|
Prosesi merupakan salah satu cara untuk menghormat pada Hyang Buddha, yang juga merupakan bagian yang wajib dilakukan pada setiap upacara besar agama Buddha.
Tercatat dalam Kitab Suci, para Siswa Buddha yang ingin memohon petunjuk dari Hyang Buddha, merapikan pakaiannya, berdiri dan memutari Sang Buddha 3x; tatacara ini merupakan perwujudan rasa hormat dan membangkitkan rasa sujud yang mendalam kepada Sang Buddha (Kitab Suci Langkavatara Sutra, Maha Prajna Paramita Sutra, dan lain-lain). Oleh karena itu sampai saat sekarang kebiasaan melakukan pradaksina mengelilingi vihara maupun prosesi menuju ke tempat suci adalah bagian dari ibadah.
Khususnya saat Waisak Nasional di Indonesia, yang mana para umat berkumpul melakukan upacara khusus menyambut detik-detik Waisak dengan diawali prosesi dari candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur. Di dalam prosesi tersebut dibawa sarana-sarana puja berupa Buah, Air, Api; Benda-Benda Suci Keagamaan Buddha; Relik Sang Buddha, Kitab Suci, Bendera Merah Putih, Bendera Buddhis, dan Pataka-Pataka para Majelis, dengan pengharapan semoga bangsa dan negara ini lebih diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa, rakyat yang banyak memperoleh kesejahteraan dan kemakmuran, para umat melakukan prosesi ini dengan hikmat, mensucikan hati dan pikiran untuk menerima berkah Waisak.
|