Berita Waisak
   Makna
   • Makna Api
   • Makna Air
   • Makna Prosesi
   • Makna Waisak

_____________
Waisak 2005
Waisak 2003

Waisak 2002
Waisak 2001




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  Sriwijaya & Fakta Sejarah Agama Buddha



Sriwijaya & Fakta Sejarah Agama Buddha

PADA mula berdiri sejarah Sriwijaya tercetus dari salah seorang bhiksu yang bernama I-Tzing yang telah melakukan perjalanan pengembaraannya ke Swarnadwipa (Pulau Sumatera). Sekarang semua catatan Bhiksu I-Tzing telah menjadi dokumen yang sangat penting dan berharga, karena banyak mengungkapkan berbagai fakta sejarah.

Alm.Muhammad Yamin pernah mengatakan bahwa di Indonesia telah terbentuk tiga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam tulisan ini pewarta mencoba untuk membicarakan sekilas tentang Kedatuan Sriwijaya sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pertama, yang dikatakan zaman Keemasan Indonesia.

Menurut Bhiksu I-Tzing yang berasal dari Tiongkok, Sriwijaya sebagai pusat ilmu, agama dan merupakan cahaya budaya Asia Tenggara. Sedangkan Nehru mengatakan Buddha Gotama adalah sebagai cahaya Asia, yang banyak mempengaruhi budaya bangsa Asia, maka Sriwijaya sebagai cahaya budaya Asia Tenggara.

Di Sriwijaya terdapat seribu orang Bhiksu dan Bhiksuni. Jumlah yang amat sangat besar, menurut ukuran pada zaman itu. Di Sriwijaya Buddha Dharma sangat maju di bawah pimpinan Maha Bhiksu Dharmakirti yang sangat terkenal disamping Sakyakirti yang termashur. Pusat pusat agama Buddha atau Buddhis Center banyak sekali di dirikan. Dan sesuai dengan cita-cita, berhasil dalam membentuk Buddhis Center di Indonesia dewasa ini.

Namun belum adanya komunikasi antar umat Buddha, baik rasa kebersamaan diantara Sangha dan Majelis-majelis Agama Buddha di Indonesia, dalam upaya pengembangan serta pembinaan Buddha Dharma di Indonesia dari tiga mazhab aliran yang ada yakni Theravada, Mahayana dan Tantrayana.

Seharusnya sudah dapat merealisir cita-cita luhur berdirinya Buddhis Center sebagai pusat agama Buddha milik umat Buddha Indonesia, dibawah pembinaan Vihara- vihara yang berada di Sriwijaya, disamping sebagai tempat siar agama, juga sebagai tempat-tempat menuntut ilmu pendidikan tentang kebuddhaan bagi para Bhiksu dan Bhiksuni. Demikian diceritakan oleh I-Tzing dalam sebuah catatan yang dibuat selama 6 bulan berdiam di tanah Buddha di India.

Konon orang-orang yang berguru dan mempelajari agama Buddha, semakin lama semakin banyak diminati di Sriwijaya, sehingga Sriwijaya merupakan pusat tempat menempa ilmu agama Buddha di Asia Tenggara. Pusat studi agama sebagai tradisi yang harus dilalui sebelum belajar di Universitas Agung Nalanda di India. Bahkan seorang Atisa Dipangkara dari India, datang ke Sriwijaya khusus untuk memperdalam agama Buddha di bawah bimbingan Maha Bhiksu Dharmakirti yang terkenal itu.

Zaman keemasan Negara Kesatuan Republik Indonesia pertama, hanya kenangan dan tidak dapat dipungkiri bahwa agama Buddha telah mewariskan kebudayaan bagi bangsa Indonesia, demikian pula dengan agama Hindu. Sedangkan agama Krisen Protestan , Katolik hanya mewariskan Internasionalisme bagi bangsa Indonesia. Dan agama Islam mewariskan persatuan bagi bangsa Indonesia. Jadi kelima agama yang ada di Indonesia, antara lain ; Buddha., Islam, Kristen, Katolik dan Hindu telah mewariskan sesuatu yang terpenting bagi rakyat Indonesia dan patut kita syukuri.

Mengapa Sriwijaya begitu terkenal sebagai pusat ilmu dan agama Buddha ?. Karena Sriwijaya menjadikan tempat persinggahan yang paling strategis bagi para penziarah yang akan ke India. Disamping itu, mereka di Sriwijaya tidak melulu hanya belajar agama Buddha, juga mempelajari ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu pelayaran, ilmu dagang, bahasa sanskrta. Bahasa Melayu juga dipelajari oleh para musafir saat itu.

Menurut catatan I-Tzing, raja-raja Sriwijaya sangat arif bijaksana dan sangat memperhatikan agama Buddha. tt/wlb.
 




Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.