|
MELIHAT HARI TRI SUCI WAISAK
MENUNJUKKAN PADA PERKEMBANGAN DUNIA
Apakah Hari Tri Suci Waisak itu ?
Hari Tri Suci Waisak adalah hari Buddha, sebab merupakan hari kelahiran, hari
mencapai Penerangan Sempurna dan hari Mangkat (Parinibbana) Sang Buddha, yang
terjadi tepat pada hari Purnama Siddhi di bulan enam (Mei). Ketiga peristiwa
tersebut terjadi pada hari yang sama, hal ini merupakan suatu kejadian yang
sangat langka dan unik. Yang kemudian dite-tapkan menjadi hari Raya Agama
Buddha. Pada hari tersebut para pemeluk agama Buddha berkumpul untuk menunjukkan
penghormatan, pemujaan, perenungan pada jasa-jasa kebajikkan serta makna dari
ajaran yang telah diberikan oleh Sang Buddha kepada semua manusia.
Bagaimanakah maksud dari hari Tri Suci Waisak?
Hari Tri Suci Waisak merupakan hari kelahiran Sang Buddha di dunia ini, baik
dilihat dari sudut sebagai manusia biasa yaitu hari kelahiran di dunia dan dari
sudut kelahiran sebagai Buddha yaitu dengan munculnya penerangan sempurna demi
menjadi Samma Sambuddha sampai mangkat-Nya (Parinibbana) Sang Buddha.
Hari Tri Suci Waisak justru menjadi hari yang mana dunia manusia mendapatkan
prinsip ajaran yang bernilai sebagai cahaya yang menerangkan pada kita demi
melihat kebenaran dari alam kehidupan dan dunia. Walaupun Sang Buddha telah
mangkat (Parinibbana), tetapi pokok ajaran-Nya tetap ada atau masih eksis hingga
saat ini, demi memberikan manfaat yang sebesarnya pada kita semua sebagai
penduduk di dunia.
Sejarah Hari Tri Suci Waisak di Thailand
Hari Tri Suci Waisak diadakan di Thailand sudah lama. Di dalam sejarahnya, tidak
ada data-data yang tepat dan jelas mengenai upacara hari Tri Suci Waisak yang
pertama kali di negeri mana dan pada tahun bera-pa. Tetapi di negeri Thailand
perayaan hari Tri Suci Waisak diadakan pada jaman kerajaan Sukhotai Dinasti dan
seterusnya sampai jaman AyUthaya Dinasti yang hampir terakhir. Setelah lamanya
berhenti sementa-ra karena perang di ibukota dan ke-mudian diadakan dan
dikembangkan kembali pada jaman Ratana Kosin Dinasti setelah Ibukota Bangkok
didirikan pada jaman raja kedua. Pada masa itu diadakan upacara maha besar
selama tiga hari tiga malam. Perayaan ini dititikberatkan pada perbuatan baik
(Kusala Kamma), mendengarkan khotbah Dhamma (Dhammadesana), dan melaksanakan
Samadhi. Dalam pelaksanaan Upacara tersebut tidak dirayakan dengan pesta meriah
(berfoyah-foyah ) tetapi sebaliknya dirayakan dengan banyak berbuat kebajikan,
menghindari dari perbuatan jahat dan menunjang tentang perbuatan baik
macam-macam.
Hari Tri Suci Waisak itu adalah suatu hal yang memperingati untuk melihat bahwa
apakah agama Buddha, bagaimana berprinsip dan pokok dasar Dhamma itu. Prinsip
dan pokok dasar Dhamma ini sangat bermanfaat pada manusia dan kelompok manUsia
baik besar, kecil atau dimana saja.
Hari TRI Suci Waisak adalah hari yang menunjang kesadaran bagi pemeluk agama
demi dapat belajar kebenaran yang telah Sang Buddha temukan. Memberi batin untuk
memegang prinsip agama Buddha, untuk melakukan dan mendapatkan kesempatan
berbuat kebajikkan bermacam-macam yang akan mengakibatkan hasil yang baik bagi
diri sendiri maupun orang lain.
Pada hari Tri Suci Waisak apakah yang patut direnungkan?
Di sudut perjalanan dalam kehidupan Sang Buddha, ketika terlahir sebagai salah
satu manusia di dunia.
Kelahiran
Mempunyai arti untuk menunjukkan kepada kita untuk sering merenungkan kembali
bahwa ada titik awal dari kelahiran manusia yang tidak berbeda. Selanjutnya dari
titik awal manusia, kemudian akan jadi mulia dan berbeda sedikit atau banyak
tergantung daripada latih diri dan besarnya tekad untuk berbuat kebaikan yang
akan membawa manfaat dan kebahagiaan bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga
untuk menolong orang lain. Sang Buddha merupakan bahdan untuk membuktikan bahwa
manusia itu dapat dilatih dan mampu dilatih sampai titik tertinggi dari
kemanusiaan yaitu jadi Kebuddhaan, juga merupakan teladan dari keberadaan
kehidupan yang bermanWt bagi dirinya, bagi manusia dan kelompok manusia dari
para penduduk dunia.
Penerangan
Merupakan petunjuk untuk direnungkan bahwa kesuksesan yang merupakan maksud
tujuan dari semangat yang menggunakan kesadaran serica Imbijaksanaan, yang
membuat Sang Buddha menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tertinggi. Bukan dari
berfbya-fbya demi mencari kebahagiaan, bUkan pula dad menyik,.;a diri sendiri
dengan cara macam-macam. Bukanlah sebab dari permohonan, permudahan,
perlindungan dari kekuatan para Dewa. Tetapi disebabkan dari perbuatan dengan
semangat dan kesadaran serta kebijaksonaan dad did sendid.
Parinibbana/Mangkat
Memperingatkan kepada kita bahwa Sang Buddha dalam posisi sebagai manusia pada
waktu akhir jasmani-Nya juga mengalami kemusnahan sesuai dengan waktunya, akan
tetapi Dhamma yang dicari dan ditemukan jadi pembuka kebenaran dari dunia dan
kehidupan, yang mana prinsip kebenaran yang indah dan yang mutlak tidak
berkemusnahan itu lenyap. Sama dengan kehidupan manusia, Sang Dhamma tetap
menerangi jalan kebijaksanaan demi tercapainya kebahagiaan pada umat manusia
untuk kehidupan selanjutnya.
Pada Hari Tri Suci waisak apa yang patut untuk direnungkan ?
Didalam segi kejadian yang terbesar dalam sejarah manusia.
Kelahiran
Ketiga pembicaraan mengenai kelahiran Sang Buddha di dunia ialah merupakan suatu
Proklamasi kebebasan dari kemanusiaan, bahwa kehidupan manusia itu tidak
tergantung pada kekuatan Dewa untuk ditakuti atau dikasihani kesenangan,
pencipta terjadinya barang macam-macam, Manusia bdak tunduk pada perintah Dewa,
manusia merupakan makhluk hhusus yang memiliki kemampuan dan dapak melatih diri
untuk berkembang supaya jadi manusia yang termulia yaitu Buddha, yang mana para
Dewa tunduk dan hormat secara pemujaan. Kelahiran Sang Buddha di dunia,
merupakan revolusi dalam sejarah manusia dengan proklamasi bahwa kekuatan
teodnggi yang menunjukkan kehidupan manusia tergantung pada diri sendiri,
tergantung pada latihannya untuk berkembang dan dengan heblaksanaannya dapat
mengetahui kebenaran dari alam semesta. Nasib kehidupan manusia bukanlah
ditentukan atau diciptakan dari para Dewa.
Mencapai penerangan dari Sang Buddha
Merupakan mmunculnya Dhamma yang merupakan suatu hal yang sangat tertinggi,
Kebebasan yang mutlak dari manusia yang sebenarnya itu bisa dapat muncul karena
penerangan yalu manusia tahu dan mengerti. Melihat kebenaran dari alam semesta
dan melatih serta melaksanakan sendiri yang sesuai dengan Dhamma dengan
kebijaksanaan dan semangat sampai mencapai penerangan dan mengerti jelas pada
Dhamma. Sesudah mengerti, kemudian manusia menjadi Buddha (yang termulia).
Penerangan merupakan sambungan antara kebijaksanaan (panna) dari manusia bersama
dengan Dhamma yaitu kebenaran dari alam semesta. Dhamma (kebenaran dari alam
semesta) sangat torbesar, bukan kekuatan yang ditunjang oleh kekuasaan dari para
Dewata, namun para Dewata jUstru dibawah naungan Dhamma, yaitu kebenaran yang
dilandasi dengan hukum Sebab Musabab yang sesuai dengan alam semesta
Parinibbana/Mangkat
Merupakan peringatan untuk kesadaran yang lebih dalam dilandasi dengan tidak
lengah dalam kebenaran itu. Kebiasaan dari alam semesta ialah semua barang
berkondisi tidak kekal, tidak tahan dan mengalami perubahan sesuai dengan hukum
Sebab Musabab selalu. Kebenaran ini selalu ada dan mengawasi semua kehidupan
dari semua manusia khususnya. Kehidupan itu akan berakhir dengan kematian. Pada
hari Parinibbana Sang Buddha, kita memperingatinya untuk tahu bahwa diantara
keberadaan kehidupan itu. Manusia harus cepat belajar melatih diri sendiri untuk
berkembang yang akan bertemu dengan Dhamma bersama dengan hebijaksanaan dan
sermngat demi berbuat penghidupan dari kelompok orang untuk menuju kebaikan.
Berkeadaan perdamaian dan bahagia serta hidup bebas, tidak menunggu had esok
atau menyia-nyiakan kesempatan hingga kematian datang padanya yang tidak
bermanfimt dari berkeadaan kehidupan di dunia ini.
MENGADAKAN UPACARA PUJA YANG TEPAT NILAI PADA HARI TRI SUCI WAISAK
Hari Tri Suci Waisak ialah had kelahiran Sang Buddha dan pencapaian penerangan
serkta Parinibbana Sang Buddha, Ketiga hari ini akan menuntun kita untuk melihat
nilai dalam prinsip (yang telah diketemukan dan sangat memberikan pelajaran
kepada dunia manusia) dengan kesulitan dan kesabaran. Oleh sebab itu ajaran
diberikan untuk orang dengan menggunakan kebijaksanaan (panna) demi melihat
kebenaran yaitu melihat semua yang sesuai dengan alam semesta. Merupakan suatu
prinsip yang melawan arus dari kelompok manusia pada waktu itu ialah
diperkirakan 2547 tahun yang lampau, yang mana pada waktu itu orang tidak
menyadarinya, karena keyakinan pada hal yang lain. Dengan dilandasi dengan
keyakinan, Sang Buddha membuat manusia maju pada era baru untuk perkembangan
manusia,
Apakah pada kelahiran atau kematian dari para leluhur atau dari para pahlawan
yang telah membuat jasa kebaikan kepada kelompok orang. Orang-orang itu
cenderung mengadakan perayaan demi menunjukkan rasa hormat pada kebaikannya.
Dalam hati mulianya orang tersebut juga bertanya, lalu bagaimana dengan hari TRI
Sud Wakak yang merupakan hari mengingat kembali pada kelahiran, mencapai
penerangan dan Parinibbana/mangkat dari Sang Buddha. Bagaimana pemeluk bisa
menunjukkan satu hal untuk pemujaan terhadap Sang Buddha, untuk berbakti kepada
Sang Buddha (Maha Gurunya).
Kita dapat Bakti kepada Sang Buddha yang setidak-tidaknya :
1. Kalau berdiam, ingat kembali kepada sabda-Nya atau Dhamma-Nya dari Sang
Buddha satu pasal. Hal ini justru dihargai bahwa telah membuat sesuatu pada
Buddha Puja
2. Apabila melihat maksud yang berguna, kemudian dibawa untuk menghayati Dhamma
dan dilakukan dalam kehidupannya, justru akan dinamakan bahwa ia melakukan
Patipatti Puja yang merupakan pemujaan yang telt-inggi, yang mana pemeluk
berbakti kepada Maha Gurunya. Hal ini dihargai bahwa merupakan manhat yang
telinggi dari hari Tri Suci Waisak.
YANG SEBENARWYA PEMUJAAN SANG BUDDHA ITU, BUKAN DEMI MANFAAT PADA BUDDHA. SANG
BUDDHA JUSTRU TIDAK MENGHIRAUKAH/MENGHARAPKAN APA-APA DARI KITA, AKAN TETAPI
KETIKA KITA MEMUJA SANG BUDDHA, HASIL YANG BAIK ATAU BERMANFAAT PASTI ADA PADA
ORANG YANG MEMUJA ITU, JUGA PADA KEHIDUPAN KITA DAN KELOMPOK DARI KITA SEMUA.
Sebab kita memuja Sang Buddha :
1. Pikiran kita cenderung pada jalan dari kebaikan, membuat pikiran kita
berkembang, enteng dan bahagia.
2. Kita membawa kebaikan Sang Buddha pada pikiran kita sendiri, membuat kita
mantap untuk melanjutkan kehidupan pada jalan kebaikan.
3. Ketika kita puja Sang Buddha, membuat kita ingat kembali pada prinsip dari
Dhamma, yang mana Sang Buddha membabarkannya. Yang mana kita harus semangat dan
berusaha menghayati untuk kemajuan selanjutnya sampai terakhir dan sempurna.
4. Ketika kita puja Sang Buddha, akan menunjukkan tanda dari penghormatan dan
menjunjung tinggi pada orang yang baik (berdhamma), juga menunjukkan
penghormatan tertinggi pada Dhamma yang bersifat kebaikan dan kebenaran. Apabila
kita dan kelompok orang tetap pada memegang dalam pemujaan, manusia dan kelompok
orang akan dapat menunjang prinsip Dhamma. Dhamma akan melindungi kita dan
kelompok orang untuk berbahagia dan damai selama-lamanya.
HARI TRI SUCI WAISAK
MERUPAKAN HARI PENTING SEDUNIA
|