|
Api Dharma yang bersumber dari alam Mrapen merupakan lambang yang memancarkan cahaya gemerlapan, menghapuskan keadaan suram menjadi terang dan yang memberikan semangat menembus ketidaktahuan dalam kehidupan ini. Dengan pancaran penerangan akan menjadikan kehidupan ini terayomi oleh tuntutan Dharma yang mampu melepaskan manusia dari belenggu penderitaan.
Hikmah yang dapat dipahami dari perlambang Api Dharma menjadikan umat Buddha menemukan pelita dalam dasar hati sanubarinya suatu cahaya cinta kasih dan welas asih sehingga lambat laun mampu menerangi bangsa untuk keluar dari kegelapan. Dengan penerangan dihati bangsa Indonesia dapat mampu bangkit kembali untuk menemukan kembali kesejahteraan dan kebahagiaan didunia maupun dikehidupan yang akan datang.
Api Dharma sebagai lambang semangat merupakan sarana peribadatan ritual umat Buddha yang senantiasa melahirkan pencerahan dan penyadaran dalam kehidupan ini dengan lambang api ini pula kita Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) berupaya menjadikan kebersamaan dan kerukunan hidup umat beragama yang dilandasi oleh cinta kasih dan welas asih menjadi rangkaian seluruh aktivitas Buddha Dharma di Indonesia.
Lalu makna apa yang terkandung dalam peristiwa Waisak ? Buddha mengajarkan bahwa hidup adalah sebuah perjalanan dan perjuangan menuju kesempurnaan. Jalan kesempurnaan adalah jalan utama beruas delapan. Jalan Bodhisatva yang harus ditempuh tanpa tipu daya, tanpa keserakahan, kebencian dan tanpa kebodohan.
Tak ada yang sia-sia, jika hidup dimaknai dengan berjuang sungguh-sungguh untuk mencapai kebahagiaan dan kebebasan sempurna seperti yang telah dicontohkan Sang Buddha.
Jalan sang Buddha adalah jalan yang luhur dan suci. Jalan yang penuh kebijaksanaan, penuh cinta kasih, kasih sayang, simpati terhadap kebahagiaan orang lain dalam batin yang seimbang. Jalan sang Buddha adalah jalan menuju Nirvana dengan kita sebagai ahli warisnya.
|