“ Saya sangat berbahagia dapat berjumpa dengan Panitia Waisak 2005, sekaligus Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP WALUBI). Sebelumnya juga, saya mengucapkan terimakasih kepada WALUBI yang secara optimal dapat membantu meringankan beban penderitaan rakyat Aceh”, kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) RI, Dr.Alwi Shihab saat menerima kedatangan Panitia Waisak 2005 pada Selasa 12/4/05.
Dikatakan Menko Kesra, apa yang telah menjadi prioritas utama dalam membangun kembali Aceh, dapat diupayakan seperti dalam keadaan normal dan menjadikan senyum kembali bagi masyarakat Aceh.” tentunya kita bisa dapat melaksanakan bersama”, tutur Alwi kepada jajaran WALUBI yang hadir.
Jajaran fungsionaris DPP WALUBI dipimpin Suhadi Sendjaya salah seorang Ketua DPP WALUBI menghadap Menko Kesra, dikatakan Suhadi kepada WartaWalubi, karena Ibu Dra. S. Hartati Murdaya berhalangan hadir dan masih berada di Aceh untuk meneruskan pembangunan sekolah (prefab bantuan dari RRC) yang diserahkan kepada pemerintah RI, kemudian dikerjakan oleh WALUBI sebanyak 381 unit.
Sedianya Menko Kesra dalam jumpa Pers akan turut berbahagia hadir ditengah-tengah masyarakat umat Buddha pada 23 Mei acara seremonial Waisak Nasional 2005 di Candi Agung Borobudur, kalau tidak ada lawatan dan masih berada di tanah air.
Menko Alwi senantiasa memuji WALUBI dalam merayakan Waisak Nasional setiap tahunnya di Borobudur selalu sukses, namun melihat karena panitia intinya sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman yang kaya. “Jadi arahannya sudah tidak perlu lagi,” cetus Alwi Shihab.
Panitia Waisak Nasional 2549/2005 yang hadir antara lain :
Bhikkhu Dhamma Tedja (Theravada), Bhiksu Tadisa Paramita (Mahayana), Suhadi Sendjaya (PBDNSI), Irwan Kartasasmita (PSBDI), Citra Surya (Mapanbumi), Oka Diputra (Kasogatan), Soejito Kusumo (Majubuthi), Alan (Majabudti), Ayu Tiarawati (Madha Tantri), N.Singgih (LKBI), Panjika (Sekretariat DPP Walubi), Abhayahema (Ketua DPP Wanita Walubi), Lim Wira Wijaya (Ketua DPD Walubi DKI-Jakarta) (Tristine Suhadi, Gatot Soekarno, Winarso (Staf Walubi). toto |