WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

 MELIHAT HARI TRI SUCI WAISAK MENUNJUKKAN PADA PERKEMBANGAN DUNIA

 

       

 

MELIHAT HARI TRI SUCI WAISAK MENUNJUKKAN PADA PERKEMBANGAN DUNIA

Apakah Hari Tri Suci Waisak itu ?
Hari Tri Suci Waisak adalah hari Buddha, sebab merupakan hari kelahiran, hari mencapai Penerangan Sempurna dan hari Mangkat (Parinibbana) Sang Buddha, yang terjadi tepat pada hari Purnama Siddhi di bulan enam (Mei). Ketiga peristiwa tersebut terjadi pada hari yang sama, hal ini merupakan suatu kejadian yang sangat langka dan unik. Yang kemudian dite-tapkan menjadi hari Raya Agama Buddha. Pada hari tersebut para pemeluk agama Buddha berkumpul untuk menunjukkan penghormatan, pemujaan, perenungan pada jasa-jasa kebajikkan serta makna dari ajaran yang telah diberikan oleh Sang Buddha kepada semua manusia.

Bagaimanakah maksud dari hari Tri Suci Waisak?
Hari Tri Suci Waisak merupakan hari kelahiran Sang Buddha di dunia ini, baik dilihat dari sudut sebagai manusia biasa yaitu hari kelahiran di dunia dan dari sudut kelahiran sebagai Buddha yaitu dengan munculnya penerangan sempurna demi menjadi Samma Sambuddha sampai mangkat-Nya (Parinibbana) Sang Buddha.
Hari Tri Suci Waisak justru menjadi hari yang mana dunia manusia mendapatkan prinsip ajaran yang bernilai sebagai cahaya yang menerangkan pada kita demi melihat kebenaran dari alam kehidupan dan dunia. Walaupun Sang Buddha telah mangkat (Parinibbana), tetapi pokok ajaran-Nya tetap ada atau masih eksis hingga saat ini, demi memberikan manfaat yang sebesarnya pada kita semua sebagai penduduk di dunia.

Sejarah Hari Tri Suci Waisak di Thailand
Hari Tri Suci Waisak diadakan di Thailand sudah lama. Di dalam sejarahnya, tidak ada data-data yang tepat dan jelas mengenai upacara hari Tri Suci Waisak yang pertama kali di negeri mana dan pada tahun bera-pa. Tetapi di negeri Thailand perayaan hari Tri Suci Waisak diadakan pada jaman kerajaan Sukhotai Dinasti dan seterusnya sampai jaman AyUthaya Dinasti yang hampir terakhir. Setelah lamanya berhenti sementa-ra karena perang di ibukota dan ke-mudian diadakan dan dikembangkan kembali pada jaman Ratana Kosin Dinasti setelah Ibukota Bangkok didirikan pada jaman raja kedua. Pada masa itu diadakan upacara maha besar selama tiga hari tiga malam. Perayaan ini dititikberatkan pada perbuatan baik (Kusala Kamma), mendengarkan khotbah Dhamma (Dhammadesana), dan melaksanakan Samadhi. Dalam pelaksanaan Upacara tersebut tidak dirayakan dengan pesta meriah (berfoyah-foyah ) tetapi sebaliknya dirayakan dengan banyak berbuat kebajikan, menghindari dari perbuatan jahat dan menunjang tentang perbuatan baik macam-macam.
Hari Tri Suci Waisak itu adalah suatu hal yang memperingati untuk melihat bahwa apakah agama Buddha, bagaimana berprinsip dan pokok dasar Dhamma itu. Prinsip dan pokok dasar Dhamma ini sangat bermanfaat pada manusia dan kelompok manUsia baik besar, kecil atau dimana saja.
Hari TRI Suci Waisak adalah hari yang menunjang kesadaran bagi pemeluk agama demi dapat belajar kebenaran yang telah Sang Buddha temukan. Memberi batin untuk memegang prinsip agama Buddha, untuk melakukan dan mendapatkan kesempatan berbuat kebajikkan bermacam-macam yang akan mengakibatkan hasil yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pada hari Tri Suci Waisak apakah yang patut direnungkan?
Di sudut perjalanan dalam kehidupan Sang Buddha, ketika terlahir sebagai salah satu manusia di dunia.

Kelahiran
Mempunyai arti untuk menunjukkan kepada kita untuk sering merenungkan kembali bahwa ada titik awal dari kelahiran manusia yang tidak berbeda. Selanjutnya dari titik awal manusia, kemudian akan jadi mulia dan berbeda sedikit atau banyak tergantung daripada latih diri dan besarnya tekad untuk berbuat kebaikan yang akan membawa manfaat dan kebahagiaan bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga untuk menolong orang lain. Sang Buddha merupakan bahdan untuk membuktikan bahwa manusia itu dapat dilatih dan mampu dilatih sampai titik tertinggi dari kemanusiaan yaitu jadi Kebuddhaan, juga merupakan teladan dari keberadaan kehidupan yang bermanWt bagi dirinya, bagi manusia dan kelompok manusia dari para penduduk dunia.

Penerangan
Merupakan petunjuk untuk direnungkan bahwa kesuksesan yang merupakan maksud tujuan dari semangat yang menggunakan kesadaran serica Imbijaksanaan, yang membuat Sang Buddha menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tertinggi. Bukan dari berfbya-fbya demi mencari kebahagiaan, bUkan pula dad menyik,.;a diri sendiri dengan cara macam-macam. Bukanlah sebab dari permohonan, permudahan, perlindungan dari kekuatan para Dewa. Tetapi disebabkan dari perbuatan dengan semangat dan kesadaran serta kebijaksonaan dad did sendid.

Parinibbana/Mangkat
Memperingatkan kepada kita bahwa Sang Buddha dalam posisi sebagai manusia pada waktu akhir jasmani-Nya juga mengalami kemusnahan sesuai dengan waktunya, akan tetapi Dhamma yang dicari dan ditemukan jadi pembuka kebenaran dari dunia dan kehidupan, yang mana prinsip kebenaran yang indah dan yang mutlak tidak berkemusnahan itu lenyap. Sama dengan kehidupan manusia, Sang Dhamma tetap menerangi jalan kebijaksanaan demi tercapainya kebahagiaan pada umat manusia untuk kehidupan selanjutnya.

Pada Hari Tri Suci waisak apa yang patut untuk direnungkan ?
Didalam segi kejadian yang terbesar dalam sejarah manusia.

Kelahiran
Ketiga pembicaraan mengenai kelahiran Sang Buddha di dunia ialah merupakan suatu Proklamasi kebebasan dari kemanusiaan, bahwa kehidupan manusia itu tidak tergantung pada kekuatan Dewa untuk ditakuti atau dikasihani kesenangan, pencipta terjadinya barang macam-macam, Manusia bdak tunduk pada perintah Dewa, manusia merupakan makhluk hhusus yang memiliki kemampuan dan dapak melatih diri untuk berkembang supaya jadi manusia yang termulia yaitu Buddha, yang mana para Dewa tunduk dan hormat secara pemujaan. Kelahiran Sang Buddha di dunia, merupakan revolusi dalam sejarah manusia dengan proklamasi bahwa kekuatan teodnggi yang menunjukkan kehidupan manusia tergantung pada diri sendiri, tergantung pada latihannya untuk berkembang dan dengan heblaksanaannya dapat mengetahui kebenaran dari alam semesta. Nasib kehidupan manusia bukanlah ditentukan atau diciptakan dari para Dewa.

Mencapai penerangan dari Sang Buddha
Merupakan mmunculnya Dhamma yang merupakan suatu hal yang sangat tertinggi, Kebebasan yang mutlak dari manusia yang sebenarnya itu bisa dapat muncul karena penerangan yalu manusia tahu dan mengerti. Melihat kebenaran dari alam semesta dan melatih serta melaksanakan sendiri yang sesuai dengan Dhamma dengan kebijaksanaan dan semangat sampai mencapai penerangan dan mengerti jelas pada Dhamma. Sesudah mengerti, kemudian manusia menjadi Buddha (yang termulia). Penerangan merupakan sambungan antara kebijaksanaan (panna) dari manusia bersama dengan Dhamma yaitu kebenaran dari alam semesta. Dhamma (kebenaran dari alam semesta) sangat torbesar, bukan kekuatan yang ditunjang oleh kekuasaan dari para Dewata, namun para Dewata jUstru dibawah naungan Dhamma, yaitu kebenaran yang dilandasi dengan hukum Sebab Musabab yang sesuai dengan alam semesta

Parinibbana/Mangkat
Merupakan peringatan untuk kesadaran yang lebih dalam dilandasi dengan tidak lengah dalam kebenaran itu. Kebiasaan dari alam semesta ialah semua barang berkondisi tidak kekal, tidak tahan dan mengalami perubahan sesuai dengan hukum Sebab Musabab selalu. Kebenaran ini selalu ada dan mengawasi semua kehidupan dari semua manusia khususnya. Kehidupan itu akan berakhir dengan kematian. Pada hari Parinibbana Sang Buddha, kita memperingatinya untuk tahu bahwa diantara keberadaan kehidupan itu. Manusia harus cepat belajar melatih diri sendiri untuk berkembang yang akan bertemu dengan Dhamma bersama dengan hebijaksanaan dan sermngat demi berbuat penghidupan dari kelompok orang untuk menuju kebaikan. Berkeadaan perdamaian dan bahagia serta hidup bebas, tidak menunggu had esok atau menyia-nyiakan kesempatan hingga kematian datang padanya yang tidak bermanfimt dari berkeadaan kehidupan di dunia ini.

MENGADAKAN UPACARA PUJA YANG TEPAT NILAI PADA HARI TRI SUCI WAISAK
Hari Tri Suci Waisak ialah had kelahiran Sang Buddha dan pencapaian penerangan serkta Parinibbana Sang Buddha, Ketiga hari ini akan menuntun kita untuk melihat nilai dalam prinsip (yang telah diketemukan dan sangat memberikan pelajaran kepada dunia manusia) dengan kesulitan dan kesabaran. Oleh sebab itu ajaran diberikan untuk orang dengan menggunakan kebijaksanaan (panna) demi melihat kebenaran yaitu melihat semua yang sesuai dengan alam semesta. Merupakan suatu prinsip yang melawan arus dari kelompok manusia pada waktu itu ialah diperkirakan 2547 tahun yang lampau, yang mana pada waktu itu orang tidak menyadarinya, karena keyakinan pada hal yang lain. Dengan dilandasi dengan keyakinan, Sang Buddha membuat manusia maju pada era baru untuk perkembangan manusia,
Apakah pada kelahiran atau kematian dari para leluhur atau dari para pahlawan yang telah membuat jasa kebaikan kepada kelompok orang. Orang-orang itu cenderung mengadakan perayaan demi menunjukkan rasa hormat pada kebaikannya. Dalam hati mulianya orang tersebut juga bertanya, lalu bagaimana dengan hari TRI Sud Wakak yang merupakan hari mengingat kembali pada kelahiran, mencapai penerangan dan Parinibbana/mangkat dari Sang Buddha. Bagaimana pemeluk bisa menunjukkan satu hal untuk pemujaan terhadap Sang Buddha, untuk berbakti kepada Sang Buddha (Maha Gurunya).

Kita dapat Bakti kepada Sang Buddha yang setidak-tidaknya :
1. Kalau berdiam, ingat kembali kepada sabda-Nya atau Dhamma-Nya dari Sang Buddha satu pasal. Hal ini justru dihargai bahwa telah membuat sesuatu pada Buddha Puja
2. Apabila melihat maksud yang berguna, kemudian dibawa untuk menghayati Dhamma dan dilakukan dalam kehidupannya, justru akan dinamakan bahwa ia melakukan Patipatti Puja yang merupakan pemujaan yang telt-inggi, yang mana pemeluk berbakti kepada Maha Gurunya. Hal ini dihargai bahwa merupakan manhat yang telinggi dari hari Tri Suci Waisak.

YANG SEBENARWYA PEMUJAAN SANG BUDDHA ITU, BUKAN DEMI MANFAAT PADA BUDDHA. SANG BUDDHA JUSTRU TIDAK MENGHIRAUKAH/MENGHARAPKAN APA-APA DARI KITA, AKAN TETAPI KETIKA KITA MEMUJA SANG BUDDHA, HASIL YANG BAIK ATAU BERMANFAAT PASTI ADA PADA ORANG YANG MEMUJA ITU, JUGA PADA KEHIDUPAN KITA DAN KELOMPOK DARI KITA SEMUA.

Sebab kita memuja Sang Buddha :
1. Pikiran kita cenderung pada jalan dari kebaikan, membuat pikiran kita berkembang, enteng dan bahagia.
2. Kita membawa kebaikan Sang Buddha pada pikiran kita sendiri, membuat kita mantap untuk melanjutkan kehidupan pada jalan kebaikan.
3. Ketika kita puja Sang Buddha, membuat kita ingat kembali pada prinsip dari Dhamma, yang mana Sang Buddha membabarkannya. Yang mana kita harus semangat dan berusaha menghayati untuk kemajuan selanjutnya sampai terakhir dan sempurna.
4. Ketika kita puja Sang Buddha, akan menunjukkan tanda dari penghormatan dan menjunjung tinggi pada orang yang baik (berdhamma), juga menunjukkan penghormatan tertinggi pada Dhamma yang bersifat kebaikan dan kebenaran. Apabila kita dan kelompok orang tetap pada memegang dalam pemujaan, manusia dan kelompok orang akan dapat menunjang prinsip Dhamma. Dhamma akan melindungi kita dan kelompok orang untuk berbahagia dan damai selama-lamanya.

HARI TRI SUCI WAISAK MERUPAKAN HARI PENTING SEDUNIA
 

 

 



Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.