|
Sriwijaya & Fakta Sejarah Agama Buddha
PADA mula berdiri sejarah Sriwijaya tercetus dari salah
seorang bhiksu yang bernama I-Tzing yang telah melakukan
perjalanan pengembaraannya ke Swarnadwipa (Pulau Sumatera).
Sekarang semua catatan Bhiksu I-Tzing telah menjadi dokumen
yang sangat penting dan berharga, karena banyak mengungkapkan
berbagai fakta sejarah.
Alm.Muhammad Yamin pernah mengatakan bahwa di Indonesia telah
terbentuk tiga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam tulisan ini pewarta mencoba untuk membicarakan sekilas
tentang Kedatuan Sriwijaya sebagai Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang pertama, yang dikatakan zaman Keemasan
Indonesia.
Menurut Bhiksu I-Tzing yang berasal dari Tiongkok, Sriwijaya
sebagai pusat ilmu, agama dan merupakan cahaya budaya Asia
Tenggara. Sedangkan Nehru mengatakan Buddha Gotama adalah
sebagai cahaya Asia, yang banyak mempengaruhi budaya bangsa
Asia, maka Sriwijaya sebagai cahaya budaya Asia Tenggara.
Di Sriwijaya terdapat seribu orang Bhiksu dan Bhiksuni. Jumlah
yang amat sangat besar, menurut ukuran pada zaman itu. Di
Sriwijaya Buddha Dharma sangat maju di bawah pimpinan Maha
Bhiksu Dharmakirti yang sangat terkenal disamping Sakyakirti
yang termashur. Pusat pusat agama Buddha atau Buddhis Center
banyak sekali di dirikan. Dan sesuai dengan cita-cita,
berhasil dalam membentuk Buddhis Center di Indonesia dewasa
ini.
Namun belum adanya komunikasi antar umat Buddha, baik rasa
kebersamaan diantara Sangha dan Majelis-majelis Agama Buddha
di Indonesia, dalam upaya pengembangan serta pembinaan Buddha
Dharma di Indonesia dari tiga mazhab aliran yang ada yakni
Theravada, Mahayana dan Tantrayana.
Seharusnya sudah dapat merealisir cita-cita luhur berdirinya
Buddhis Center sebagai pusat agama Buddha milik umat Buddha
Indonesia, dibawah pembinaan Vihara- vihara yang berada di
Sriwijaya, disamping sebagai tempat siar agama, juga sebagai
tempat-tempat menuntut ilmu pendidikan tentang kebuddhaan bagi
para Bhiksu dan Bhiksuni. Demikian diceritakan oleh I-Tzing
dalam sebuah catatan yang dibuat selama 6 bulan berdiam di
tanah Buddha di India.
Konon orang-orang yang berguru dan mempelajari agama Buddha,
semakin lama semakin banyak diminati di Sriwijaya, sehingga
Sriwijaya merupakan pusat tempat menempa ilmu agama Buddha di
Asia Tenggara. Pusat studi agama sebagai tradisi yang harus
dilalui sebelum belajar di Universitas Agung Nalanda di India.
Bahkan seorang Atisa Dipangkara dari India, datang ke
Sriwijaya khusus untuk memperdalam agama Buddha di bawah
bimbingan Maha Bhiksu Dharmakirti yang terkenal itu.
Zaman keemasan Negara Kesatuan Republik Indonesia pertama,
hanya kenangan dan tidak dapat dipungkiri bahwa agama Buddha
telah mewariskan kebudayaan bagi bangsa Indonesia, demikian
pula dengan agama Hindu. Sedangkan agama Krisen Protestan ,
Katolik hanya mewariskan Internasionalisme bagi bangsa
Indonesia. Dan agama Islam mewariskan persatuan bagi bangsa
Indonesia. Jadi kelima agama yang ada di Indonesia, antara
lain ; Buddha., Islam, Kristen, Katolik dan Hindu telah
mewariskan sesuatu yang terpenting bagi rakyat Indonesia dan
patut kita syukuri.
Mengapa Sriwijaya begitu terkenal sebagai pusat ilmu dan agama
Buddha ?. Karena Sriwijaya menjadikan tempat persinggahan yang
paling strategis bagi para penziarah yang akan ke India.
Disamping itu, mereka di Sriwijaya tidak melulu hanya belajar
agama Buddha, juga mempelajari ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu
pelayaran, ilmu dagang, bahasa sanskrta. Bahasa Melayu juga
dipelajari oleh para musafir saat itu.
Menurut catatan I-Tzing, raja-raja Sriwijaya sangat arif
bijaksana dan sangat memperhatikan agama Buddha. tt/wlb.
|