Berita Waisak
   Makna
   • Makna Api
   • Makna Air
   • Makna Prosesi
   • Makna Waisak

_____________
Waisak 2005
Waisak 2003

Waisak 2002
Waisak 2001




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI

 

SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI
DALAM RANGKA MENYAMBUT HARl RAYA WAISAK 2548/2004
TANGGAL 3 JUNI 2004­

 

Namo Buddhaya,

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, khususnya umat Buddha yang berbahagia, tanggal 3 Juni 2004 umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak yang ke 2548. Untuk itu, kepada saudara-saudara umat Buddha, saya atas nama pemerintah maupun atas nama pribadi mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2548, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menuntun dan membimbing kita ke jalan yang benar.

Pada hari raya Waisak, umat Buddha merayakan Tiga Kejadian Agung yaitu kelahiran Pangeran Sidharta, Pencapaian tingkat kebuddhaan Pertapa Sidharta serta saat parinibbana/wafatnya Buddha Gotama.

Perayaan Waisak kali ini, diharapkan sebagai momen penting bagi umat Buddha untuk mengenang kembali perjuangan Pangeran Sidharta dalam mencapai Tingkat kesempurnaan Hidup. Hikmah yang dapat dipetik dari Perjuangan Sang Pertapa adalah perjalanan spiritual, puncak pengendalian diri menuju ketenangan batin dalam mencapai kesempurnaan hidup yang hakiki.

Melalui Perayaan Waisak 2548 ini, umat Buddha menyadari dan meyakini bahwa puncak tertinggi dari pengendalian diri tersebut teraktualisasi dalam hubungan yang harmonis dengan Tuhan Yang Maha Esa, antar sesama manusia maupun antar manusia dengan alam dan lingkungannya. Apabila kita dapat memahami hakekat pengendalian diri yang sesungguhnya dalam diri kita masing-masing, semua usaha yang dilakukan, akan mengarah pada upaya-upaya perwujudan keharmonisan, kedamaian dan kesejahteraan kita bersama. Karena hanya dengan keharmonisan dan kedamaian maka kesejahteraan lahir dan batin dapat tercapai.

Saudara-saudara yang berbahagia, peringatan Hari Raya Waisak mengandung makna bahwa pada suatu waktu manusia perlu bercermin ke dalam dirinya sendiri. Dengan hening, pikiran yang tenang mendengarkan bisikan hati nurani yang suci, maka kita cenderung akan terhindar dari rasa keserakahan, kebencian, kegelapan batin, dan iri hati yang merupakan bentuk-bentuk kejahatan batin yang ada dalam diri manusia

Dengan Waisak ini, diharapkan umat Buddha dapat menjadi komponen bangsa yang arif dan bijaksana, mampu memilah dan memilih mana yang baik dan benar serta mampu menghindarkan diri dari segala perbuatan yang tercela. Pemaknaan Waisak ini sangat penting direalisasikan di dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terutama dalam menghadapi situasi bangsa kita dewasa ini yang sedang menghadapi krisis dengan dampak cukup luas terhadap berbagai segi kehidupan. Dengan Waisak ini juga diharapkan dapat memberikan hikmah dan sekaligus wahana untuk usaha-usaha menormalisasi keadaan krisis tersebut, sehingga di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini terjadi keselarasan, keserasian dan keharmonisan atau keseimbangan, terutama yang menyangkut hubungan antar manusia maupun antara manusia dengan alam dan lingkungannya yang dilandasi oleh cinta kasih dan kasih sayang.

Di samping itu, di dalam suasana pasca Pesta Demokrasi dewasa ini, Waisak bagi umat Buddha, merupakan momentum yang amat strategis, terutama dalam memupuk dan meningkatkan kualitas diri dengan melupakan ekses negatif pada saat kampanye, junjung tinggi kesucian rohani dan kebersihan jiwa, serta menumbuhkan rasa kebersamaan cita, rasa dan karsa di dalam mensukseskan rangkaian Pemilihan Presiden sebagai wujud Pesta Demokrasi serta tetap menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia yang tangguh dan kokoh sepanjang masa. Kepada seluruh umat Buddha, kami menghimbau untuk menjadikan makna hari Raya Waisak ini damai lahir dan batin dalam kehidupan bennasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga pembangunan nasional dapat berlangsung lebih cepat.

Akhirnya, kepada segenap umat Buddha, saya mengucapkan selamat Hari Waisak ke 2548, Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati kita semua, dan kepada seluruh umat beragama mari kita berdoa sesuai dengan keyakinan kita masing-masing agar Bangsa Indonesia mampu menyelesaikan tugas yang dihadapinya, menuju masyarakat aman sejahtera.



Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.