiliki penampilan yang menyenangkan serta mempunyai bentuk yang sempurna dengan ciri-ciri yang menakjubkan; bersinar/berseri-seri, dihormati dimana-mana.

-         Memperoleh usia panjang, mendapatkan segala jenis kekayaan, bebas dari ketamakan, dermawan, murah hati dan selalu hidup berbahagia.

-         Akan terlahir di keluarga makmur, berbudi luhur atau terlahir di salah satu alam yang lebih tinggi seperti alam Brahma, Grhpati dan sebagainya yang senantiasa menghargai ajaran Sang Buddha.

-         Memahami akan Dharma bahwa semua proses pencerapan adalah kosong adanya, keragu-raguan menerima Dharma berakhir cepat, kemudian berproses dan di penghujungnya akan mendapatkan kebahagiaan sejati.

-         Tidak akan diganggu oleh makhluk-makhluk jahat.

-         Selama masa seratus kalpa tidak akan pernah mengalami kecacatan maupun kebutaan.

-         Dan masa bermilyaran kalpa akan senantiasa diberkahi kebijaksanaan serta memperoleh penghormatan.

-         Mempunyai suara yang merdu dan menyenangkan.

-         Mencapai apa yang diharapkan di dalam meniti tahapan-tahapan menuju kebahagiaan sejati. Bila cepat mencapai pencerahan, akan terlahir sebagai orang suci yang agung.

 

Demikian besarnya nilai manfaat dari pradaksina, diumpamakan Sang Buddha, antara lain : nilai seratus gajah yang kuat dan besar-besar dilengkapi  emas dan permata, nilainya tak sebanding, dan hitungannya hanya seperenambelas dari sekali langkah putaran pradaksina.

 

Berkenaan dengan persembahan suka cita dan ketulusan pada stupa candi Buddha atau terdapat di Indonesia yakni pada sebuah bukit Sambhara Budhara (Borobudur), telah disebutkan oleh Sang Buddha antara lain :

 

-         Barang siapa dengan suka cita mempersembahkan hanya sebuah mangkok dari tanah liat pada stupa candi Buddha, nilai manfaat yang diperoleh tidak akan bisa menandingi, walau ditukar dengan nilai seratus ribu istana yang terbuat dari emas.

-         Barang siapa dengan suka cita mempersembahkan bunga pada stupa candi Buddha, nilai manfaat yang diperoleh tidak akan bisa menandingi, walau ditukar dengan nilai seratus ribu bejana terbuat dari emas. 

-         Barang siapa dengan suka cita mengalungi karangan bunga pada stupa candi Buddha, nilai manfaat yang diperoleh tidak akan bisa menandingi, walau ditukar oleh nilai dua puluh juta karung berisi emas.

-         Barang siapa dengan suka cita memercikan air farfum pada stupa candi Buddha, nilai manfaat yang diperoleh tidak akan bisa menandingi, walau ditukar oleh nilai seribu tumpukan bukit emas 

-         Barang siapa membersihkan stupa candi Buddha dengan rasa bakti, maka  dia akan memiliki wajah dan bentuk yang cantik, enak dipandang serta akan terbebas dari segala kekurangan duniawi.

-         Barang siapa dengan suka cita mempersembahkan pelita pada stupa candi Buddha, nilai manfaat yang diperoleh tidak akan bisa menandingi, walau ditukar oleh nilai seratus ribu kali dan sepuluh juta takar emas.

-         Barang siapa mempersembahkan dengan tulus wewangian yang harum dan menyenangkan atau menyalakan dupa pada stupa candi Buddha dengan rasa bakti, maka  tubuhnya akan memancarkan aroma wangi yang menyenangkan.

-         Barang siapa memberikan persembahan yang pantas sekemampuannya pada stupa candi Buddha, maka dia akan menjadi tersucikan dan akan mencapai pencerahan agung dari nirvana yang tiada taranya.

-         Barang siapa dengan rendah hati melakukan sembah sujud di depan rupang atau stupa candi Buddha, maka dia akan memperoleh kedudukan yang akan semakin terhormat diantara manusia dan dewa.

-         Barang siapa mempersembahkan musik pada stupa candi Buddha, maka dia akan memperoleh kesempurnaan dalam keyakinan dalam kelancaran berbicara, memiliki wawasan dan pengetahuan yang mendalam. Suaranya akan memiliki lima kualitas yang menyenangkan.

-         Barang siapa yang membersihkan bunga-bunga layu disekitar stupa candi Buddha  dan dilakukan dengan rasa bakti, maka dia akan terbebebaskan dari kemelekatan serta rasa benci; disamping itu hidupnya tidak akan diliputi oleh kegelapan kayalan maupun melekat pada pandangan yang salah. Dia akan senantiasa bersuka cita dan berbahagia.

Sang Buddha juga bersabda bahwa, pada dasarnya :

Barang siapa berbuat sesuatu dan dilakukan penuh keyakinan tanpa dibayangkan terlebih dahulu, maka besar manfaatnya yang diperoleh, dan tidak terbayangkan pula.

Demikian beberapa kutipan manfaat melakukan praktek dengan rasa bakti kepada stupa candi Buddha yang diperoleh dari Caitya-Pradaksina-Gatha atau ke dalam bahasa Tibet gSal-rgyal-gyi-tshigs-su-bead-pa. (toto 

 



Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.